6/12/2018

SINOPSIS My Mister Episode 13 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 13 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 12 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 13 Part 2

Pulang bersama... Dong-hoon dan Ji-an berjalan berdampingan, namun tak ada sepatah kata pun yg keluar dari bibir mereka.

a_2

a_3

Dong-hoon merenung, teringat cerita Direktur Jung yg dengan rinci menjelaskan seluruh kalimat yg diucapkan Ji-an selama wawancara, yg sebagian besar memujinya.

a_4

a_5

Membuka pembicaraan, Ji-an bertanya: “Aneh.. kenapa hari ini, kamu berjalan dengan sangat lamban?”

“Karena udaranya tidak dingin..” jawab Dong-hoon

“Jadi selama ini, kamu berjalan cepat.. bukan karena merasa tak nyaman ketika berada di dekatku?” tanya Ji-an, tapi Dong-hoon memilih untuk tak menjawabnya

a_6

Mereka pun tiba di depan rumah Ji-an. Dong-hoon pamit, dan lansgung berjalan pergi.

a_7

Namun seketika, langkahnya terhenti. Ketika mendengar sebuah permintaan dari Ji-an: “Boleh aku memelukmu sekali saja? Aku ingin kau lebih semangat.. jadi aku ingin memelukmu...”

a_8

a_9

Beberapa detik, Dong-hoon menatapnya.. lalu dia mengatakan: “Aku sudah merasa bersemangat. Terimakasih...”, kemudian dia pun berjalan pergi meninggalkan JI-an yg hanya bisa diam, melihat kepergiannya.

a_10

Tak lama setelah Dong-hoon pergi, Ji-an turun ke bawah, menemui Joon-young yg telah menunggunya.

Dengan intonasi sinis, Joon-young menyindirnya: “Jadi kalian memang menjalani hubungan dimana dia mengantarmu pulang?!”

“Kau penasaran gara-gara itu, makanya kau kesini?” tanya Ji-an dengan tenangnya

a_11

Joon-young emosi, dan tangannya lansgung menampar pipi Ji-an dengan cukup keras.

“Kau menerima uangku, dan janji akan membuat Park Dong Hoon dipecat... tapi nyatanya kau mencoba membuatku dipecat? Pikirmu aku melakukan semua itu cuma buat terima gaji CEO selama 2 tahun? Kau terlalu meremehkan masalah ini. Kau pasti mengira dunia orang dewasa itu lelucon, 'kan? Menghilanglah kau diam-diam. Apa aku juga perlu melihat kalian berdua berkencan di kantor? Aku tidak ingin melihatmu lagi!” jelasnya dengan tegas

a_12

a_13

Joon-young hendak pergi, namun Ji-an menghentikannya dengan memaparkan: “Kalau aku pergi, siapa yang tahu kau akan berbuat apa pada Park Dong Hoon? Aku akan mengundurkan diri dari kantor... setelah aku melihat Park Dong Hoon membuatmu dipecat!”

“Kau pasti mengira kau membantu Park Dong Hoon, ya? Tapi kaulah orang yang membuat Direktur Park dipecat... dan orang yang membuat Park Dong Hoon jadi terlibat itu kau. Kalau orang tahu semua ini, kau mau bagaimana? Bagaimana nanti reaksi orang kalau tahu ini... rencana kalian berdua, atau rencanamu sendiri? Intinya, semua orang sudah tahu kau menyukai Park Dong Hoon.  Bagaimana Park Dong Hoon bisa mengatasi ini jika aku membongkarnya? Karena, ada tindakan yang salah saja, dia yang akan menanggung kesalahannya. Aku juga korban. Aku ketahuan olehmu, dan diperas olehmu. Dan orang yang minta uang dariku, dan janji... akan membuat Direktur Park dipecat itu... adalah kau! Jadi tutup mulutmu!!!” jelas Joon-young

“Jika kau mau membongkarnya, bongkar saja!” tukas Ji-an yg kemudian memutarkan rekaman suara Joon-young yg memerintahnya mendekati Dong-hoon
a_14

a_15

Joon-young geram, “Kau merekamku?!”

“Pikirmu aku tidak akan melakukannya?! Menghilanglah diam-diam sementara Park Dong Hoon menjadi pria terhormat. Sebelum kubongkar semuanya dari awal hingga akhir!” ancam Ji-an

“Jadi, kau mau cari mati, ya?!” bentak Joon-young, namun Ji-an tak takut sedikit pun dan memilih untuk berjalan pergi meinggalkannya begitu saja
a_16

a_17

Sesampainya di rumah, Dong-hoon langsung berjalan lurus menuju kamarnya. Tapi Yeon-hee terus menawarinya minum kopi.. Dong-hoon tak bisa menolak, maka dia pun duduk, tapi minta dibuatkan teh saja.
a_18

Duduk berhadapan,, Yeon-hee bertanya: “Jadi kapan pengumuman direktur baru keluar?”

“Minggu depan..” jawabnya

“Kau pasti jadi direktur. Pasti itu! Dan aku pasti senang kalau kau jadi direktur...” ungkap Yeon-hee

a_19

a_20

Keesokan harinya.. kita melihat para direktur yg berada di kubu Joon-young berkumpul mendiskusikan insiden kemarin. Semuanya kompak menyalahkan Direktur Yoon, yg punya ide duluan untuk menarik Ji-an ke ruang wawancara,

Yoon membela diri, dengan menjelaskan bahwa dia tak pernah menyangka bahwa Ji-an akan membuat suasana menjadi seperti ini.

Namun yg terjadi tak akan bisa dirubah.. sekarang, Dong-hoon makin memiliki banyak poin lebih di hadapan presdir Jang, yg nampak begitu tertarik padanya.

a_21

a_22

Berjalan meninggalkan ruangan, Direktur Yoon menghentikan langkahnya tepat di depan meja Ji-an. Lalu dengan sinis, dia membentaknya.. serta menyindirinya dengan begitu keji.

Ji-an mengacuhkannya, hingga membuat Direktur Yoon malah makin menjad-jadi. Dia menggeurutu memarahi para pekerja lainnya, menyindir mereka yg sebelumnya.. kompak ingin memecat Ji-an, tapi tiba-tiba  berubah, “Aku tahu.. aku yakin.. pasti ada sesuatu! Pasti kalian bersekongkol!” bentaknya

a_23

a_24

Spontan, Deputi Ahn berteriak: “Saya.. menyukai Lee Ji-an!”

Direktur Yoon menatapnya tajam, lalu mendumel kesal: “Apa kalian semua bersekongkol untuk melawanku! Hei, Tim Tiga! Aku benci Tim Tiga! Aku bahkan benci nomor tiga sekarang! Dasar gila!”

a_25

a_26

Setelah dibentak dan dimaki.. Ji-an bersikap sangat tenang.. namun tidak dengan Dong-hoon, yg kelihatannya begitu emosi. Dia ingin mengejar Direktur yoon, tapi para pegawai menghentikannya..

a_27

“Tolong, jangan. Nanti akan terlihat aneh... Anda harus menjauhkan diri dari Ji An untuk sementara ini Semakin Anda peduli sama dia, semakin aneh nanti..”

“Apanya yang aneh? Kalau kau jadi dia, apa aku bakal diam saja?!”

a_28

Sepanjang jalan.. Dong-hoon diam saja, memalingkan wajah dari yang lainnya. Hingga tiba-tiba, ponselnya berdering..

a_29

a_30

(mantan) Direktur Park mengajaknya bertemu.. dan dari tempat kerja, Ji-an pun mengetahui hal itu (karena dia masih menyadap ponselnya Dong-hoon)

a_31

Joon-young berjalan meninggalkan kantor, sambil memasang ekspresi yg keliahtannya memandam amarah begitu besar.. sesekali, dia sempat melirik Ji-an dengan tatapannya yg begitu tajam.

a_32

Kim Dae-ri melihatnya.. maka setelah Joon-young pergi, dia pun menghampiri Ji-an lalu mengomelinya dengan sinis:

“Apa karena kau menghormatinya (Dong-hoon), kau menciumnya? Jujur, kau membuatku takut. Kenapa kau hebat sekali bisa begini? Kau sepertinya tidak menyadari apa yang dipertaruhkan di sini. Kau itu hanya mengira kau membantu Manajer Park Dong Hoon... agar menjadi direktur, 'kan? Tapi bukan itu tepatnya. Orang yang tinggi disana itu... si CEO, yang barusan keluar sambil memasang wajah marah... kaulah orang yang akan membuatnya dipecat. Kau mengerti maksudku? Itulah yang jadi taruhannya di sini, Nak. Jika kau mencoba cari-cari masalah lagi... maka nanti akan ada masalah yang lebih besar lagi!!!”

a_33

a_34

a_35

Beberapa saat nampak acuh. Tapi kemudian, Ji-an menunjukkan sebuah foto, dimana Kim Dae-ri tengah jalan berduaan dengan salah seorang manajer di perusahaan ini,

“Haruskah aku mengirim ini ke istri Kepala Divisi, atau suamimu? Jika hidupmu tak mau kuhancurkan, maka tutup mulutmu itu!”  ancamnya

Kim Dae-ri marah dan kesal, namun dia tak bisa berbuat apa pun, “Apa Manajer Park juga tahu kau menakutkan begini?” tanyanya sambil menarik JI-an, hingga membuat kabel headset-nya putus

“Ya, tahu! Aku pernah bunuh orang juga, dia tahu!!!” tukas Ji-an

a_36

a_37

Ketika tengah bersih-bersih di apartemen Yoo-ra.. Dengan sengaja, Sang-hoon menekan bel kamarnya. Ki-hoon marah.. dia lansgung meneriakinya, mengatakan kalau Yoo-ra itu sedang syuting, dan tak ada disini!

a_38

Setelah tugasnya selesai, Ki-hoon bergegas turun dan tak lupa menandai kertas bukti pekerjaannya..

a_39

a_40

Ketika Sang-hoon melihatnya.. ternyata, si Ki-hoon masih sempat-sempatnya menggambar tanda ‘love’  disamping nama Yoo-ra...

a_41

a_42

Di lokasi syuting.. Yoo-ra tak bisa melakoni perannya dengan maksimal. Alhasil, sutradara jadi kesal, maka dia pun berjalan menghampiri Yoo-ra..

Tapi dengan tenangnya, Yoo-ra malah bilang: “Silahkan.. marahi saja aku..”

“Kenapa? Apa karena Park Ki Hoon akan datang dan memukuliku? Apa kau dekat dengan Park Ki Hoon? Padahal bajingan itu sering menghinamu! Tapi sekarang, kalian berdua dekat? Kenapa kalian berdua bisa dekat?” cecar sutradara

“Sutradara Park Ki Hoon... memberitahuku... kenapa dia bersikap begitu padaku” ajwab Yoo-ra

“Jadi, kenapa dia begitu?” tanyanya

“Katanya... Pak Sutradara juga tahu” jawabnya

“Tapi aku tak tahu. Jelaskan, biar aku mengerti!” pintanya

a_43

a_44

Yoo-ra mengeluarkan secarik kertas.. dia bilang, itu bukan contekan dialog, melainkan surat dari Ki-hoon berisi begitu banyak kalimat umpatan untuk menanggapi hinaan dari Pak Sutradara.

“Tapi... aku tidak bisa mengumpat. Aku padahal sudah latihan semalaman... tapi rasanya canggung...” jelasnya

a_45

a_46

Penasaran, sutradara pun membaca surat itu.. yg nyatanya memang berisi berbagai macam umpatan yg sangat kasar hingga membuatnya tak bisa berkata-kata....

a_47

a_48

Meski dihadapan sutradara tak bisa mengumpat.. nyatanya, ketika berbicara dengan Ki-hoon via telpon, Yoo-ra dengan lanccar bisa mengeluarkan segala unek-uneknya dalam kata-kata umpatan dengan begitu lantang.

Ki-hoon mendengarnya dengan saksama, kemudian komentar: “Sudahlah. Itu bukan umpatan. Jika kau dipecat, kau nanti harus jadi tukang bersih denganku”

Sebeum menutup telponnya, Ki-hoon tak lupa mengajak Yoo-ra untuk bertemu di bar-nya Jung-hee malam nanti...
Advertisement

2 comments

Finally ada terusan y ma kasih kak, dtunggu sinopsis selanjutnya 😃

di tunggu next nya. semangat !!! ^^


EmoticonEmoticon