6/21/2018

SINOPSIS About Time Episode 2 PART 5

SINOPSIS About Time Episode 2 BAGIAN 5


Do-ha beranjak pergi, dia memarahi Woo-jin yg telah membiarkan Mi-ka masuk ruangannya.

Tapi dengan tergagap, Woo-jin bertanya: “Bagaimana jika dia bilang tidak mengingat kejadian di ranjang Anda di Hainan? Dia juga bilang tidak bisa menghubungi Anda. Apa yang harus kulakukan?”

Do-ha kesal, “Ada apa soal ranjangku?!” ujarnya


Pergi meninggalkan Mi-ka, Do-ho memilih untuk pulang dengan mengendarai mobilnya sendirian.

Mi-ka bergegas mengejarnya dengan menggunakan taksi. Dengan perasaan yg sangat resah, dia meminta supir untuk mengejar mobil Do-ha, jangan sampai tertinggal..


Sung-hee meng-sms nya, bertanya Mi-ka ada dimana? Tapi Mi-ka terlalu sibuk mengejar Do-ha dan tak sempat membalas sms itu.


Nekat.. Mi-ka berdiri menghadang mobil Do-ha, yg tentunya membuat Do-ha marah dan langsung mengomelinya: “Kamu gila! Ngapain kamu mengikutiku sampai sini!”

“Kumohon... Aku tidak akan menyita banyak waktumu. Jadi, dengarkan aku...” pinta Mi-ka

“Ini sudah tidak lucu. Minggir!” bentak Do-ha

“Aku akan menunggu hingga kamu keluar..” tegas Mi-ka


Akhirnya Do-ha turun dari mobil dan memberinya waktu 3 menit untuk bicara dengannya.

“Kamu pasti bertanya-tanya alasanku bersikap seperti ini. Aku sangat mengerti soal itu...”

“Cepat.. waktu 3 menit itu, tidaklah banyak. Jadi langsung katakan saja, apa maumu?!”


“Baiklah.. Jika kamu tidak mau menjadikanku sopir, maukah kamu berkencan denganku? Aku tahu ini sangat aneh. Tapi.. Kamu di luar jangkauanku, bahkan tidak tertarik kepadaku. Aku tahu semua itu. Kamu bisa memutuskanku kapan pun kamu mau. Jika kamu bosan denganku, aku tidak akan menahanmu dan langsung menghilang...”


“Kamu menyuruhku berselingkuh denganmu? Kamu lebih buruk daripada dugaanku. Kamu menyukaiku?”


“Aku membutuhkanmu...” 

“Itu bisa diartikan dalam banyak cara. Mungkin kamu membutuhkan latar belakangku atau mungkin saja uangku. Jika tidak...”

“Kumohon...”

“Maaf, tapi aku bukan orang yang merasa bersalah secara emosional atau membantu orang lain. Tidak seperti anak kaya lain, berselingkuh juga bukan hobiku. Aku sudah mendengar cukup banyak...”


“Kumohon...” ucap Mi-ka sambil meraih tangan Do-ha


Suasana serius ini.. tiba-tiba, terganggu oleh kedatangan tiga orang pria aneh, yg melontarkan kalimat ‘nyinyiran’ gak jelas..


Beberapa saat kemudian, mereka semuanya berada di kantor polisi. Ternyata.. 3 orang pria aneh itu adalah suruhannya Sung-hee dan Mi-ka baru mengetahuinya, karena dia baru membaca sms-nya.

Rencananya.. mereka bertiga ditugaskan untuk membuat ‘insiden’ kecil yg membuat Mi-ka memiliki kesempatan untuk menyelamatkan Do-ha.


Detektif yg bertugas menyusun laporannya, dia bertanya apak Mi-ka itu pacarnya Do-ha? Dan dengan sinisnya Do-ha bilang: “Bukan pacar, tapi dia adalah stalker-ku!”

Do-ha menyuruh si detektif untuk menyelesaikan pekerjaannya dengan benar.. menginterogasi ketiga orang aneh itu, hingga menemukan kesalahan apa saja yg mereka perbuat.  


Si detektif tak terima disuruh-suruh seperti itu. Dia menyuruh Do-ha untuk tetap tinggal dan ikut diinterogasi, karena sesuai aturan yg berlaku.. kedua belah pihak, baik itu korban dan tersangka.. harus ada ditempat selama proses interogasi berlangsung,

Melerai perdebatan.. Mi-ka yg merasa bersalah, meminta semuanya dibebaskan dengan menyatakan bahwa dirinya yg akan menjelaskan semuanya.

Tapi si detektif ini, sangatlah berpegang teguh pada aturan.. dengan tegas dia mengharuskan semuanya untuk tetap berada disini.

Do-ha menelpon Woo-jin, tapi sialnya.. Woo-jin tak mengangkat telponnya. Maka dia pun menyuruh si detektif untuk menelpon, kuasa hukum Grup MK.


“Telpon saja sendiri.. atau anda bisa menunggu disana sampai pengacara anda tiba!” tegas si detektif

“Kau menyuruhku menunggu disini.. bersama dengan perjahat-penjahat itu?!” keluh Do-ha

Si detetif tak merasa terintimidasi oleh sikap Do-ha, dia justru balik membentaknya yg bertingkah songong hanya karena berasal dari keluarga konglomerat!

Tak bisa mengelak.. akhirnya Do-ha mengeluh dan menruti perintah si detektif.


Beberapa saat berlalu.. Mi-ka yg menemani Do-ha, duduk disampingnya, perlahan mulai mengantuk.


“Kok bisa, dalam suasana seperti ini kamu mengantuk..” sindir Do-ha

“3 hari belakanganan ini, aku tak bisa tidur.. karena harus berlatih untuk audisi dan mengikutimu. Aku merasa sangat mengantuk hingga hampir pingsan...” tutur Mi-ka yg perlahan memejamkan matanya, terlelap tidur


Do-ha bergegas pergi, Mi-ka meraih tangannya dan berkata: “Kumohon jangan pergi..”

“Kamu bilang ‘maaf’ dan ‘kumohon’ setiap kali bicara denganku. Bukankah ini tidak sopan?” ujar Do-ha

“Aku pun tidak mau melakukan ini, tapi aku tidak bisa hidup tanpamu. Entah kenapa harus kamu, tapi hanya kamu yang kumiliki. Kamu harapan dan penyelamatku. Jadi, jangan pergi...” jelas Mi-ka dengan suara yg bergetar dan mata yg berkaca-kaca


Ternyata kejadian barusan, hanyalah mimpinya Mi-ka. Realitanya sekarang.. Mi-ka tengah tertidur dalam posisi bersandar di bahunya Do-ha, sambil terus berkata: “Jangan pergi..”

“Bahkan dia memimpikannya..” komen Do-ha


Tiba-tiba.. perhatian Do-han tertuju pada sekelopak daun yg terbang di sekitar ruangan tempatnya berada. 


Namun tangan Mi-ka yg menggenggam tangannya, langsung membuat Do-ha menghalihkan perhatiannya.. melirik Mi-ka yg kini meneteskan air mata dalam tidurnya.

“Kenapa kamu sangat putus asa...” ucap Do-ha yg perlahan menggenggam tangan Mi-ka sambil berkata: “Jangan salah paham. Aku hanya membalas budimu karena menyelamatkanku di laut....”


Pada momen ini lah, kita melihat keajaiban lainnya.. Jam di tangan Mi-ka berjalan kembali.. sisa waktunya tak berkurang, tapi malah bertambah..


[ 93 hari 10 jam 25 menit 26 detik ]


[ 93 hari 10 jam 26 menit 31 detik ]

1 komentar

  1. Ini sepertinya bagus min,,,tp pemain utamanya kurang menarik,,,knp kok blm lanjut min

    BalasHapus


EmoticonEmoticon