6/13/2018

SINOPSIS About Time Episode 1 PART 2

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 1 BAGIAN 2


scene17356

Dalam ruang konsultasi, Lee Do-ha (Lee Sang-yoon) tengah bercerita tentang bunga... Yg menurutnya adalah benda yg paling berbahaya, karena banyak dihinggapi serangga beracun. Dalam salah satu kasus, duri bunga Mawar sampai membunuh ‘Rilke’ (nama seorang penyair) setelah luka tusuknya mengakibatkan penyakit septisemia.

Setelah cerita panjang lebar, Do-ha menggerutu pada di dokter: “Aku tidak mau percaya bahwa kamu mendapat gaji dengan mendengarkan orang sakit menceritakan kisah menarik...”

Dokter Park menjelaskan: “Bunga, angin, dan meja. Pengobatan yang menggambar peta kondisi pasien dengan membahas hal sehari-hari. Kita bisa menghubungkan hal yang terlintas di pikiranmu dan mencari tahu bagian otak mana yang menyebabkan masalah...”

“Itu tidak perlu. Lupakan cara itu!” sanggah Do-ha

“Meski tidak perlu obat teratur karena kondisimu tidak serius, kamu tidak boleh naik pesawat atau mengendarai mobil. Itu memengaruhi kehidupan sehari-harimu. Memecahkan masalah untuk gangguan kecemasan sangatlah penting. Mungkin butuh waktu lama, tapi kurasa ada bagusnya kamu mendapat konseling dan menjalani terapi perilaku kognitif...”  jelasnya


scene18851

Tiba-tiba dr.Park menerima panggilang masuk.. dia pun berbicara sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke meja. Dia mengambil pensil, untuk menceklis beberapa hal di catatannya..


scene18981

scene19241

Dalam suasana itu, tiba-tiab Do-ha seakan menjadi sangat sensitif.. mendengar suara ketukan, serta melihat tajamnya ujung pensil.. membuatnya teringat pada sebuah momen, ketika diirinya berjalan memasuki UGD..


scene19826

scene19956

Entah siapa.. namun dalam ingatannya, dia melihat seorang wanita yg terbaring, ada bekas luka sayat di pergelangan tangannya.. dan banyak bekas kasa berlumuran darah di samping bangsalnya.


scene20411

scene20541

Setelah panggilan telponnya selesai, dr. Park baru menyedari raut kecemasan di wajah Do-ha, dia pun lansgung bertanya: “Ada apa? Kamu baik-baik saja?”

Do-ha tak menjawab, dan tatapannya terus tertuju pada kotak berisikan banyak pensil.. maka bergegas, dr. Park mengambilnya.. 

Setelah itu, barulah Do-ha kembali sadar dan bisa bernafas lega, “Datanglah ke rumahku pekan ini. Aku akan aktif berpartisipasi..” ujarnya


scene20931

“Kamu harus pulang dengan menyetir sendiri. Itu tugas pertamamu...” pinta dr. Park

“Sepertinya ini akan melelahkan...” keluh Do-ha


scene21191

Berjalan keluar, Do-ha langsung diikuti oleh sekretarisnya, yaitu Woo-jin. Do-ha mengeluh, “Dia licik...”

“Siapa yang Anda maksud?”

“Kakakmu!” (Woo-jin itu adeknya dr. Park)

Do-ha kemudian cerita: “Aku kemari karena dia menawarkan teh, tapi sekarang dia ingin aku menjalani terapi dan pulang sendiri. Dia berusaha mengobatiku!”

Woo-ojin menjelaskan: “Soal itu... Bahkan saat masih kecil dia suka menyuruh, tapi dia melakukannya karena menyayangi Anda sebagai teman dan...”


scene21906

scene21971

Do-ha menghentikan langkahnya, dia tersenyum lalu berkata: “Woo Jin, kamu bersekolah di sekolah hukum. Pendapatanmu 60.000 dolar per tahun. Tapi kenapa kamu bodoh?! Pokoknya, sekarang aku akan menyetir mobilku!”

“Mau aku duduk di samping Anda?”

“Di sampingku? Kamu harus duduk di belakang!”

“Anda mengemudi untukku. Aku tidak boleh membiarkannya..”

“Karena itu, kurasa kamu tidak akan nyaman naik mobil yang kukemudikan. Lantas.. Kenapa kamu tidak bisa berpikir untuk pergi kesana duluan dengan cara naik taksi !?”

“Ide bagus. Maka aku akan membawa mobilnya ke lantai satu, lalu pergi dahulu...”


scene22946

scene23011

Woo-jin pun berjalan pergi, menninggalkan Do-ha yg hanya bisa menggeurutu kesal: “Mungkin dia sengaja melakukannya untuk membuatku marah...”


scene23141

Berada di RS yg sama.. Mi-ka bergegas berjalan pergi, karena harus mengejar bus yg akan datang, sekitar 4 menit lagi.


scene23206

Do-ha sendiri, tengah berusaha menyalakan mesin mobil.. demi menyelesaikan tugas pertamanya, yakni menyetir sendiri. Nampaknya dia gugup.. lebih dulu, dia menyetel musik klasik, kemudian menurunkan kaca mobil untuk sejenak menghirup udara segar.


scene23791

scene24116

Namun secara tiba-tiba.. perhatiannya teralihkan oleh sekelopak bunga, yg terbang melayang.. tepat menuju bagian depan mobilnya.

“Tet!!! Tet!!!!” suara klakson dari mobil belakang, membuatnya terperanjat kaget.. hingga spontan, dia menginjak pedal gas.


scene24701

scene24831

Sangat kebetulan.. karena Mi-ka tengah berjalan dibelakang mobilnya, sehingga pada saat itu badannya lansgung tertabrak dan dia pun terjatuh.


scene25871

Turun dari mobil, bukannya minta maaf.. Do-ha malah memarahinya: “Seharusnya orang minggir dari jalan mobil!”

“Hei, seharusnya mobil yang melindungi orang!”

“Kamu mendadak datang dari belakang!”

“Aku tidak melakukannya. Kamulah yang mundur mendadak! Kenapa kamu hanya memikirkan dirimu sendiri? Kamu orang kaya?”

“Karena itu kamu berdiri di depan mobil?!”

“Aku tidak terluka parah. Kamu cukup meminta maaf. Sepertinya aku butuh waktu lama untuk menerima permintaan maaf. Kamu beruntung karena hari ini aku terlambat!”


scene26131

Mi-ka berjalan pergi, namun Do-ha menahannya sambil berkata: “Aku tidak membiarkan orang lain menentukan aku beruntung atau tidak! Jika sikapmu begini, orang akan mengira ini tabrak lari. Ayo ke IGD!”

“Aku tidak terluka dan tidak akan berkata sebaliknya. Pergi saja!” tegas Mi-ka, yg kemudian berjalan dengan kakinya yg pincang


scene26586

scene26651

Do-ha tak bisa diam saja.. dia meminjam kursi roda dari seorang perawat dan memaksa Mi-ka untuk duduk disana.


scene27171

scene27236

“Apa yang kamu lakukan?!”

“Kamu tidak bisa berjalan, tapi mengaku baik-baik saja. Di kampung halamanku, jika kita mengabaikan masalah seperti ini, ini akan menyebabkan masalah besar. Tidak akan lama, kok..”

“Aku sungguh harus pergi!”

“Ikut aku jika kamu tidak berusaha membuat ini terkesan tabrak lari!”


scene27366

scene27496

Kemudian, Do-ha meminta bantuan perawat untuk mendorong kursi roda itu kedalam Rumah Sakit.. Meski Mi-ka menolak tapi Do-ha terus memaksanya..


scene27756

Beberapa saat kemudian, Mi-ka telah mendapatkan perawatan.. kakinya di bebat, nampaknay dia terkilir.


scene28081

Sementara Do-ha sendiri, dia tengah menelpon Woo-jin.. untuk menceritakan insiden yg barusan terjadi.


scene29121

Diluar hujan lumayan deras.. Mi-ka menghela nafas panjang, menyadari kalau dia akan terlambat dalam audisinya..

Do-ha menghampirinya, lalu berkata: “Dokter bilang itu hanya terkilir, jadi, kamu akan segera pulih jika tidak beraktivitas berlebihan. Jika kamu butuh sesuatu---”


scene29381

scene29511

“Aku tidak butuh apa pun, tapi terlambat untuk hal penting! Bantulah aku. Beri aku tumpangan!” pintanya

“Aku tidak mau!” jawabnya singkat

“Bantulah aku sedikit. Aku terlambat karena salahmu!” ujarnya

“Aku sudah bertanggung jawab secara hukum dan moneter!” tegasnya yg kemudian berjalan memasuki mobil.


scene29901

scene30421

Namun bergegas, Mi-ka ikut masuk kedalam mobil dan duduk disamping Do-ha: “Anggap ini tanggung jawab moral!” tegasnya

“Keluar dari mobilku!” 

“Aku tidak bisa. Aku mengancammu karena sedang putus asa. Bukankah tadi kamu bilang, konon jika kita mengabaikan masalah seperti ini, ini akan menyebabkan masalah besar? Jika kamu mengusirku dari mobil ini, aku akan menjadi penyebab masalah!”


scene30616

scene31136

Meski sempat menolak keras.. tapi pada akhirnya Do-ha membiarkan Mi-ka untuk menyeitr mobilnya. 

Cara menyetirnya yg sangat ngebut, membuat Do-ha panik sendiri, “Kamu mau mati?! Kuperingatkan untuk kali terakhir. Hentikan mobilnya!”

“Katamu terserah aku.. Kamu bisa salah paham jika aku langsung merebut mobil ini. Aku membantumu terbebas dari dakwaan tabrak lari. Kamu juga harus bekerja sama! Jangan cemas! Aku punya izin balapan dan belum pernah kecelakaan selama 10 tahun!” jelas Mi-ka dengan santainya


scene32176

scene32241

Dalam waktu sekejap, mereka pun riba di tempat Mi-ka audisi. Karena sangat buru-buru, tanpa disadari olehnya... Mi-ka tak sengaja mengambil kunci mobil bersama dengan ponselnya.

“Terima kasih banyak!” ucapnya sambil berlari keluar

“Berterimakasihlah dengan benar! Ucapan terima kasihmu tidak terasa tulus!” teriak Do-ha, yg kemudian tersadar kalau kuncinya terbawa oleh Mi-ka


scene32631

scene32956

Dalam kondisi kakinya yg pincang sebelah, Mi-ka berlari menuju ruang rias.. dimana telah banyak para peserta audisi lainnya yg tengah besiap-siap.


scene33281

scene33411

Ketika tengah berdandan.. Mi-ka baru tersadar, kalau dia tak sengaja memaabwa kunci mobilnya Do-ha. Namun pada waktu bersamaan, nomor urutannya dipanggil dan dia diminta untuk bersiap-siap karena sebentar lagi, gilirannya untuk masuk ruang audisi.


scene33736

scene33866

Mi-ka pun menarik nafas dalam-dalam.. dia melirik sisa waktu ditangannya, yakni: ‘104 hari, 21 jam, 42 menit, 6 detik’

Dengan penuh rasa optimis, dia menyemangati dirinya sendiri dengan berkata: “Mari melakukannya dengan baik, Mi Ka! Aku akan berusaha keras. Tanpa penyesalan!”

Advertisement


EmoticonEmoticon