6/18/2018

SINOPSIS My Mister Episode 14 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My Mister Episode 14 BAGIAN 4


Dong-hoon menempati ruangan barunya sebagai seorang Direktur. Begitu banyak karangan bunga yg diterimanya.. tapi tak lupa, dia menaruh fotonya bersama dengan sang putra di meja kerjanya.



Para pegawai serta beberapa sirektur datang untuk memberinya selamat.. semua terlihat begitu bahagia, membuat Dong-hoon bisa tersenyum dengan lega.



Dari jendelanya.. Dong-hoon melirik ke arah meja bekas JI-an,, yg sekarang telah ditempati oleh orang lain..



Dia kemudian mengeluarkan sepasang slippers pemberian Ji-an, untuk kemudian dia pakai..


Berpindah ke kantor polisi, nampak (mantan) Direktur Park yg tergegsa-gesa, berlari ke kantor polisi.



Ternyata, Ki-bum telah tertangkap dan sekarang tengah diinterogasi oleh detektif. Direktur Park diminta mengonfirmasi, apakah Ki-bum adalah supir yg membawanya ke hotel kala itu?

Sayangnya.. Direktur Park tak ingat apa pun, makanya dia tak bisa mengkonfirmasi apa pun.



Namun.. setelah mendengar alibi Ki-bum, perlahan Direktur Park mulai tersadar.. bahwa kalimatnya, sama persis dengan apa yg dikatakannya pada Dong-hoon, saat berbicara di rooftop waktu itu.

Ki-bum sangat lihati berkilah.. dia bisa menjawab semua pertanyaan dari detektif, dengan alibi yg terdengar nyata. 



Kemudian si detektif menyinggung riwayat panggilan Ki-bum. Dimana orang yg terakhir ditelponnya, adalah Ji-an, “Siapa dia?”

“Cuman teman..”

“Kalau hanya teman, kenapa kau meneponnya saat melarikan diri?”

“Paling, karena gak sengaja kepencet!”



Mendengar nama Ji-an, membuat Direktur Park mengernyit heran. Dia langsung menelpon Direktur Ahn, untuk bertanya: “Kau tahu wanita yang digosipkan pacaran sama Manajer Park Dong Hoon? Siapa namanya?”

“Oh, Lee Ji An? Kenapa? Dia sudah berhenti...”

“Kok bisa?”

“Agak panjang ceritanya...”

“Sekarang, cepat kirimkan nomor ponselnya si Ji-an itu!”


Setelah mendapatkannya, dia pun membandingkannya dengan nomor ponsel Ji-an yg ada di ponselnya Ki-bum.. yg ternyata memanglah sama..


Di kantor, Dong-hoon tengah rapat dengan tim barunya.. Ternyata, dia dikembalikan ke tim semula.. yakni bagian teknik rancang bangunan.



Selesai rapat.. Dong-hoon masuk ruangannya. Kebetulan, telpon kantor berdering.. maka dia pun lansgung mengangkatnya.

Itu adalah telpon dari Direktur Park, yg dengan gusar memintanya untuk memanggilnya seolah-olah dia tengah berbicara dengan Manajer atau apa-lah..

“Pergilah dari kantor, seolah-olah kau ada janji makan siang. Dan bawalah ponselmu. Terus matikan ponselmu sebelum kau datang kesini...” titahnya



Dong-hoon menuruti intruksi itu.. yg membawanya ke sebuah toko ahli penyadapan. 

Selama ponselnya diperiksa, Direktur Park menjelaskan: “Apa yang dibicarakan sama bocah itu terlalu persis. Tidak mungkin orang bisa seakurat itu saat mengingat sesuatu. Kecuali dia menyadapmu, dan mendengarkannya berulang kali... dan mengarang alibi demi dirinya sendiri. Aku sudah memastikannya... dan ternyata ponselku tidak disadap. Jika program penyadapan tidak ditemukan di ponselmu... berarti banyak yang harus kaujelaskan padaku. Karena ucapan itu hanya kuucapkan antara kita berdua saja...”



Dan terbukti.. ternyata, aplikasi penyadap ditemukan di ponselnya Dong-hoon. si tukang bertanya, apakah aplikasi itu mesti dihapus?

Berpikir sejenak, Dong-hoon akhirnya memutuskan untuk tidak menghapusnya dan membiarkannya begitu saja.



Berbicara empat-mata.. Direktur Park menjelaskan temuannya di ponsel Ki-bum. 

“Apa kau tahu siapa yang kami temukan di ponselnya bocah itu? Lee Ji An... Dan orang terakhir yang dia hubungi sebelum tertangkap adalah Lee Ji An. Rupanya, gadis itu selama ini berpihak pada si Joon-young. Jangan kentara kalau kau sudah tahu kau disadap. Aku yakin dia pasti terus mendengarkan... untuk mengetahui situasi selagi dia dalam pelarian. Jika kita memanfaatkannya... kita bisa sekaligus menangkap mereka semua..” paparnya



Berjalan pulang.. Dong-hoon tak mengatakan apa pun. Tatapannya kosong dan pikirannya dipenuhi ingatan, tentang segala perkataan serta sikap baik Ji-an kepadanya selama ini.



Seorang diri.. Dong-hoon nonton film di bioskop. Selama Film diputar Dong-hoon terlihat begitu gusar.. dia pun menaruh ponselnya di kursi, kemudian berjalan keluar.


Dia meminjam telpon di kasir. Entah siapa yg dia telpon, tapi dengan nada emosi, dia berkata: “Keluarlah! Kau harus keluar sekarang!”


Ketika Dong-hoon turun ke basement, tibalah Joon-young. Tanpa ada obrolan pembuka, tiba-tiba Dong-hoon langsung menjatuhkan Joon-young dengan begitu keras..


“Apa yang kau lakukan pada Lee Ji An? Jelaskan semuanya! Jangan lewatkan sekecil apa pun. Katakan yang sebenarnya! Apa yang kau lakukan dengannya?” cecar Dong-hoon

“Dia yang memulai semua ini! Dia tahu kalau aku selingkuh dengan Yoon Hee! Dia bilang, agar dia merahasiakan soal perselingkuhanku..., dia akan membuatmu dan Direktur Park dipecat, dan dia menuntut uang padaku! Dia yang membuat Direktur Park dipecat, atas kemauannya sendiri! Aku juga diperas olehnya. Kaupikir aku akan melakukan hal seperti itu... dengan orang yang punya masa lalu misterius seperti dia? Kaulah orang yang menerima dia kerja! Kau yang merekrut dia, dan membuatku terjerat dalam masalah ini!” ungkap Joon-young dengan emosi

“Di mana Lee Ji An? Dimana?!” tanya Dong-hoon


“Mana aku tahu? Dia bilang dia tidak akan pernah tertangkap. Dia bilang, walaupun dia di ambang kematian, dia akan terus kabur! Karena kalau dia tertangkap, dia harus mengakui semuanya dari awal... dan kau akan benar-benar dipermalukan jika hal itu menyebar! Dan dia tahu kau lebih takut akan hal itu daripada hal lain! Jadi menurutmu dia akan mengakuinya? Dia datang kepadaku dan berkata... di saat dia tidak mungkin tertangkap.. dia takkan memberitahukan soal perselingkuhan itu. Dan aku juga harus mengikuti mau dia. Jadi yang perlu kau lakukan adalah tetap diam dan tidak melakukan apa-apa! Kau sudah jadi direktur, Sunbae. Dan kau kapanpun bisa saja memecatku! Dan semuanya akan berakhir setelah kau membuatku dipecat! Siapa korban yang paling menderita disini? Dia mengambil uangku... dan mengkhianatiku! Dan dia memihakmu!” jelas Joon-yong yg seketika membuat Dong-hoon tak mampu menahan amarahnya, hingga langsung menonjoknya



“Cuma aku yang hina di sini, 'kan? Lantas kau? Lantas bagaimana dengan kalian berdua?” ujar Joon-young, yg lagi-lagi membuatnya menerima tonjokan keras dari Dong-hoon, bukan hanya sekali.. tapi berkali-kali..



Dong-hoon kembali ke ruang bioskop, dan diwaktu bersamaan.. Ji-an baru pulang, dia menyeduh kopi sambil mendengar rekaman sadarapan di ponselnya Dong-hoon, yg tengah merekam suara dari film yg tengah diputar.



Setelah diam sejenak.. Dong-hoon lantas menggenggam ponselnya dengan erat. Dia mendekatkannya ke mulutnya, lalu berkata: “Lee Ji-an..  Lee Ji-an.. Telpon aku..”


Advertisement


EmoticonEmoticon