6/18/2018

SINOPSIS My Mister Episode 14 PART 3

Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 14 BAGIAN 3


Kini, Ji-an tengah bekerja sebagai buruh di sebuah pabrik. Nampaknya, dia bertugas di bagian kemasan. Sikapnya masih sama, dia tak banyak bicara dan hanya fokus pada kerjaannya.


Sementara keluarga dan kerabat Dong-hoon, sedang berkumpul di bar-nya Jung-hee. Suara tawa serta canda, terdengar begitu nyata.. mengiringi kebahagiaan mereka atas jabatan Direktur yg baru saja didapatkan oleh Dong-hoon.

Para ajusshi, serempak memberikan selamat serta memuji Yeon-hee, yg kini mereka panggil ‘Nyonya Park’, atau ‘Samunim’ (istrinya Direktur) 



Yeon-hee tersenyum, dia pun memberikan sebuket bunga cantik untuk mertuanya. Ibu mentapnya haru, sambil berkata: “Terima kasih. Selama ini, kamu telah bekerja keras.. Tiap kali aku melihatmu... aku merasa sangat malu pada diriku sampai aku tidak bisa mengangkat kepalaku...” 

Suasana haru itu tak berlangsung lama, karena perdebatan kecil antara Ae-ryeon dan Sang-hoon yg berhasil memancing gelak tawa yang lainnya.


Saking bahagianya.. ibu sampai meminta para ajusshi untuk meamnggil seluruh warga sekitar untuk datang kesini dan makan gratis sepuasnya.



Jae-chul yg tak tahu apa pun, tiba-tiba nyeletuk, menyuruh Dong-hoon untuk mengajak Ji-an bergabung dengan mereka disini. Namun Jung-hee langsung menjelaskan, bahwa Ji-an telah berhenti kerja di perusahaannya Dong-hoon.


Para ajusshi, sontak berpikiran.. kalau Ji-an berhenti, karena merasa tak nyaman, diantar pulang oleh ‘om-om’ aneh yg mabuk, malam itu.


Jung-hee menyanggahnya, dengan berkata: “Enggak kok.. Waktu dia tadi pagi pergi, dia bilang dia sangat senang dengan kompleks ini...”

“Tapi dia seharusnya bilang begitu saat kami mengantarnya pulang...”

“Tapi dia kelihatannya dia tidak suka sama kita hari itu...”



Lantas, Jung-hee menegaskan: “Ajusshi.. Bukan karena dia tidak membencimu. Itu karena dia tidak membenci Dong Hoon kita..”

Kemudian, Jae-chul menambahkan: “Dia juga tidak benci kita. Jika dia benci kita, dia tidak akan berkata dia ingin cepat tua dan mencapai umur kita. Terus, kurasa dia juga terharu akan perkataanku malam itu..”


Meninggalkan obrolan tentang Ji-an, mereka semua bersulang sambil berteriak ‘Hoogye (nama komplek-nya)! Hoogye! Kosongkan gelasmu!!!’



Di pabriknya, sekarang saat untuk Ji-an beristirahat. Dia terduduk lesu, mejatuhkan kepalanya dia tas meja.. sambil mendengar suara Dong-hoon lewat headset-nya.

Ketika para ahjumma mengajaknya kerja kembali, Ji-an hanya merespon dengan anggukan pelan..


Karena malam semakin larut, maka Ibu pamit pulang duluan. Semuanya mengantar hingga pinggir jalan. Sebelum pergi, ibu sempat memeluk Dong-hoon.. yg seketika lansgung membuatnya tak kuasa menahan tangisnya..


Tak lama setelahnya.. datanglah segerombol bujangan anggota klub futsal Hoogye. Mereka kesini untuk menikmati makanan gratis, karena ditelpon Jae-chul..



Satu per-satu, mereka kembali kedalam bar. Namun Jae-chul yg masih penasaran, lantas bertanya langsung pada Dong-hoon: “Kenapa.. gadis itu (Ji-an) berhenti?” 

Enggan memberikan jawaban.. Dong-hoon bergegas masuk, tanpa mengatakan apa pun~


Beberapa saat berlalu.. beberapa orang mabuk, setellah minum terlalu banyak dan salah satunya, iadalah Ae-ryun.



Dalam kondisi yg begitu, dia mulai melantur.. terus mengutarakan rasa iri-nya akan kehidupan yg dijalani Yeon-hee serta Dong-hoon, tapi hari ini.. secara khusus, dia ingin mengucapkan selamat dengan sangat tulus.


Tak hanya tentang Yeon-hee, dia pun mengutarakan pendapatnya tentang kehidupan pernikahannya dengan Sang-hoon yg sangat kacau. 


Berikutnya, dia mengungkapkan rasa bangganya kepada Dong-hoon, yg kebetulan adalah teman sekolahnya dulu.. tapi saat bicara, tak sengaja dia menyebut nama ‘Sang-won’ (sekarang jadi Biksu Gyeom-deok), yg dulunya.. memang sama hebatnya dengan Dong-hoon, “Dia tampan, pintar, atletik, dan banyak sekali cewek yang mengejarnya!”



Para ajusshi diam-diam mencubitnya, dengan harapan dia berhenti menyebut nama Sang-won. Namun Ae-ryeon malah semakin menjadi-jadi.. dia menunjuk Jung-hee, menyebutnya sebagai wanita beruntung yg berhasil mendapatkan hatinya Sang-won.

Jung-hee diam saja.. tapi para ajusshi kompak memberi kode supaya Ae-ryeon berhenti bicara.


“Yoon Sang Won itu bukan hal tabu buat dibicarakan! Yoon Sang Won hanyalah bagian dari kenangan kita sekarang!” teriak Ae-ryeon, “Teganya kalian membuat teman kalian selama 27 tahun... teman masa kecil, menjadi topik yang tabu?” tambahnya


Dari tadi diam saja, akhirnya Jung-hee angkat bicara. Dia berjalan ke tengah-tengah, suaranya gemetar tapi intonasinya tegas: “Apa gara-gara aku, dia jadi topik yang tabu? Aku minta maaf. Aku tidak tahu...”

“Kau juga harusnya berhenti memikirkan dia. Hanya itulah cara agar kau bisa melupakannya...”


“Baiklah. Mulai hari ini... nama tabu Yoon Sang Won, akan kucabut! Ucapkanlah namanya.  Ucapkan namanya sesuka kalian! Mari kita sebut namanya! Yoon Sang Won... bagian... kenangan indah kita!” teriak Jung-hee



Seluruh suasana haru bercampur getir yg terjadi barusan, malah membuat Yoo-ra tersenyum dan berkata: “Aku merasa tiba-tiba aku ingin menikahimu, Pak Sutradara. Kurasa pasti menyenangkan menikah dengan keluarga ini...”

“Itu sebabnya kaka ipar yang tertua menikah dengan kakakku. Mereka itu sekarang pisah ranjang...” jawab Ki-hoon dengan dinginnya


Yeon-hee pamit pulang duluan.. Dong-hoon serta kakak dan adiknya, mengantar hingga dia masuk mobil. 

Seakan tak pernah terjadi apa pun, Sang-hoon tetap menunjukkan sikap hangatnya, bahkan dia sampai teriak ‘Aku menyayangimu, adik ipar!’


Awalnya tersenyum.. tapi ketika mobilnya mulai melaju, Yeon-hee tak kuasa menahan tangis haru-nya.



Kembali ke dalam bar.. mereka melanjutkan kebersamaannya sambil karaoke-an. Satu persatu bernyanyi di depan. Mulai dari Ae-ryeon, Jung-hee hingga Dong-hoon.


Di waktu bersamaan, kita melihat Ji-an yg berjalan pulang seorang diri.. melewati jalanan sepi, berpapsan dengan beberapa pria mabuk, namun tak membuatnya gentar sedikit pun.


Hingga duduk dalam kamarnya.. Ji-an tak mengucap sepatah kata pun, dan hanya fokus mendengarkan suara Dong-hoon..


Advertisement


EmoticonEmoticon