6/12/2018

SINOPSIS Eulachacha Waikiki Episode 20 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Laughter in Waikiki Episode 20 BAGIAN 3


Berikutnya, giliran Dong-gu yg curhat, “Aku sedikit resah” ungkapnya

“Kenapa? Kamu resah setelah ayahnya Sol muncul? Kamu khawatir, Yoona akan balikan dengan dia?”

“Bukan begitu... Tapi dia ayah kandung Sol. Dia juga mapan..” ungkap Dong-gu yg kemudian cerita betapa pedih perasaannya, ketika Sol menyebut pria itu ayah..

a_2

a_3

Karena kerjaannya, Dong-gu akan pergi ke Dubai selama sebulan. Dan hal itu makin membuatnya gelisah.. takut, jika Sol akan melupakannya.

“Jika begitu, lamarlah dia!” celetuk Jun-ki

“Aku tidak cukup mapan untuk melamarnya..” ujar Dong-gu

a_4

Sambil tiduran bertiga.. So-jin bertanya pada Yoona: “Pernahkah kamu menyesal berkencan dengan kakakku?”

“Tidak. Aku tidak pernah menyesal..” jawab Yoona, “Dong-gu memang tidak berbakat, berpikiran sempit, dan mudah marah. Jadi, dia seperti anak kecil, tapi dia mencintaiku melebihi apa pun di dunia ini. Kelihatan dari matanya. Aku melihat bagaimana dia memedulikan dan mencintaiku. Itu cukup bagiku...”

a_5

“Astaga, menggelikan. Sepertinya aku akan sakit lagi...” celetuk Soo-ah, sementara Seo-jin malah penasaran dengan kata-kata Yoona yg membuatnya bertanya: “Maksudmu, kamu bisa mengetahuinya dengan menatap matanya saja?”

“Yaa begitulah..” jawab Yoona

Tiba-tiba, Soo-ah berkata: “Astaga.. cinta memang sangat rumit”, membuat Seo-jin bertany aapakah belakangan ini, Soo-ah sedang menyukai seseroang?

a_6

Bebergagas Soo-ah menjawab tidak.. sementara Yoona yg telah mabuk, malah mengajaknya main petak umpet.

a_7

a_8

a_9

Karena hanya Soo-ah yg tak mabuk.. maka dia disuruh jaga, sementara Seo-jin dan Yoona bersembunyi.. seperti anak kecil..

a_10

Sikap Dong-gu yg merasa rendah diri, karena tak cukup mapan.. membuatnya jadi bahan ledekan yg lain. Dia disebut sebagai seorang pengecut..

Tapi kemudian, Dong-gu membalikkan kata itu kepada Jun-ki, “Kamu bukan Kim Soo Hyun atau Gong Yoo. Padahal kamu tidak akan merugi, tapi kamu pengecut. Kamu menolak bantuan agar bisa sukses sendiri, tapi itu bohong besar...”

Jun-ki merasa tersindir dengan kalimat itu pun. Dengan suara terdengar lirih, dia berkata: “Sejak kapan aku pengecut begini?.. Aku memang orang paling tidak berguna di dunia ini...”

“Normalkah menjalani hidup seperti ini? Ini membuatku agak sedih. Aku tidak menyangka kita akan berubah...”

a_11

a_12

a_13

Kemudian, Du-shik menceritakan tentang Soo-ah yg punya perasaan untuknya. Mendengarnya sontak membuat Dong-gu dan Jun-ki terkejut, mereka tak mempercaiyanya dan menganggapnya sebagai suatu hal yg mustahil.

“Kenapa mustahil? Soo Ah itu luar biasa. Dia keren dan cantik. Dia juga polos...” ujar Du-shik

a_14

a_15

Keesokan paginya,, Jun-ki mengenakan gelang kumis dari Seo-jin, sambil mengenang memori manis ketika mereka masih menjalin hubungan romantis, tanpa banyak beban seperti sekarang.

a_16

a_17

a_18

Dengan mengenakan setelah jas rapi, Jun-ki berjalan meninggalkan apartemennya. Tapi sebelum itu, dia sempat berpamitan pada manajernya.

“Kamu mau ke mana?”

“Aku akan menemui penggemarku...”

“Apa maksudmu? Bagaimana rapat dengan direkturnya?”

“Tidak penting. Batalkan saja kontraknya jika mau”

“Kenapa tiba-tiba?’

“Aku akan menjalani hidupku seperti sebelumnya. Tanpa rencana atau bersikap dewasa. Aku tidak mau menjadi pengecut...”

a_19

Soo-ah terbangun karena bau kentutnya sendiri. Tapi tak lama kemudian,terdengar suara langkah Du-shik, maka bergegas Soo-ah pura-pura tidur kembali.

a_20

a_21

Suasana diantara mereka, terasa begitu canggung.. Niatnya Du-shik akan lansgung masuk kamar saja. Tapi tak sengaja, dia menjatuhkan ponselnya tepat diatas kepala Soo-ah.

a_22

a_23

Soo-ah tak ingin bangun.. tapi ponsel  Du-shik tiba-tiba berdering, yg membuatnya terpaksa bangun dan menyapa Du-shik duluan.

Mereka tak sempat mengobrol apa pun, karena Jun-ki menelppon Du-shik untuk meminta bantuannya.

a_24

Beberapa saat kemudian, Soo-ah tiba di tempat  Seo-jin berada. Dia menawarkan tumpang, dan Seo-jin menolak... tapi karena terus dipaksa, akhirnya Seo-jin bersedia ikut dengannya.

a_25

Selanjutnya, muncullah Du-shik yg sengaja memberikan lollipop, supaya tangan Seo-jin terulur dan terjepit di jendela mobil.

a_26

Seo-jin kesal dan marah, “Apa-apaan kalian? Kita mau ke mana?” tanyanya

“Jun Ki meminta kami menculikmu. Jadi, tenanglah...” jawab Du-shik

a_27

Yoona sengaja mengendarai sebuah truk untuk mengembalikan mainan yg diberikan ayahnya Sol.

a_28

a_29

“Aku mengerti perasaanmu. Aku juga mengerti kamu sungguh menyesal. Tapi apa pun yang kamu perbuat, aku tidak akan berubah pikiran. Aku sangat mencintai Dong Gu. Aku telah banyak menderita, tapi dia membantuku bangkit. Bahkan aku tidak menyalahkanmu lagi. Sungguh. Sejak aku dan Sol bertemu dengan Dong Gu... Maksudku, sejak bertemu dengan keluarga itu, kami sungguh bahagia. Jadi, simpan saja kenangan indah kita. Jika kamu terus mendesakku, kenangan indah kita pun bisa rusak. Bukankah itu terlalu tragis?” ungkapnya, “Aku pamit. Hubungi aku jika kamu merindukan Sol...”

a_30

a_31

a_32

Ketika tim-nya tengah mempersiapkan seluruh barang untuk dibawa ke Dubai, tak sengaja Dong-gu menemukan boneka bayi hiu dalam tas-nya, yang seketika langsung membuatnya teringat kenangannya bersama dengan Yoona dan Sol..

a_33

Dong-gu menghampiri Sutrasanya, “Pak ada yg ingin kubicarakan...”

a_34

Ternyata.. Jun-ki minta bantuan Du-shik dan Soo-ah untuk membawa Seo-jin ke gedung tempatnya mengadakan konferensi pers.

a_35

a_36

Jun-ki masuk dan lansgung berdiri di podium untuk menjelaskan semuanya kepada para wartawan.

“Halo. Aku aktor Lee Jun Ki. Terima kasih telah berkenan datang mendadak. Aku ingin mengklarifikasi tentang rumor hubunganku dan Cindy...”

a_37

a_38

Mendadak, satu per-satu ponsel para wartawan berdering.. ada broadcast berita mengejutkan: ‘Cindy akan menikah dan tengah hamil 3 bulan. Cindy akan menikah dengan aktor Lee Min Seok!’

a_39

Maka detik itu juga, para wartawan bangkit dan berlariang pergi meninggalkan gedung, meski mereka beum selesai mendengar penjelasan dari Jun-ki.

a_40

a_41

Jun-ki mencoba berteriak menahan mereka.. namun dia diacuhkan..

a_42

Melihat situasi ini, membuat Soo-an dan Du-shik memberikan komentar sinis,

“Padahal kamu sudah berlagak. Ini memalukan...”

“Inikah yang ingin kamu tunjukkan kepadanya?”

a_43

a_44

a_45

Seo-jin hendak pergi, namuan Jun-ki bergegas mengejarnya..

“Seo Jin. Jangan pergi begitu saja. Aku berniat mengabari semua reporter bahwa kamu pacarku dan tidak ada hubungan antara aku dan Cindy”

“Kamu bodoh? Memangnya aku memintamu melakukan itu?”

“Bukan ini maumu? Lalu apa?”

“Kamu bodoh sekali!”

a_46

“Maafkan aku. Aku memang pengecut. Tapi aku menyadari hal terpenting bagiku. Yaitu kamu...”

“Kamu yakin?”

“Seo Jin. Aku mencintaimu...”

“Akhirnya aku bisa sedikit melihatnya...”

“Maksudmu?”

“Kata orang, kepedulian seseorang bisa terlihat dari tatapan matanya. Dan aku mulai melihatnya sedikit...”

a_47

Melihat interaksi mereka, membuat Soo-ah berkomentar: “Mereka sungguh serasi. Kenapa mereka sering bertengkar jika saling menyukai?”

Dengan kikuknya,, Du-shik mengajak Soo-ah makan siang bersamanya,

“Mau pergi ke restoran yang bagus untuk makan?”

“Hanya berdua?”

“Kenapa? Memangnya teman tidak boleh makan bersama?”

“Benar juga...”

a_48

a_49

a_50

Berjalan pergi, Du-shik merangkul Soo-ah.. yg tentunya membuat suasana agak ‘intim’. Kemudian ketika ulai berjalan.. tangan mereka hampir saling bergenggaman.. tapi mungkin terlalu canggung, hingga akhirnya, hanya bersentuhan saja...
Advertisement


EmoticonEmoticon