6/21/2018

SINOPSIS About Time Episode 2 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 2 BAGIAN 3


Usai rapat.. Do-ha berolahraga sambil terus menggerutu, mengomentari sikap Jae-yoo. Dia pun bertanya pada Woo-jin: “Adakah orang sekaliber Jo Jae-yoo yang bisa kita pilih yang akan menguntungkan kita dan Grup Seongrak?”

“Dia sosok berpengaruh yang diakui secara global dan disukai oleh Zhang Qi Yang. Sepertinya dia tidak tergantikan..” jawab Woo-jin


“Bagaimana jika dia mendadak berhenti dari industri ini? Bagaimana jika dia berimigrasi? Haruskah kita membatalkan proyek?” cecar Woo-jin

“Maka kerugian kita... Ini akan menjadi bencana...” jawab Woo-jin


“Pikirmu aku tidak tahu?!” bentak Do-ha, “Aku akan memberimu tiga menit. Satu. Tutup mulutmu dan pikirkan suatu perubahan. Dua. Pikirkan orang yang bisa kita pilih selain Jo Jae-yoo. Dan gadis yang terus muncul itu. Jika dia menginginkan uang karena menyelamatkan nyawaku, berikan...!” ujar Do-ha yg tiba-tiba, seakan melihat kehadiran Mi-ka di cermin.. tapi nyatanya tidak ada...


Merasa terganggu, Do-ha langsung menyuruh Woo-jin untuk memanggil dokter Park ke rumah..


Selama sesi terapi, dokter Park menyebut beberapa hal dan Do-ha merespon dengan kata yg terpikir olehnya.

“Mobil...” direspon “Kecelakaan...”

“Pesawat...” direspon “Melompat...”

“Cinta pertama...” direspon “Luka...”

“Dapur...” direspon “Pisau...”


Dari hasil observasinya, dokter Park menjelaskan bahwa kondisi psikis Do-ha tengah berada pada kondisi yg sangat sensitif, tapi respon stress-nya masih sama seprti biasa. Maka dokter Park bertanya: “Kamu merasa kurang sehat?”

“Aku baik-baik saja, tapi aku merasakan hal aneh...” jawab Do-ha

“Contohnya?” tanya dr. Park

“Seperti ini... Saat terlalu sering melihat sesuatu, kita mulai melihatnya bahkan saat hal itu tidak ada...” jawab Do-ha

“Bisakah kamu memberiku contoh yang lebih spesifik?” pinta dr. Park

“Bukannya aku berhalusinasi. Aku hanya merasakannya...” ujar Do-ha


“Do Ha, sebelumnya sudah pernah kujelaskan.. Terapi bukan soal aku memberimu solusi, tapi proses menemukan penyebab melalui percakapan. ..” tutur dr. Park

“Aku bisa saja berkhayal saat lelah. Jika itu terjadi lagi, aku akan bicara lebih banyak...” ujar Do-ha

“Baiklah kalau begitu. Omong-omong,  Bagaimana kabar instruktur menyelam itu? Woo Jin bilang dia terus mencarimu. Hasil pindainya tampak normal. Memangnya dia ada sakit yg lain?” tanya dr. Park 


“Entahlah. Dia agak aneh...” jawab Woo-jin dengan dinginnya, tapi di monitor terlihat ada sedikit perubahan irama jantungnya (dia bohong?)

Dokter Park berusaha menggali informasi lebih dalam, dengan bertanya: “Aneh bagaimana?”


“Semuanya, bahkan pertemuan pertama kami di RS terasa aneh... Dia membuatku gugup dengan mendekat kepadaku. Dia kacau saat mabuk dan terkadang...” jelas Woo-jin dengan detak jantung yg makin lama, makin berdegup kencang.. hal itu terlihat jelas di monitor.

Dokter Park tersenyum, “Dari yang kudengar, kamu terganggu oleh Nona Choi. Bukan begitu?” godanya

“Dia hanya orang aneh, itu saja!” tegas Woo-jin

“Tapi jantungmu tidak sependapat dengan otakmu...” ujar dr. Park

“Jelaskan dengan bahasa yang bisa kupahami!” tukas Woo-jin, yg langsung mencopot alat pemantau detak jantungnya


“Aku tidak berhak mengatakan detailnya. Bagaimana jika kamu mengamati perasaanmu saat bersamanya? Kamu bisa merasa cemas, takut, atau hal lain... Omong-omong, kamu menyerangnya secara langsung. Mobil bisa mengingatkanmu akan kecelakaan dan pesawat bisa menyebabkan serangan panik, tapi kamu tidak bisa selalu menghindarinya. Kamu juga mengatasi rasa takut itu dengan cukup baik...” jelas dokter Park


Dengan penuh semangat, Mi-ka latihan bernyanyi dan menari.. di berbagai tempat, dan berbagai waktu selagi di bisa melakukannya.


“Choi Mi Ka akan lolos audisi ini! Aku akan mendapatkan Lee Do Ha dan peran di panggung itu. Pasti!!!!” tegasnya


Ketika rapat.. Jae-yoo melihat CV para pendaftar, salah satunya adalah CV milik Mi-ka.


Sementara Sung-hee, ponselnya terus bergetar.. banyak pendaftar yg mengeluhkan jawdwal audisi yg sangat mendadak.

“Meski aku memberi mereka lebih banyak waktu, aktor yang tidak berbakat tidak akan bisa lebih baik...” tukas Jae-yoo

“Ya, mereka harus mengikuti audisi dengan kemampuan dasar. Kita mencari aktor yang sudah hebat. Umumkan bahwa jika mereka sibuk, kita tidak menginginkan mereka...” jelas PD Kim

“Kita tidak perlu membuat pengumuman. Jika mengumumkan kita hanya butuh orang genius yang sudah hebat, tidak ada banyak aktor yang muncul dengan percaya diri...” ujar Sung-hee


“Ide bagus! Kalau begitu.. Audisi kita akan lebih singkat dan efektif. Kita harus membuat pengumuman itu!” tegas Jae-yoo yg seketika membuat Sung-hee mengernyit. Lantas, Jae-yoo bertanya padanya: “Apa sikapku menyebalkan?”


Sung-hee tertawa getir, “Tentu saja tidak... Aku hanya memikirkan alasanku melakukan ini dan bekerja sebagai asisten produksi padahal bukan orang genius...” ungkapnya

“Syukurlah tidak ada banyak orang genius sepertiku dan orang sepertimu punya keuntungan bisa berusaha lebih keras. Mungkin kamu punya peluang untuk sukses..” tutur Jae-yoo yg seketika membuat yg lain mengumpatnya dengan suara pelan


Dalam perjalanan menuju teater tempat audisi.. Do-ha berdebat kecil dengan Woo-jin. Dia ragu, apakah dirinya perlu datang kesana, setelah mengetahui sikap Jae-yoo yg sanat keras kepala itu. Tapi Woo-jin menegaskan, bahwa audisi ini merupakan agenda penting. Setidaknya, Do-ha bisa melihat lansgung prosesnya, meskipun dia tak bisa ikut campur dalam pemilihan pemain..


Berikutnya, Do-ha bertanya tentang supir, “Sudah lama aku menyuruhmu mencarinya. Apa sudah ada pendaftar?”

“Aku sudah menentukan tanggal wawancara, tapi sulit. Aku memberi mereka gaji mahal dan mereka punya jadwal rutin...” jelas Woo-jin

“Lantas.. Kenapa sulit mencari sopir baru?? Tanya Do-ha

“Anda tidak memercayai sopir dan memarahi mereka dari belakang. Anda dengan mudah mengganti sopir tiga atau empat kali sebulan. Anda memanfaatkan kekuasaan..” jawab Woo-jin, yg kemudian menggerutu: “Teganya Anda menjadikanku sebagai sekretaris dan sopir? Aku lulusan sekolah hukum...”

“Kau mau membantahku?!” bentak Woo-jin

“Aku akan diam dan menyetir dengan aman...” ucap Woo-jin dengan suara yg tergagap


Setelah Do-ha samapi di ruang teater, tak lama kemudian.. adusinya pun dimulai. Satu demi satu, peserta menunjukkan taletanya yg beragam dan unik di bidang musikal. Tapi sepertinya, tak ada yg berhasil memikat perhatian Do-ha atau pun Jae-yoo..


Hingga tibalah giliran Mi-ka.. sebelum menunjukkan aktingnya, dia memutuskan untuk memperlihatkan bakat bernyanyi sembari main piano.


Namun di waktu bersamaan, ponsel Jae-yoo berdering.. ada telpon masuk dari ‘Aktris Kim Joon-ah’, maka dia pun berjalan keluar untuk mengangkatnya..
Advertisement


EmoticonEmoticon