6/17/2018

SINOPSIS My Mister Episode 14 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 14 BAGIAN 2



Penulis Sinopsis: Dahlia

All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS My Mister Episode 14 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My Mister Episode 14 Part 3

Ji-an berjalan melewati kerumunan orang, lalu tiba-tiba dia berhenti di depan salah satu toko buah pinggir jalan.




Tak lama kemudian, Ki-bum lewat.. maka dia pun segera berjalan mengikutinya dari belakang.


Sesampainya di tempat sepi, mereka berbicara. Ki-bum dengan paniknya, menjelaskan: “Mereka mengambil semuanya. Semuanya hilang. Kurasa polisi yang mengambil semuanya. Mereka akan tahu kalau mereka dengar rekaman suara itu... dan tahu siapa dalangnya, dan siapa targetnya. Maka nanti Do Joon Young dan Park Dong Hoon akan dipanggil ke kantor polisi. Sembunyilah untuk sementara ini. Buang ponselmu, dan belilah ponsel yang baru...”

“Jika aku akan memantau situasi, aku harus terus menguping...” ujar Ji-an


“Tinggal buat mereka mentransfer program itu ke ponsel barumu! Cepat beli yang baru. Beli yang baru, dan telepon aku di nomor ini...” tutur Ki-bum sambil memebrikan secarik kertas

Dari ujung lorong, terlihat beberapa ajusshi yg tengah berjalan kerah mereka. Maka bergegas, mereka berjalan pergi.. dan bertingkah seakan tak mengnali satu sama lain.



Dibantu ahli-nya, akhirnya Gwang-il mengetahui ulah Ji-an yg selama ini menyadap ponselnya Dong-hoon. Dan kini.. Seluruh salinan file sadarpan, kini berada di tangannya.

Sobatnya berniat memeras Joon-young menggunakan rekaman ini.. namun Gwang-il diam saja, dia tak ingin berkomentar apa pun.


Di rumahnya, Joon-young semakin resah.. karena Ji-an tak bisa dihubungi olehnya. Maka dia pun hendak meninggalkan sebuah pesan suara yg isinya ancaman: ‘Dengar baik-baik. Jangan sampai kau tertangkap. Jika kau tertangkap sekarang, tamat sudah. Kau, aku, Park Dong Hoon. Kita semua akan tamat. Hubungi aku. Mari kita bicara!”


Belum juga dikirimkan, tiba-tiba bel rumahnya bunyi... ternyata, Ji-an sendiri yg mendatanginya malam ini.

Dengan angkuhnya, Joon-young bertanya: “Apa rencanamu?”

“Lagi kupikirkan...” Jawab Ji-an


“Apa lagi yang harus dipikirkan? Kau hanya perlu kabur seolah hidupmu tergantung padanya. Tidak ada lagi yang bisa kau lakukan kecuali tetap bersembunyi... jika kau tidak mau masuk penjara. Aku tidak melakukan kejahatan apa pun. Kaulah yang tahu tentang perselingkuhanku, dan memerasku. Dan kemudian kau melakukan itu pada Direktur Park atas kemauanmu sendiri... dan menuntut uang padaku. Dan aku menolak. Dan kau menyadap Park Dong Hoon atas kemauanmu sendiri juga. Jadi, kejahatan apa yang kulakukan? Berselingkuh bukanlah kejahatan. Jangan berani-beraninya kau berencana memerasku dengan rekaman suara. Dan jangan mencoba minta uang dariku juga. Kau pasti punya salinan data-nya. Apa pembicaraan kita sekarang ini, kaurekam juga?”


“Aku juga tak mau tertangkap. Jika aku di ambang kematian pun, aku akan kabur. Sampai kau dipecat baik-baik karena Park Dong Hoon. Dan aku yakin mereka tidak akan mencoba menangkapku setelah kau dipecat. Kenapa mereka terus mengejarmu, setelah kau dipecat? Karena ini semua dilakukan untuk menangkapmu. Tapi, jika aku tertangkap... kita harus mendiskusikan berapa banyak informasi yang harus kuberitahukan. Kurasa kita harus memperjelas hal itu...”


“Aku cuma diperas olehmu...”

“Aku akan berencana, aku... pura-pura tidak tahu perselingkuhanmu dengan istri Park Dong Hoon. Aku akan berpura-pura aku melakukan semua ini... untuk menyingkirkan orang-orang yang tak sepihak denganmu CEO...”

“Kenapa? Karena ini akan mempengaruhi hidup Park Dong Hoon? Kau takut dia akan dipermalukan oleh publik? Kalian berdua pasti sangat saling mencintai! Sudahlah.. Lagian, Aku hanya akan terima jika dianggap pria... kejam yang selingkuh dengan istri seniornya. Tapi aku tidak akan diam saja kalau Park Dong Hoon lolos dari hal ini. Kau itu hanya perlu kabur saja...”



Joon-young tertawa, membuat Ji-an agak bingung mesti berkata apa. Dia melihat ke arah dapur, dimana terdapat beberapa pisau disana..


Maka dengan dinginnya, Ji-an berkata: “Lucunya adalah... saat aku sedang kepepet... bekas luka yang paling ingin kusembunyikan... bisa menjadi senjata terhebatku. Kenyataan aku pernah bunuh orang...”



Lebih detail-nya, dia menjelaskan: “Aku tak mau bicara sama orang lama-lama.. karena aku takut orang-orang akan tahu soal itu. Tapi, ketika aku kepepet... akulah yang akhirnya memberitahukan kenyataanku itu. Orang yang pernah bunuh orang, pasti bisa membunuh lagi. Siapapun yang menghancurkan Park Dong Hoon, aku akan membunuhnya...”



Sendirian di markasnya, Gwang-il mendengarkan satu demi satu rekaman suara Dong-hoon. Dia tak berkomentar apa pun, hanya ada senyuman getir yg terlukis di wajahnya..



Gyeom-deok memutuskan untuk bermeditasi. Dia menyingkirkan seluruh buku serta ponselnya.. dan tak memberitahu, akan berapa lama dia seperti ini.



Dong-hoon meng-sms Gyeom-deok untuk bertanya: ‘Apa orang kelahiran tahun 1974 ditakdirkan mengalami malapetaka tahun ini?’

Yang balas sms itu, adalah muridnya: ‘Pak Biksu tengah bermeditasi sekarang..’

‘Baguslah..’ jawab Dong-hoon, membuat si murid jadi bingung sendiri.



Presdir Jang datang ke kantor dan langsung memarahi para Direktur: “Kalian akhirnya memecatnya? Kenapa kalian semua ini? Kenapa kalian terus melakukan hal yang tak kusuruh... selama seleksi direktur? Padahal waktu itu, aku sudah datang dan memperingatkan kalian, 'kan? Sudah kubilang jangan seperti ini. Kalian harusnya mengindahkan perintahku! Siapa orang yang mau kerja di disini, kalau kalian seperti itu? Kalian pimpinan... malah menyelidiki masa lalu orang! Dan mencemarkan nama baik orang! Siapa coba yang mau kerja di perusahaan ini? Temukan dia. Cepat temukan dia!”

“Rumor telah menyebar... jadi sulit baginya untuk terus bekerja di sini—“ tukas Joon-young



“Aku... setidaknya, harus minta maaf padanya. Aku harus memberikan dia posisi karyawan tetap disini! Perasaanku tak enak padanya..., dan sampai-sampai aku tak bisa tidur...” tutur Presdir Jang


“Kami pasti akan menemukannya. Jangan khawatir...” ujar Direktir Ekskutif Wang 

“Untuk hasil pemilihan direktur... Kenapa belum diumumkan juga?”cecar presdir



Setelah mengantarnya hingga masuk mobil, lantas Direktur Eksekutif Wang bicara pada Joon-young: “Malam ini, kita harus putuskan direktur barunya!”

“Baiklah...” jawabnya singkat



Direktur Yoon terus mengikuti Joon-young yg hendak masuk kedalam ruangannya, dan hal itu membuat Joon-young marah, “Berhenti mengikutiku! Nanti kelihatannya aku yang menyuruh kau melakukan semua ini!” bentaknya dihadapan kedua sekretarisnya



Rapat pemilihan Direktur dimulai.. setelah dilakukan voting, mayoritas direktur memilih Dong-hoon. Maka ditarik kesimpulan, bahwa Dong-hoon akan naik jabatan menjadi direktur di perusahaan ini.


Sebelum infornya disebar, dokumen keputusan itu.. mesti ditandatangi lebih dulu, oleh Joon-young. Sepertinya memang sangat sulit.. tapi Joon-young tak mempunyai cukup kekuatan untuk menolak fakta tersebut.



Secara resmi, berita itu disebar via web perusahaan. Semua pegawai, seketika lasgung bersorak.. meberikan selamat yg setulus-tulusnya untuk Dong-hoon.


Dalam waktu singkat, seluruh keluarga Dong-hoon juga mengetahui berita ini, yg seketika membuat mereka sangat bangga sekaligus bahagia karenanya.


Dong-hoon memberitahu Yeon-hee via telpon, tak lupa dia pun memintanya datang ke Bar Jung-hee untuk merayakan hal ini.



Berikutnya, Dong-hoon menelpon (mantan) Direktur Park, “Maaf. Aku malah mengambil posisimu...” ucapnya

“Jangan bilang begitu. Aku sangat senang yang menang itu kau, dan bukan orang lain...”

“Bagaimana perkembangan penyellidikan kasus anda?”

“Jangan khawatir. Aku pasti akan menangkapnya...”



Kemudian, Dong-hoon mengirim sms kepada putranya: ‘Ayahmu jadi direktur...’

‘Direktur itu apa?’

‘Artinya Ayah naik jabatan...’

‘Selamat. Kalau begitu, tambahi uang jajanku, yaaa..’

‘Oke..’


Terakhir, Dong-hoon tak lupa untuk mengirim sms pada Ji-an: ‘Aku sudah jadi direktur. Terima kasih..’


Tapi hingga Dong-hoon turun dari kereta dan berjalan pulang, Ji-an masih belum membalas sms darinya. Dia coba untuk menelponnya, tapi tak diangkat..

Advertisement


EmoticonEmoticon