6/12/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 20 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 20 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 20 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 20 Part 3

Jun-ki menemui bos-nya, untuk mengutarakan keinginannya meluruskan skandal kencannya dengan Cindy, “Aku mencintai orang lain. Kurasa ini tidak adil untuknya..”


a_2

a_3

“Jun Ki, kamu sungguh romantis. Jangan seromantis itu. Kamu merasa berhak bersikap romantis?”

“Pak, maksudku---”

“Setiap tahun, banyak aktor meredup setelah bekerja satu kali. Pikirmu kamu terkecuali?”

“Aku akan bekerja keras!”

“Jika kerja keras saja cukup, semua orang akan menjadi bintang. Kamu tahu kenapa orang gagal?  Mereka kekurangan keberuntungan dan peluang. Kamu diberi peluang sekali seumur hidup, tapi ingin melepasnya? Baiklah. Silakan sangkal di depan reporter. Tapi begitu kamu menyangkalnya, kontrakmu batal... dan Kamu harus tinggal di tempat lain”

“Apa? Aku harus pindah?”

“Pasti ada banyak reporter di depan rumahmu saat ini. Rumor ini harus berlangsung minimal sepekan..”

a_4

Demi kelangsungan karir.. Jun-ki menuruti saran dari bosnya. Dia meninggalkan penginapan Waikiki dan tinggal si sebuah apartemen..

a_5

a_6

Jun-ki masih berusaha untuk mengontak Seo-jin.. tapi sayangnya, Seo-jin memilih untuk benar-benar mengabaikannya...

a_7

a_8

Ketika tim-nya tengah rapat, lagi-lagi... Dong-gu terlihat begitu serius hingga membuat Suradara menduga kalau dia tengah memiliki ide brilian lainnya. Ketika ditanya ada apa? Spontan, Dong-gu menyebut kata ‘AYAH!’

a_9

a_10

Sutradara bertepuk tangan, dia lansgung mengambil kata dari Dong-gu sebagai ide tambahan dalam film-nya: “Jadi, karakter utama berhasil membunuh pria itu, tapi ternyata pria itu ayahnya? Menarik...”

“Tokoh utamanya orang Korea. Kenapa ayahnya orang Arab?” sahut anggota tim lainnya

a_12

a_11

“Kenapa tidak? Dia diadopsi saat bayi dan tersesat saat bermain di luar. Lalu kebetulan dia naik kapal ke Korea..” jelas Pak Suradara, “Dong Gu, kamu berhasil lagi. Aku akan pensiun setelah film ini. Kamu bisa menjadi sutradara. Jika kalian butuh bantuan, tanyalah Dong Gu. Dia punya wewenang sebesar aku mulai sekarang. Sutradara Kang, aku mengandalkanmu!” tambahnya

a_13

a_14

Ketika berjalan pulang.. Dong-gu melewati mesin boneka, dimana terdapat boneka bayi hiu kesukaannya Sol. Kala itu, Dong-gu sedang sibuk.. tapi dia menyempatkan waktu serta uangnya demi mendapatkan boneka tersebut.

a_15

a_16

Dengan bangganya, Dong-gu masuk kedalam rumah setelah berhasil memenangkan bonekanya dengan susah payah. Tapi senyumannya raib, seketika dia melihat begitu banyak mainan dan boneka baru yg tersimpan di ruang tengah,,

a_17

Yoona menghampirinya, menjelaskan bahwa itu semua dari ayahnya Sol. Dong-gu nampak begitu sedih.. dia pun menyembunyikan boneka yg dibawanya, dan buru-buru masuk kamar dengan alasan harus mengambil barang dan pergi lagi...

a_18

a_19

Soo-ah masih sibuk mencari kertas ramalannya yg hilang entah kemana. Sikapnya sangat panik dan hektik, hingga membuat Du-shik mempertanyakan barapa pa aug dicari olehnya?

“Apa yang kamu cari?”

“Sudah kubilang bukan urusanmu, dasar babun!”

“Babun? Kamu sudah gila?”

“Aku tidak boleh mengumpat di depan Sol!”

a_20

a_21

Du-shik menemukan remasan kertas yg tengah di genggam oleh Sol. Dia hendak membukanya, namun Soo-ah buru-buru merebutnya dan langsung menelannya bulat-bulat.. membuat Du-shik khawatir sekaligus takjub padanya..

“Soo Ah. Apa yang kamu lakukan? Apa-apaan kamu? Kamu makan kertas? Sungguh?”

“Lihat. Aku menelan semuanya. Memangnya kenapa?”

“Benar-benar gila. Dia gila...”

a_22

Soo-ah tertawa cekikikan, karena berhasil menyembunyikan kertas itu di teman yg sangat aman.. hingga tak memungkinkan Du-shik untuk memmbaca isinya.

Tapi tiba-tiba.. perutnya terasa begitu nyeri, hingga membuatnya pingsan seketika~~~

a_23

a_24

Sesaat kemudian, dia siuman dan posisinya telah terbaring di ruang IGD Rumah Sakit. Kepada dokter dia cerita, kalau kemarin malam dia minum luamyan banyak.. kemudian Du-shik menambahkan informasi mengenai Soo-ah yg baru saja memakan kertas gambar..

Dokter hanya bisa geleng-gelang kepala mendengarnya.. dia pun merekomendasikan Soo-ah untuk tes darah dan endoskopi.

a_25

a_26

Dalamm ruang tes.. masih ada seorang pasien yg baru selesai endoskopi dan masih dibawah pengaruh bius hingga membuatnya bicara melantur dan tak mau melepaskan selang dari genggaman tangannya..

Setelah selangnya dia lepas, barulah giliran Soo-ah yg masuk kedalam ruangan tersebut..

a_27

Sebelum diberi obat bius.. Soo-ah sempat mengomel, megatakan kalau obat bius tak begitu mempan untuknya. Tapi ternyata, baru sebentar sungkupnya dipasang, dia lansgung tak sadarkan diri...

a_28

a_29

Proses endooskopi hendak dimulai.. alat pun telah siap untuk dimasukkan. Tapi sangat mengejutkan.. karena tiba-tiba, Soo-ah kembali siuman tpi dalam kondisi setengah sadar dan dia berbicara hal yg aneh-aneh.

a_30

Setelah menyanyi ini dan itu.. Soo-ah kemudian bilang, dia mau diperiksa.. asalkan Du-shik ada bersamanya disini.

a_31

Maka suster segera memanggil Du-shik untuk masuk kedalam ruang periksa. Melihatnya membuat Soo-ah tersenyum cekikikan, “Ada yang ingin kusampaikan kepadamu...” ucapnya

“Apa? Cepat katakan!”

a_32

a_33

“Du-shik.. Begini, kurasa aku menyukaimu. Min Soo Ah menyukai Bong Du Shik. Sangat suka!”

a_34

Du-shik kaget.. sementara yg lainnya malah tertawa, karena ini pertama kalinya ada seseorang yg menyatakan perasaannya dalam ruang endoskopi..

a_35


“Tidak. Selain infeksi ringan di perut, Anda baik-baik saja” jawab suster sambil menahan senyumnya, membuat Soo-ah bertanya ada apa?

“Anda menyatakan perasaan kepada teman Anda..”

“Apa? Menyatakan perasaan? Kepada siapa?”

“Kurasa marganya Bong.”

“Bong Du Shik?”

“Ya. Itu namanya”

a_36

a_37

“Maksudnya, aku menyatakan perasaan kepada Bong Du Shik? Bagaimana bisa? Yang benar saja. Aku pasti gila. Aku gila. Memalukan sekali. Bagaimana aku akan menghadapinya?”

a_38

Dong-gu tengah terduduk sendirian di kamarnya, sambil memerhatikan boneka  bayi hiu ditangannya. Tiba-tiba, posnelnya berdering...

a_39

Ternyata.. yg menelponnya adalah ayah Sol yg mengejaknya bertemu di sebuah restoran..

“Maaf meneleponmu secara mendadak”

“Tidak apa-apa. Tapi kenapa kamu ingin bicara denganku?”

“Aku ingin berterima kasih karena kamu menjaga Yoon Ah dan Sol”

“Kamu tidak perlu berterima kasih kepadaku soal itu”

“Aku sangat ingin menyampaikan rasa terima kasihku”

a_40

a_41

Ayahnya Sol memberikan sebuah amplop.. membuat Dong-gu mengira, itu berisi uang, seperti yg sering dia tonton di drama. Tapi ketikadibuka.. ternya berisi sepucuk surat.

“Aku tidak bisa mengungkapkannya secara lisan...” jelas ayahnya Sol yg kemudian mengungkapkan bahwa dia ingin kepada Yoona karena dia masih mencintainya.

“Cinta?! Maka seharusnya kamu tidak meninggalkannya. Kamu tidak tahu seperti apa hidup Yoon Ah selama ini. Beraninya kamu bilang ingin menjaganya sekarang?”

a_42

“Aku tahu aku pengecut. Aku tahu sikapku tidak termaafkan. Itu sebabnya aku ingin menebus kesalahanku kepada Yoon Ah dan Sol walau terlambat. Bisa bantu aku, Dong Gu?”

“Kamu terlalu banyak menonton drama. Kamu pikir aku akan berkata, ‘Begitu rupanya. Sol pasti lebih memilih ayah yang kaya daripada orang tidak berguna sepertiku’, ‘Ini menyedihkan, tapi aku akan merelakan mereka’?? Dengarlah baik-baik. Aku akan melindungi Yoon Ah dan Sol bagaimanapun caranya. Jadi, jangan menghubungi mereka lagi!”

a_43

a_44

Di rumah.. Du-shik duduk sendirian, merenung mengingat perkataan Soo-ah kepadanya tadi, yg membuatnya bertanya-tanya: “Apa benar.. Soo-ah menyukaiku???”

a_45

Tak lama kemudian Dong-gu pulang dan lansgung mengajaknya minum-minum.. dan bersamaan dengan itu, Jun-ki menelpon untuk mengajaknya minum-minum juga...

a_46

Mereka pun pergi ke apartemen Jun-ki sambil membawa banyak cemilan dan minuman. Seakan berusaha untuk mengusir kegundahannya masing-masing, dengan semangat Jun-ki mengajak mereka berrteriak mengatakan ‘Kkka-jaaa!!!’ (artinya: AYO!!!)

a_47

Di waktu yg bersamaan.. para wanita penghuni Waikiki tengah berkumpul di tengah rumah.. dan kompaknya, mereka semua menunjukkan raut wajah yg begitu murung. Akhirnya, Seo-jin mengusulkan untuk minum-minum.. mereka setuju, meski Soo-ah hanya bisa minum soda karena kondisi lambungnya yg masih bermasalah.

a_48

Jun-ki curhat duluan. Menceritakan hhubungannya dengan Seo-jin yg tengah merenggang. Song-gu mengingatkan.. kalau sampe putus, maka Jun-ki akan mati ditangannya. Dan dengan tegas, Jun-ki menyatakan kalau dia tak ingin putus dari Seo-jin.

a_49

Seo-jin sendiri.. tengah menceritakan hal yg sama pada yg lainnya, “Kurasa dia tidak menyukaiku sebesar aku menyukainya. Aku merasa cintaku bertepuk sebelah tangan...” ungkapnya lirih

“Kenapa? Menurutku, Jun Ki yang lebih menyukaimu”

“Entahlah. Aku tidak tahu. Benar-benar tidak tahu...”
Advertisement


EmoticonEmoticon