6/12/2018

SINOPSIS My Mister Episode 13 PART 4

Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 13 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia

All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 13 Part 3

EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 14 Part 1

a_2

Sesampainya dirumah, Dong-hoon melihat Yeon-hee yg tengah tertiidur di sofa ruang tengah.

Meski demikian, dia memilih untuk mengabaikannya begitu saja.. dia lansgung berjalan lurus, memasuki kamarnya,


a_3

Padahal ternayta, Yeon-hee beum tidur.. matanya lansgung terbuka, seketika.. setelah Dong-hoon berjalan melewatinya.

a_4

a_5

Esok paginya.. ketika matahari belum terbit sepenuhnya, terlihat Ji-an yg berjalan pergi dengan menggendong sabuah ransel besar di pundaknya,

a_6

a_7

Berikutnya, kita melihat Jung-hee yg telah berdandan rapi.. berjalan meninggalkan bar. Langkahnya terhenti sejenak.. dia mengeluarkan sebuah pemantik api dari dalam tas-nya..

a_8

Sesaat kemudian, dia telah tiba di kuil tempat Gyeom-duk berada. Kebetulan, sekarang memang saatnya untuk ‘ceramah’ pagi, maka banyak orang-orang berkumpul disana untuk belajar serta memperdalam ilmu kerrohanian mereka,

a_9

a_10

Jung-hee duduk di barisan paling belakang, maka sangatlah wajar jika Gyeom-duk tak menyadari kehadirannya. Dengan intonasi yg terdengar begitu lembuat.. Gyeom-duk menyapa semuanya, kemudian mulai memberikan ceramahnya.

a_11

“Semua manusia... berhak melihat hal-hal yang mereka inginkan. Mereka berhak menggapai hal yang ingin mereka lihat dalam diri mereka... di dunia luar. Jika hatimu baik... maka takkan ada benci yang kaulihat di dunia ini. Dulu... hatiku penuh dengan kesedihan seperti itu... jadi aku berdoa selama tiga hari tiga malam di Kelenteng Bongeunsa. Aku juga saat itu baru pertama kali berdoa seperti itu. Hatiku langsung merasa lega.  Tidak ada di dunia luar yang kubenci. Aku bahkan cukup lama menatap bayi kambing...  karena mereka sangat indah. Rumput pun tampak indah. Segalanya tampak begitu indah. Tidak ada satu hal pun yang kubenci...” paparnya

a_12

a_13

Karena ceramahnya selesai, maka satu per-satu, orang mulai meninggalkan ruangan. Namun Jung-hee tetap duduk di tempatnya dan Gyeom-duk melihatnya..

a_14

a_15

Mereka pun berbicara empat-mata.. Karena, tak kuasa menahan emosi, Jung-hee langsung menangis sambil menjelaskan bagaimana perasaanya selama ini, “Aku... seluruh tubuhku sakit. Sekujur tubuhku sakit semua. Aku benci kenyataan saat mataku terbuka di pagi hari... hal pertama yang terjadi adalah mataku berlinang air mata. Aku merasa aku tidak akan kesakitan lagi jika kau datang. Jadi, datanglah. Kembalilah! Aku tak ingin menua dan mati sendirian!”

Namun dengan tenangnya Geyom-duk malah mengajakk Jung-hee untuk makan dengannya,

Jung-hee kesal, dia pun mencecarnya dengan berkata: “Kau mencintai bayi kambing dan rumput sialan itu.. Jadi kenapa kau tidak mencintaiku? Kau... takkan bisa dapat pencerahan di sini! Kau harus hidup dengan rasa sakit seorang wanita sepertiku untuk mencapainya! Kau tidak akan bisa mendapatkan pencerahan... dengan terjebak di gunung seperti ini!” 


a_16

Namun Gyeom-duk malah berjalan pergi, membuat Jung-hee semakin kesal,

a_17

a_18

“Kembalilah. Sebelum kubakar tempat ini! Kembalilah!” teriaknya yg kemudian berjalan pergi sambil menagis tersedu-sedu

a_19

a_20

Saatnya untuk makan.. Gyeom-duk banyak melamun. Karena ternyata.. saat ceramahnya pagi tadi, dari awal dia telah menyadari keberadaan Jung-hee...

a_21

Dalam perjalanan pulang, Jung-hee nampak sangat terpukul. Dia tak mengatakan apa pun, tapi air matanya terus mengalir tak bisa terhentikan...

a_22

a_23

Berpindah ke kantor, nampaknya Dong-hoon sangat gelisah.. karena Ji-an tak datang bekerja pagi ini. Kim dae-ri mencoba menelpponnya namun tak diangkat.. maka dengan cuek-nya, dia beranggapan kalau Ji-an, mungkin sedang ambil cuti..

Dong-hoon marah, dia membentaknya dan menyruuhnya untuk terus menghubungi Ji-an...

a_24

a_25

Hingga tak lama kemduian, tibalah waktunya Dong-hoon untum memasuki ruang wawancara, dimana seluruh petinggi perusahaan telah duduk menunggunya.

Sesuai dugaan.. mereka mececarnya dengan pertanyaan, seputar kepindahannya dari Tim Teknik ke Tim Inspeksi Keamanan. Dong-hoon dengan jujur menyatakan bahwa dira merasa dirinya dipindah secara paksa.. meski demikian, dia menyatakan dengan tegas, bahwa posisinya yg sekarang sangatlah menyenangkan,

“Memangnya kau bekerja untuk bersenang-senang? Kau harusnya membuktikan diri dengan membuahkan hasil! Kinerja Tim Tiga yang paling parah!” tukas Direktur Yoon dengan sinisnya

“Saat ini ada empat anggota di timku. Tim-tim lain beranggotakan paling sedikit 9 orang” jelas Dong-hoon

a_26

a_27

a_28

Tak mau kalah, Direktur Yoon lanjut memaparkan temuannya terkait kinerja Dong-hoon, yg menurutnya ‘cacat’.  Beberapa gedung, dianggap bersamalah, karena ada keluhan gedungnya goyah ketika ada guncangan kecil.

“Itu tidak berguncang. Itu karena fenomena resonansi. Sebagian besar bangunan dirancang... untuk dapat menangani resonansi tingkat dua hingga lima..” jelas Dong-hoon yg membuat Direktur Yoon lansgung menyela dengan begitu sinis, “Apa kau menggurui kami? Memangnya ada orang di sini yang tidak tahu hal-hal ini?”

“Ada beberapa orang di sini yang bukan lulusan teknik... dan cuma kerja di bagian manajemen saja” ujar Dong-hoon

“Semua orang di sini mengerti! Kami sudah lama kerja di perusahaan ini!” sanggah Direktur Yoon, tapi tiba-tiba salah seorang direktur mengangkat tangan, mengatakan: “Kalau aku... aku masih belajar, jadi aku tak benar-benar mengerti...”

a_29

a_30

Maka Dong-hoon memiliki keleluasaan untuk melanjutkan penjelasannya, “Saat aku merancang gedung itu..., aku merancangnya agar bisa menangani resonansi tingkat lima gelombang... karena banyak orang yang akan menempati gedung itu. Tapi ada beberapa perubahan yang dilakukan selama renovasi... jadi itu dibangun dengan hanya mampu menangani sampai dua tingkat.. sehingga tidak mampu menangani semua getaran itu. Apalagi, ada pusat olahraga yang dibuka di gedung itu. Jadi makin banyak orang mulai berlari di dalam gedung itu... makanya terjadilah fenomena resonansi....”

“Memangnya masuk akal gedung besar ini berguncang... hanya karena ada beberapa orang berlari?”

“Ya, ini memang tidak biasa. Tapi itu sering terjadi. Saat masalah ini terjadi beberapa waktu lalu... aku sudah mengajukan agar mekanisme seperti itu dipasang. Tapi permintaanku itu belum disetujui...”

“Jadi, berarti kau tahu gedung itu bermasalah?!”

“Aku memang memeriksa gedung yang kurancang sendiri setidaknya sekali setahun..”

a_31

Jawaban Dong-hoon memberikan banyak nilah lebih untuknya. Maka hal itu, seketika membuat Direktur Yoon hilang kesabaran.. dia pun mengeluarkan jurus terakhirnya, yakni Ji-an..

a_32

a_33

Jawaban Dong-hoon memberikan banyak nilah lebih untuknya. Maka hal itu, seketika membuat Direktur Yoon hilang kesabaran.. dia pun mengeluarkan jurus terakhirnya, yakni Ji-an..

“Kenapa kau mempekerjakan orang seperti dia? Padahal di CV-nya tak ada apa-apa. Baru kali ini kulihat ada orang tulis 'lari' di CV. Berarti dia tak ada kemampuan... Jadi, kenapa kau mempekerjakan orang seperti dia... dan menolak semua orang yang CV-nya bagus?” cecarnya

“Jika kita melihat semua karyawan kontrak yang pernah bekerja di perusahaan kita... mereka yang CV-nya bagus, tidak bertahan di perusahaan kita. Jadi menurutku sebaiknya memilih seseorang yang kompeten, dan akan... mendukung tim kami. Karena itulah aku mempekerjakan Lee Ji An. Dan Lee Ji An... memang tidak memiliki pengalaman kerja sebelumnya... tapi dia pintar.  an dia tidak mencoba ingin dipuji. Dia orang yang baik..” papar Dong-hoon dengan tenangnya

Masih belum puas menyudutkan Dong-hoon dengan segala sikap serta pertanyaannya, Direktur Yoon.. kemudian membeberkan fakta terkait riwayat kriminal-nya Ji-an, “Dia pernah bunuh orang!”

“Itu bukan pembunuhan. Tapi itu tindakan pembelaan diri!” sanggah Dong-hoon dengan lantangnya

“Jadi berarti kau juga tahu tentang ini. Kau tahu... Tapi, kau terus membiarkan orang seperti itu bekerja di perusahaan kita? Orang yang pernah bunuh orang?” cecar Direktur Yoon

a_34

Di waktu yg bersamaan, Ji-an yg tengah berjalan pergi.. masih terus menguping permbicaraan Dong-hoon.

a_35

a_36

Langkahnya, terhenti.. seketika mendengar Dong-hoon.. yg dengan menggebu-gebu, berusaha keras membelanya dihadapan semua orang...

“Saat itu dia terpaksa melakukan pembunuhan. Jika Anda jadi dia, Anda juga pasti membunuhnya. Dan aku juga akan begitu. Karena itulah hukum menyatakan dia tidak bersalah. Lantas kenapa... Lee Ji An harus diadili lagi di sini? Hukum mencoba melindunginya... dengan memastikan riwayat kriminalnya tidak akan terbongkar. jadi dia tidak perlu menderita mengalami hal seperti ini. Lantas kenapa Anda menyelidiki masa lalu seseorang yang pahit? Bukankah hal manusiawi jika kita seharusnya melupakan masa lalunya? Ini perusahaan! Memangnya mesin bekerja di perusahaan? Manusia yang bekerja di sini!” tegas Dong-hoon, seakan tak peduli dengan keberhasilan wawancaranya kali ini.

a_37

a_38

a_39

Wawancara itu pun selesai.. Dong-hoon bergegas pergi meninggalkan ruangan. Para pegawai menyambutnya sambil bertanya, apa wawancaranya sukses?

Dong-hoon enggan cerita apa pun, dia lansgung duduk di kursinya dan malah bertanya tentang Ji-an, “Sudah ada kabar tentangnya?”

“Dia masih belum angkat telponnya pak..” jawabnya

a_40

Membuka lacinya, Dong-hoon melihat sebuat tas berisi sepasans slipper yg masih baru. Dia pun menatapnya sejenak.. lalu kemudian bangkit dan lansgung berjalan pergi, bahkan tanpa pamit pada yg lainnya...

a_41

Advertisement

1 comments:

Kakak semangat... Makin seru nih😃😃😃


EmoticonEmoticon