6/26/2018

SINOPSIS Suits Episode 5 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 5 BAGIAN 3


Se Hee kemudian mengenali Ji Na sebagai wanita yang pernah ia lihat sedang bersama Yeon Woo. Ia menghampiri Ji Na dan menanyakan Yeon Woo. Ji Na bertanya siapa Se Hee.


“Aku temannya. Kudengar dia harus bermalam di sini,” kata Se Hee sambil menunjukkan tas yang dibawanya untuk Yeon Woo. Ji Na terlihat cemburu dan berkata bahwa Yeon Woo mungkin masih berada di kantornya, jadi Se Hee harus meneleponnya. Ji Na mengerti dan berterima kasih.


Tidak lama kemudian, Yeon Woo datang dan mengatakan bahwa seharusnya Se Hee tidak perlu repot-repot datang kesana. Se Hee ingin mengatakan sesuatu, tapi Yeon Woo memintanya untuk tidak buru-buru dan memikirkannya dengan baik.


Se Hee lalu membantu Yeon Woo merapikan dasinya. Ia berterima kasih kepada Yeon Woo.


Dari luar pintu utama, Ji Na melihat kejadian itu dan menjadi sangat cemburu. Ia kemudian pergi.


Keesokan harinya di apartemen, Kang Seok tampak sibuk merapikan dirinya, memilih dasi dan jam tangan yang sesuai dengan kemejanya hari ini.


Sementara itu, Yeon Woo menemui Ji Na yang baru akan masuk ke ruangannya dan mengatakan bahwa semalam ia datang kesana untuk merekrut Ji Na sebagai klien di persidangan tiruan.. Ji Na bilang ia tidak selalu bisa bekerja sampai larut malam.


Yeon Woo terkejut karena Ji Na ternyata sudah direkrut oleh Pengacara Seo, tapi ia menerima keputusan itu dan pergi.


Pengacara Seo terkejut karena tiba-tiba Ji Na datang dan bersedia menjadi kliennya padahal kemarin Ji Na sudah menolaknya. Setelah mengatakan itu, Ji Na pergi.


“Aku tidak percaya kau memakai jam itu. Kau pasti siap untuk membuunuh pengacara Amerika itu,” kata Da Ham sambil memberikan berkas pada Kang Seok. Kang Seok bilang David sudah membunuh dirinya sendiri sejak pertama kali menantangnya.


Kang Seok masuk ke ruangannya dan bertanya kenapa wajah Yeon Woo muram. Yeon Woo tidak menceritakan kegalauannya tentang Ji Na, dan hanya bilang dia baik-baik saja. Kang Seok mengingatkan bahwa sekarang mereka akan menangani dua kasus sekaligus.


Kang Seok bilang mereka harus tahu seberapa kuat lawannya dan harus tahu bagaimana cara memakai topeng yang berbeda untuk setiap klien. Ia juga bilang bahwa pengadilan bukan tempat memutuskan benar dan salah, tetapi pihak mana yang labih meyakinkan dalam batas-batas hukum. Kang Seok bilang mereka harus meyakinkan David untuk bernegosiasi.


Da Ham masuk dan mengatakan bahwa Kang Seok mendapat telepon dari David. “Aku baru saja akan menghubungimu. Kau ingin bernegosiasi? Aku suka negosiasi. Baik. Mari bertemu dan bicara,” kata Kang Seok.


Yeon Woo berkata bahwa dia tidak percaya bahwa alasan utama David menantang Kang Seok hanya karena persidangan tiruan mereka 10 tahun lalu. Ia mengatakan bahwa David dan Kang Seok sebenarnya sama, dan ia yakin David akan mengakui hal itu.


Kang Seok: “Maksudmu dia versi lain diriku? Cuma aku yang seperti ini.”
Yeon Woo: ”Bagaimana dengan aku?”
Kang Seok: “Kau gila? Kau bukan aku.”


Yeon Woo mengatakan bahwa Da Ham pernah berkata bahwa Kang Seok menerima dirinya karena menemukan dirinya di Yeon Woo. Kang Seok bilang ia tidak pernah berkata seperti itu dan akan memecat Da Ham hari ini juga.


“Biar kujelaskan. Kau bukan aku. Kau tidak akan pernah bisa menjadi sama sepertiku,” kata Kang Seok lalu pergi lebih dulu. Yeon Woo bergumam bahwa keyakinan Kang Seok tidak akan bertahan lama.


Yeon Woo membaca laporan keuangan yang diberikan Mi Joo, tapi ia yakin bahwa laporan itu sama dengan yang sebelumnya. Mi Joo berusaha menyangkal, tapi Yeon Woo berhasil membuktikan dengan menyebutkan angka yang sama dengan benar. Yeon Woo mengatakan ia ingin Mi Joo memahami apa yang terjadi karena ada banyak korban terkait kasusnya.


David menemui Kang Seok yang sudah sampai lebih dulu di dermaga. Ia bertanya apakah tempat pertemuan itu dipilih karena cita-cita Jin Seok adalah membangun rumah di tepi laut dan ingin dia memahami perasaan kliennya itu. Kang Seok menyangkal dugaan itu dan mengatakan bahwa ia tidak akan pernah memahami perasaan Jin Seok, karena keluarganya tidak menderita kanker seperti yang Jin Seok alami saat ini.


Mereka berdua kemudian setuju untuk membuat kesepakatan dan menghindari persidangan. Kang Seok lalu bertanya apa alasan sebenarnya David memilihnya sebagai lawannya, karena ia tidak mempercayai alasan persidangan tiruan dan kecelakaan mobil 10 tahun lalu di Harvard.


“Aku tidak memilihmu. Tapi, aku ingin tahu tentangmu setelah mendengar kau adalah yang terbaik, karena aku sudah mendengarnya sejak persidangan tiruan di Harvard. Dan ketika aku tahu kau menerima kasus ini, aku merasa kecewa kau dikenal sebagai yang terbaik,” kata David.


David bilang ia hanya melempar umpan dan ternyata Kang Seok mengambilnya. Kang Soek kemudian mengubah pikirannya dan membatalkan kesepakatannya. David menahan senyum sinisnya.


“Konsentrasi karbon hitam yang terkandung dalam asap yang dibuat klienmu memiliki terlalu banyak benzopyrene yang merupakan penyebab kanker nomor satu. Itu sebabnya klienku dan keluarganya terkena kanker. Pada akhirnya, istrinya meninggal. Jadi klienku sangat marah,” kata Kang Seok.


David kemudian mengeluarkan kertas dari sakunya dan mengatakan bahwa itu adalah tawannya untuk penyelesaian gugatan itu. Ia kemudian pergi dan Kang Seok membuka kertas itu.


Malam harinya, Kang Seok menemui Jay, informannya, yang membawakan rekaman telepon antara Manajer Kimia Noxi Cabang Korea dan David. Jay bilang David ingin mengurus semuanya sendiri, tapi kemudian merasa khawatir karena ada pengacara yang terbang dari Amerika.


Karena Jay tidak mau mengatakan bagaimana dia mendapatkan rekaman itu,Kang Seok mengembalikannya rekamannya dan tetap akan membayar jasanya. Ia tidak mau memakai bukti ilegal di persidangan.


Di depan kantor, Yeon Woo menunggu kedatangan Kang Seok. Mereka lalu masuk ke dalam gedung bersama-sama. Yeon Woo melaporkan bahwa tidak ada laporan keuangan di Farmasi Yumi yang bisa mereka periksa lagi. Kang Seok bilang hal yang sama juga terjadi di kasus Kimia Noxi sambil memberikan kertas dari David siang tadi. Yeon Woo membolak-balikkan kertas tersebut tidak mengerti.


“Menawarkan jari sebagai kompensasi. Haruskah aku mengambil atau meninggalkannya?” kata Kang Seok. Yeon Woo menyarankan agar Kang Seok tidak menerimanya. “Mari tunjukkan pada pengacara korban Farmasi Yumi apa yang kita punya,” lanjut Kang Seok.


Pengacara korban Farmasi Yumi mengulurkan tangan dan Kang Seok terpaksa menerima jabat tangannya. Tapi saat Yeon Woo mengulurkan tangannya, pengacara itu malah sudah kembali duduk. Yeon Woo menarik tangannya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kang Seok memberikan selembar kertas dan pengacara itu tertawa setelah membacanya. Pengacara itu berkata bahwa Kang Seok harusnya menawarkan lebih dari yang ia tuliskan sekarang karena menurut Departemen Perlindungan Lingkungan Amerika nilai hidup seseorang dapat bertambah hingga 8 milyar won.


Yeon Woo menyela dan mengatakan bahwa di Korea, nilai hidup seseorang adalah 796.000 dolar per orang. Pengacara itu menyebut Yeon Woo anak kecil dan mengatakan bahwa penderita Lou Gehrig memiliki nilai hidup lebih tinggi daripada orang normal.


Pengacara Jang lalu menyodorkan selembar kertas bertuliskan kompensasi atas kerusakan hukum yang ia inginkan untuk kliennya. Kang Seok mengatakan bahwa kerusakan hukum belum berlaku untuk kasus medis. Pengacara Jang bilang ia tahu dan tetap melakukannya demi keadilan.


Yeon Woo melihat kertas itu dan sangat terkejut karena Pengacara Jang menggugat kompensasi masing-masing 20 juta dollar untuk 5 korban. “Anda ingin perusahaan bangkrut?” tanya Yeon Woo. Kang Seok juga menyimpulkan bahwa Pengacara Jang ingin membunuh semua pasien yang bertahan hari demi hari dengan obat itu. Kang Seok menolak dan akan melanjutkan ke persidangan. Pengacara Jang menunjukkan tabletnya.


Di tablet itu terlihat artikel berjudul ‘Farmasi Yumi Telah Membunuh Tiga, Membunuh Lima Sekarang, dan Rencana Membunuh Ratusan di Masa Depan’. Kang Seok tampak khawatir. Yeon Woo berkata bahwa itu adalah sebuah tuduhan, pencemaran nama baik dan mengancam demi uang.


“Aku belum merilisnya, tapi jika kukeluarkan, aku mungkin dituduh atas pencemaran nama baik dan mengancam mereka. Yang terpenting, harga saham Farmasi Yumi akan anjlok,” kata Pengacara Jang tidak gentar sedikitpun.


Kang Seok bilang ini bukan pertama kalinya ia bertemu dengan penipu seperti Pengacara Jang. Pengacara Jang bilang ia memberikan waktu 3 hari agar kompensasi diberikan sesuai keinginannya, atau mereka akan ke persidangan dan mendapat kebencian dari banyak orang karena artikel itu. Kang Seok menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan ulah Pengacara Jang itu.
Advertisement


EmoticonEmoticon