5/21/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 6 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 6 Part 3

“Aku tidak akan membiarkan kalian bekerja di dapurku tanpa sistem yang tertata!” tegas Poong

“Apa katamu? Ini dapur kami, bukan dapurmu!” tukas maeng-dal

“Kita sudah buka selama dua jam dan tidak ada satu makhluk pun memasuki restoran ini, sampai akhirnya pelanggan pertama kita datang. Dia memesan satu porsi kecil tangsuyuk. Dia mau mendapatkan diskon 2 dolar, jadi, kita bisa mengurangi porsinya. Tapi kualitas dan rasa hidangannya akan benar-benar sama!” ujar Poong, yg kemudian meminta para ajusshi memanggilnya ‘Master’. Tapi karena tak ada yg bersedia, maka dia tak mempermasalahkannya lebih lanjut..


Sebelum mulai memasak, Poong sempat membentak Maeng-dal, menyuruhnya menyajikan segelas air minum untuk pelanggan mereka..


Tak lama kemudian, datang pelanggan baru.. yg tak lain, adalah Seung-ryong dan Dal-hee. Si nenek, menghampiri mereka dan bertindak layaknya pelayan yg mencatat pesananan..

Seung-ryong bilang, dia ingin makan jajjamyeong, maka Dal-hee pun memilih menu yg sama dengannya.


“Kelihatannya kalian kaya. Kalian seharusnya memesan sesuatu yang mahal..” komen si nenek

“Kami  ingin memesan dua mangkuk jajangmyeon..” tegas Seung-ryong

“Orang kaya memang yang paling pelit...” dumam si nenek

“Aku melihat real estat di atas tutup. Kamu tahu kapan itu buka?” tanya Seung-ryong

“Tutup? Pemiliknya datang saat makan siang, jadi, dia akan segera datang..” jawab si nenek


Si nenek masuk dapur, tapi Poong mengiranya hendak menangih pesanannya yg tak kunjung matang, “Maaf, Bu. Makanan Anda akan segera dihidangkan..” jelasnya

“Ada yang memesan dua jajangmyeon seafood. Kalian kedatangan pelanggan lagi..” tutur si nenek


Saewoo menemui dokter, “Tolong lakukan operasi...” pintanya

“Ini penyakit parah, jadi, satu operasi tidak akan cukup. Akan ada kemoterapi dan biayanya akan makin mahal. Anda tidak keberatan?” tanya dokter

“Kami akan melakukan operasi...” tegas Sae-woo


“Berat badan seorang manusia berkisar 50 hingga 60 kg. Sementara, beratnya 10 kali lipat. Artinya, dia akan disuntik dengan dosis 10 kali lipat. Hampir tidak mungkin dia akan bertahan setelah itu. Sangat disayangkan, tapi kebanyakan orang memilih untuk menyuntik mati..” jelas dokter (oalah... jadi yg sakit si buster..)

“Tidak, biarkan aku melakukan ini. Suamiku menghilang di bandara dan ayahku dipenjara. Aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi kepada Buster. Hanya ini yang bisa kulakukan dengan kekuatanku. Aku mau Buster hidup setidaknya sehari lebih lama di sisiku. Kumohon selamatkan dia..” tutur Sae-woo


Berikutnya, Sae-woo mengunjungi Buster.. dia memeluknya dan menciumnya.. seakan Buster bukanlah seekor binatang.


Sayangnya.. dia tak bisa berlama-lama disana, karena Sae-woo lansgung pamit pergi setelah mendapatkan pesan masuk dari seseroang.


Dapur sangat hektik, Poong memarahi dan membentak seluruh ajusshi yg kerjanya tidak becus. Namanya juga gengster,.. tentunya mereka tak terima dibentak oleh ‘junior’-nya, maka suasana dapur makin memanas..


Dhil-seong datang.. dia melirik dapur, lalu komentar: “Ini sungguh terasa seperti restoran hari ini..”

“Mereka lama sekali membuat tangsuyuk..” keluh si nenek

“Tunggu saja.. karena, masakan hari ini enak” ujar Chil-seong


Tanpa perlu meliahtnya lansgung, Seung-ryong menyadari bahwa suasana dapur sangat kacau.. karena mendengar suara gaduh barang-barang yg berjatuhan.

“Dapurnya, benar-benar aneh.. kamu mau pergi saja?”

“Kita sudah memesan”

“Kelihatannya tidak enak. Tanpa makan pun aku sudah tahu”

“Tetap saja...”


Meski di awal bilang kalau pekerjaan membuat mie merupakan hal yg sepele.. tapi nyatanyaa, Dong-sik cedera ketika menguleni adonan. Kondisi daur yg hektik, jadi makin hektik..

Poong berlari menghampirinya, dia lansgung mengambil alih tugasnya. Tapi dari posisi itu, akhirnya dia bisa melihat kehadiran Dal-hee..


Tak mampu melakukan apa pun, Poong seakan tersengat aliran listik tinggi, hingga membuatnya terdiam dan langsung membalikan badan dari Dal-hee.


Di waktu yg bersamaan, kita melihat sae-woo berjalan masuk bis dengan wajah yg ceria. Dia duduk di samping jendela, lalu bergumam: “Aku penasaran dengan isi pesan kue chef itu...”


Sikap diam Poong, membuat para ajusshi menyindirnya mati-matian. Maka Poong berusaha keras untuk kembali sadar.. namun sikapnya jadi makin menggila,


Dia membentak dan memaki para ajusshi yg tak mau megerjakan tugas, sesuai perintahnya. Pada saat memasak, dia ingin memasak semuanya sendiri.. namun si ajusshi bersikeras menyatakan bahwa dia pun jago dalam hal masak..


Setelah menyelesaikan hidangan tangsuyuk, Poong bergegas mengambil alih tugas untuk memasak jajjamyeong.  Namun si ajusshi kekeh ingin melakukannya sendiri..

Dengan pedenya, si ajusshi membersihkan wajan dengan air sabun, kemudian menjadikannya sebagai wajan untuk memasak bumbu jajjamyeong.


Poong melarang keras hal itu, dengan alasan bumbunya akan terasa seperti sabun. Tapi mereka bilang, itu demi kebersihan..

“Jangan hidangkan itu!” teriak Poong, namun badannya dikekang oleh para ajusshi yg lain hingga dia tak mampu berkutik sedikit pun


Pada akhirnya.. jajjamyeong itu dihidangkan dalam piring, kemudian Maeng-dal menyajikannya ke meja Dal-hee...
Advertisement


EmoticonEmoticon