5/26/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 7 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 7 BAGIAN 1

[ Sichuan, Tiongkok, 1997 ]


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 6 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 7 Part 2

SEOL-JA: “Saat berusia 15 tahun, aku meminum minyak goreng semangkuk penuh untuk kali pertama dalam hidupku. Aku telah kelaparan selama empat hari berturut-turut karena rumah kami kehabisan beras. Kamu ingat Restoran Hwang? Dahulu, itu sangat terkenal. Saat melewati restoran itu, aku mengendus aroma yang gurih dan renyah. Ternyata itu bau asin minyak goreng”


Ternyata, dulunya Seol-ja bekerja di dapur yg sama dengan Master Wang yg seperinya ada ketertarikan lebih terhadapnya. Terbukti dari tatapan serta caranya mendengar seluruh cerita Seol-ja dengan penuh pperhatian..

“Apa perutmu baik-baik saja setelah meminum minyak goreng itu?” tanya Master Wang

“Jangan coba bertanya. Aku meminum tiga mangkuk sekaligus dan perutku langsung sakit. Aku akhirnya ke toilet karena diare. Rasanya sungguh melegakan. Gangguan pencernaan yang kuderita selama 15 tahun akhirnya hilang..” jawab Seol-ja


Tiba-tiba, Master Wang berkata: “Panggil aku ‘sayang’...”

“Aku sungguh bisa memanggilmu itu?”

“Mulai sekarang, jangan pernah minum minyak goreng meski merasa kesepian”

“Kenapa?”

“Karena aku akan menjadi minyak gorengmu...”

Mereka pun berciuman.. 
----------------------------------------------------


[ Teater Nasional, Seoul, 1999 ]


Semasa ajusshi dan ahjumma, masih sangat muda.. mereka menonton film yg sama, meski sepertinya, mereka tak mengenal satu sama lain, pada waktu itu.


Chil-seong berulang kali mengungkapkan, betapa cintanya dia pada Julisa Roberts (aktris dalam film yg ditontonnya)


Ketika tayang adegan ciuman, sontak seisi bioskop jadi histeris.. Master Wang yg datang bersama dengan gebetannya, sampai ikut ciuman dengan penuh gairah, hingga membuatnya jadi pusat perhatian para penonton lainnya..



::::: EPISODE 07 :::::


Melanjutkan kisah dari episode sebelumnya, ketika Sae-woo datang dan langsung bertanya: “Kamu membutuhkan pegawai?”


Maeng-dal mengingat Sae-woo, sebgai wanita yg pernah bertemu dengan mereka malam itu, “Bukankah dia wanita yang bilang akan membunuh kita jika tidak datang ke pernikahannya?”

“Kamu datang untuk marah karena kami tidak datang ke acara pernikahanmu?” tanyanya


Sae-woo mengabaikan pertanyaan dari Maeng-dal, dia malah bertanya pada Seo-poong: “Kamu membutuhkan staf dapur atau pelayan?”

“Aku membutuhkan keduanya..” jawab Poong


“Kami tidak membutuhkan pegawai. Kamu boleh pergi. Kamu membuat bos kami berdarah malam itu. Anggap saja kamu beruntung. Pergilah!” tukas Maeng-dal

Tapi kemudian, Chil-seong bertanya pada Sae-woo: “Kenapa kamu bertanya dia membutuhkan pegawai atau tidak? Kamu berniat untuk bekerja di sini? Kamu mau bekerja di sini?”


“Aku butuh 12.000 dolar tiap bulannya untuk membayar sewa bulananku. Terlebih lagi, aku butuh uang untuk biaya hidup. Jadi, setidaknya aku butuh 15.000 dolar” jelas Sae-woo yang kemudian bertanya: “Jika aku minta upah bulananku 15.000 dolar, kamu akan menyebutku gila?”


Penjelasan Sae-woo sangat aneh, hingga membuat para ajusshi mengomel: 

“Tidak, kami akan menganggapmu benar-benar sakit jiwa!”

“Entah sakit jiwa atau otakmu berhenti berfungsi karena memakan makanan yang aneh!”


Sae-woo tahu diri, dia pun memilih untuk pergi: “Memang terdengar sangat gila. Maafkan aku...” ucapnya, yg kemudian bertanya pada Poong: “Omong-omong, punyamu isinya apa?”

Poong bingung, tak menegrti dengan pertanyaan itu.. Dan Sae-woo pun tak ingin bertanya lebih lanjut..


Dalam kantornya, Chil-seong sibuk memukul sasaknya, sementara Maeng-dal menggerutu: “Bos.. Bukankah Anda pemilik restoran di bawah? Tapi bisa-bisanya Anda diam saja saat dia memecat kami..”

“Berhentilah memukul ini. Anda seharusnya memukul Poong!” keluh yg lainnnya


“Bilang kepada makelar, kita mau menjual restoran di bawah. Kita jual saja!” ujar Chil-seong

“Ya, itu lebih baik! Pastikan Poong tidak membuka usaha di sini!”

“Jangan biarkan Poong membalas dendam. Masa bodoh dia dipecat dari hotel. Dia tidak berhak memecat kita seperti itu”


“Tapi perbuatan kalian juga salah!”

“Tapi kami tidak melakukan kesalahan. Selain Dong Sik yang mempermalukan kami karena bahunya dislokasi, kami tidak melakukan kesalahan”

“Hey! Kamu seharusnya memamerkan kemampuan memasakmu. Tapi kamu malah bersandiwara. Kamu tidak pandai membuat mi dengan tangan. Kamu malah terlalu banyak menggunakan kekuatanmu. Itu namanya bodoh, bukan kompeten!”


“Astaga, kalian iri karena hanya aku yang diakui oleh Poong? Astaga...”

“Aku mau kalian berlima memikirkan cara mencari nafkah. Itu PR kalian. Paham?!”


Setelah mengomeli rekan gengster-nya, Chil-seong berlari keluar.. hingga kahirnya menemukan Sae-woo yg tengah duduk di halte.


Sementara pada waktu yg bersamaan, kita melihat Poong yg sedang melamun di meja tempat Seung-ryong dan Dal-hee duduk sebelumnya..


Diam-diam, Chil-seong berjalan mendekati Sae-woo, lalu dia sembunyi dibalik poster. Namun gerak-geriknya yg sangat aneh, membuatnya ketahuan oleh Sae-woo..


Pada akhirnya, dia keluar dari persembunyian.. dan menyapa Sae-woo, seakan pertemuan ini tak disengaja. Dia bertanya: “Sudah operasi?”

“Tidak lama lagi...”

“Asal tahu saja, kami sangat berhati-hati dengan identitas debitur dan alasan pribadi mereka untuk meminjam uang..”

“Terima kasih. Omong-omong, berapa bunga yang harus kubayar?”

“Kamu sudah menelepon suamimu?”

“Bagaimana jika aku tidak bisa mengembalikan uangmu? Haruskah aku menjual tubuhku?”

“Ke mana?”

“Semacam bar?”

“Tidak ada yang akan membelimu”

“Kenapa?”

“Karena ada parasit di kepalamu...”
Advertisement


EmoticonEmoticon