5/21/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 6 PART 3

SINOPSIS Greasy Melo Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 7 Part 1

Si nenek menyicipi tangsuyuk buatan Poong, yang rasanya sangat lezat hinggga dia begitu terkesima.


Sementara Poong, berlari menuju meja Dal-hee untuk mengambil kembali makanannya. Dal-hee kaget melihatnya, “Kamu sedang apa di sini?”


Sementara Seung-ryong, dia malah tersenyum merendahkan kerjaan baru Poong.  Dia pun menyinggung rasa jajjamyeong yg seperti kobokan sabun..


Si nenek masuk dapur, untuk menceritakan betapa lezatnya tangsuyuk ini.. para ajusshi mencobanya dan rasanya memang benar-benar lezat..

“Ini sangat enak. Ini meleleh di mulutku. Aku tidak perlu mengunyahnya. Kalian sungguh membuat ini? Kalian akan kaya seketika, para gangster!” tutur si nenek dengan hebohnya


Sementa diluar, Poong tak mampu berkutik dibawah sindiran Seung-ryong yg sangat tajam. Ditambah lagi, sikap Dal-hee yg sagat dingin padanya, membuat Poong makin merasa rendah diri.


Sebelum pergi, Seung-ryong berbisik: “Biarkan aku memberimu satu nasihat terakhir untuk mantan pegawai yang cintanya bertepuk sebelah tangan! Jangan membuatnya terasa berasap. Rasanya sangat pedas. Jangan menarik mi dengan tangan. Pakai mesin saja. Potong bawangnya dengan benar. Ini terlalu berminyak. Kamu bahkan tidak bisa membuat jajangmyeon dengan benar. Buat apa kamu memulai bisnis di dekat hotel? Aku hendak memesan jajangmyeon dari sini jika rasanya enak. Tapi kurasa tidak...”


Chil-seong asyik duduk menonton kejdaian barusan. Setelah Seung-ryong pergi, barulah dia berjalan menghampiri Poong untuk bertanya: “Dia orangnya? Orang yang ingin kamu balas? Apa aku benar?”


Poong enggan memberi jawaban, dia malah sibuk menghabiskan semangkuk jajjjamyeong yg ditinggal Seung-ryong..


Poong masuk kedapur, maka salah seorang ajusshi membawa si nenek keluar.. alasannya? Karena pelanggan tak boleh ada di dapur..


Kali ini, Poong tak mampu menahan amarahnya. Dia berteriak: “Di dapur, akulah rajanya!”

 “Poong benar...” sahut Chil-seong

“Di dapur, akulah jawabannya!” ujar Poong

“Lakukan sesuai perintahnya” sahut Chil-seong

“Di dapur, bahkan bosmu jabatannya berada di bawahku!” tegas Poong yg seketika membuat para ajusshi geram mendengarnya

Namun dengan satainya, Chil-seong bilang: “Bersabarlah dengannya...”


Setelah mengatakan semua itu, berikutnya Poong dengan tegas memutuskan untuk memecat beberapa ajusshi gangster dari dapurnya, hingga menyisakan Dong-sik seorang.. itu pun, karena dia cedera ketika mengadoni mie, hingga dia dianggap ‘pekerja keras’ 


“Beraninya kamu memecat kami. Kamu pikir kamu siapa?!” bentak Maeng-dal


“Di kontrak, tertulis aku harus bekerja dengan bawahanmu, tapi di situ tidak tertulis aku tidak bisa memecat mereka. Kalian semua dipecat. Jangan pernah masuk ke dapurku lagi. Enyahlah! Kalian preman memegang penggorengan dan bermain dengan api. Kalian bukan chef! Keluar dan lakukan aktivitas yang biasa kalian lakukan! Jangan bermain-main dengan makanan di sini! Aku tidak punya alasan untuk dipermalukan! Aku tidak bisa berbisnis dengan kalian. Aku tidak punya waktu luang untuk hancur bersama kalian!” tutur Poong dengan intonasi yg penuh dengan amosi


“PERGI!” teriak Chil-seong

“Siapa yg berhak menyuruhku pergi?!” tanya Poong

“Aku!” ujar Chil-seong, namun Poong mengabaikannya kemudian berjalan keluar untuk menulis sesuatu


[ DIBUTUHKAN STAF DAPUR ]


Dia menempelkan kertas itu di depan pintu. Para ajusshi menghampirinya dan menatapnya penuh amarah..


Namun tak lama kemudian, datanglah Sae-woo.. dia melihat tulisan pada kertas itu, lalu dengan polosnya da bertanya: “Kalian butuh pegawai???”

1 komentar


EmoticonEmoticon