6/26/2018

SINOPSIS Suits Episode 6 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 6 BAGIAN 1


Kang Seok pergi ke lapangan baseball dan mengambil bola yang ada di pinggir lapangan. David sudah ada disana dan berkata bahwa sebelumnya Kang Seok mengatakan akan melempar pisau dan tombak. “Ini akan menjadi bola pertama dan terakhir,” kata Kang Seok yang kemudian menggugat 1 juta dollar untuk setiap korban Kimia Noxi.


David bilang ganti rugi hukuman tidak berlaku di medis. “Jika itu diterapkan, aku malah akan meminta 5 juta dollar per orang,” kata Kang Seok. David tidak setuju, lalu membuka jasnya dan menyiapkan pemukulnya.


Kang Seok bersiap melempar dan David bersiap memukul.


Suits Episode 6 – Mereka meminum air yang sama, tetapi sapi menghasilkan susu, sedangkan ular menghasilkan racun


Pengacara Seo memulai pembelaan untuk kliennya di persidangan tiruan. Ia menceritakan alur kejadian menurut versi kliennya.


Sementara itu, Yeon Woo yang berada tidak jauh di hadapannya terlihat melamun karena masih shock dengan perubahan keputusan Pengacara Seo atas kesepakatan damai mereka. “Terdakwa?” panggil Ha Yeon kepada Yeon Woo. “Pengacara pembela? Pengacara pembela?” Yeon Woo masih diam saja.


Para peserta sidang mulai saling berbisik menyaksikan tingkah Yeon Woo. Pengacara Seo tampak puas, sedangkan Ji Na tampak agak khawatir. Ha Yeon memanggil lagi dengan suara lebih keras dan berhasil membuyarkan lamunan Yeon Woo. “Aku bertanya apa kau sudah siap?” tanya Ha Yeon.


“Begini...” kata Yeon Woo yang kemudian mengingat perkara ‘menolak untuk berdamai’ yang pernah dibacanya. Dia kemudian berdiri dan berkata, “Menurut putusan perkara nomor 2015D10081, ketika perdamaian mendadak ditolak selama proses menuju perdamaian tersebut, pengadilan memutuskan masing-maisng pihak harus mendapat cukup waktu untuk menyiapkan persidangan.”


Ha Yeon menghela napasnya, lalu setuju untuk memberikan waktu 10 menit. Yeon Woo memegang dahinya kebingungan karena waktu yang diberikan sangat singkat. Sebagian peserta rapat keluar ruangan untuk beristirahat, sedangkan Pengacara Seo menahan senyumnya karena merasa di atas angin.


Yeon Woo pergi ke toilet dan mencuci mukanya. Ia mematikan keran lalu melihat jam tangan peninggalan ayahnya yang sudah berhenti berdetak. Ia menghela napasnya dan keluar dari toilet. Di lorong, ia berpapasan dengan Ji Na.


Ji Na menanyakan keadaannya dan Yeon Woo mengakui bahwa dia tidak baik-baik saja. Ji Na bertanya apakah Yeon Woo marah. “Iya. Kali ini, aku mungkin harus berhenti sungguhan,” kata Yeon Woo yang kemudian melihat Ji Na menunduk. “Tidak, aku tidak marah padamu. Aku marah pada diriku sendiri.”


Pengacara Seo datang dan bilang ilegal jika Yeon Woo bicara pada kliennya. Yeon Woo mengatakan bahwa mereka sedang berada di lorong kantor dan sekarang wanita yang ada di hadapannya hanya seorang Kim Ji Na, bukan klien Pengacara Seo.


Pengacara Seo merasa Yeon Woo sedang bersikap sok pintar di depan seniornya. Yeon Woo menyebut Pengacara Seo telah melakukan cara kotor untuk menang. Pengacara Seo berkata, “Tidak ada cara kotor di pengadilan.” Menurutnya, Yeon Woo telah melanggar hak pribadinya. Ia lalu mengajak Ji Na pergi.


Kang Seok ternyata tidak melempar dan hanya menjatuhkan bolanya di tanah. David menyebut Kang Seok tidak percaya diri karena sudah terdesak. “Tidak. Aku baru sadar bahwa kau tidak akan bisa menjadi seperti aku. Kenapa aku melempar bolaku pada pria menyedihkan sepertimu?” kata Kang Seok.


David meletakkan pemukulnya dan mengambil jasnya, tapi kemudian bola melintas tepat di atas kepalanya. Ia menoleh dan tersenyum kesal.


“Ini mungkin akan menjadi malam terakhirmu tidur nyenyak. Aku berharap kau tidur nyenyak,” kata Kang Seok. David tersenyum dan melambaikan tangannya, lalu pergi.


Persidangan tiruan dimulai kembali dan Yeon Woo mengajukan penantangan. Pengacara Seo tidak terima, tapi Ha Yeon bilang dialah yang akan mengajukan pertanyaan. Yeon Woo mengajukan tuntutan atas nama kliennya dan juga perusahaannya. Mereka berdua mulai berdebat dan Pengacara Seo menyebut Yeon Woo telah bermain kotor.


“Dan saya bermain kotor? Hei, tidak ada cara kotor ketika pergi ke pengadilan,” kata Yeon Woo yang membuat Ji Na tersenyum geli karena Yeon Woo mengulangi perkataan Pengacara Seo sebelumnya saat di lorong.


Ha Yeon tersenyum dan mengangguk mengerti. “Penolakan diizinkan,” ujarnya. Yeon Woo menganggukkan kepalanya. Ia kemudian meminta kedua pengacara maju ke hadapannya. “Mulai sekarang, kasus ini berubah menjadi pelanggaran hak pribadi. Penggugat serta terdakwa juga akan berubah. Tanggal permohonan adalah besok,” kata Ha Yeon lalu menyerahkan berkas pada kedua pengacara itu. Ha Yeon menasehati Yeon Woo yang kemudian ingin menyelanya.


“Hush.. Dengarkan Hakim sampai selesai,” kata Geun Sik. Yeon Woo meminta maaf dan Ha Yeon melanjutkan perkataannya.


Yeon Woo kembali ke ruangannya dan melewati Pengacara Seo yang sedang mengobrol dengan rekan-rekannya dan Ji Na juga ada di sana. Mereka kemudian pergi untuk makan sebelum berdiskusi untuk mempersiapkan persidangan tiruan selanjutnya.


Ji Na ikut pergi bersama mereka dan saat menoleh ke belakang, ia merasa kecewa karena Yeon Woo pergi begitu saja.


Yeon Woo menemui Se Hee di depan klinik hewan dan menduga Se Hee sudah punya jawabannya. Se Hee bilang ia belum yakin, tapi ia tahu bahwa akan menyedihkan jika terus merasa tertekan. Ia bilang ia merasa nyaman melihat Yeon Woo datang menjemputnya. Yeon Woo tersenyum.


Selama perjalanan pulang, Se Hee bercerita bahwa ia terkadang ingin menjadi dokter, tapi ia menikmati pekerjaannya sebagai pengurus anjing. Ia merasa bangga jika orang menyangkanya sebagai dokter hewan. Ia memanggil Yeon Woo dengan sebuat pengacara Go dan bertanya apakah tadi dia sibuk.


Yeon Woo bertanya-tanya apakah ia layak dengan gelar Pengacara Go seperti itu. Se Hee mengingatkan bahwa Yeon Woo sudah membuat keputusan tidak akan kembali. Yeon Woo menghentikan langkahya dan berkata, “Se Hee. Ada sesuatu yang ingin kukatakan. Aku yakin kau sudah menduganya. Tapi, aku sebenarnya... bukan pengacara sungguhan. Aku palsu.”


Se Hee mendengarkan pengakuan Yeon Woo dan menatapnya.


Keesokan harinya, Kang Seok bilang ia menyuruh Yeon Woo membuat aturannya sendiri, bukan malah membodohi dirinya terkait persidangan tiruan itu. Ia mengingatkan bahwa Yeon Woo harus siap dengan kemungkinan apapun.


Setelah Yeon Woo pergi, Kang Seok menghubungi Da Ham dan menyuruhnya masuk untuk bicara tentang persidangan tiruan.


Geun Sik mengatakan bahwa rencananya adalah membuat Yeon Woo menjadi banteng yang menyedihkan, tetapi kenyataannya malah Pengacara Seo yang menjaid bantengnya. Pengacara Seo berjanji bahwa ia akan meghancurkan Yeon Woo.


Yeon Woo mulai sibuk membaca banyak berkas, hingga akhirnya ia menemukan lembar ‘Daftar Penggugat’ dan  berkas Firma lawannya 


Mi Joo menunjukkan pada Kang Seok tentang rekaman seorang pasien yang selama 1 tahun menderita Lou Gehrig dan 85% saraf motoriknya sudah lumpuh dan kehilangan kemampuan bicara. Ia kemudian menunjukkan rekaman pasien itu setelah meminum obat dari Farmasi Yumi selama 18 bulan dimana pasien bisa menggendong cucunya dan terlihat sangat bahagia.


Mi Joo mengatakan bahwa selama uji klinis selama 3 tahun, tidak ada pasien yang menunjukkan kerusakan hati. Dia juga bersedia menunjukkan catatan medis pasien. “Lalu, kenapa Anda tidak menunjukkan laporan keuangan Anda?” tanya Yeon Woo yang tiba-tiba datang.


Mi Joo bertanya apakah status keuangan perusahaannya ada hubungannya dengan tes klinis yang mereka lakukan. Yeon Woo mengatakan bahwa saat hasil uji klinis disetujui, keesokan harinya saham perusahaam pasti akan melonjak.


Mi Joo: “Harga saham perusahaan meningkat, tapi CEO Kim tidak pernah mengambil keuntungan dari itu.”
Kang Seok: “Anda tidak ingin Nyonya Kang bertanggung jawab atas kasus ini. Tapi, jika Anda peduli pada CEO Kim, Anda seharusnya sudah melupakan masa lalu.”
Mi Joo: “Anda benar. Tapi pilihan itu juga dibuat untuk CEO Kim, bukan aku. CEO Kim sebenarnya...”


Kang Seok penasaran karena Mi Joo menghentikan ucapannya. Ia kemudian memeriksa informasi yang berhasil didapatkan Yeon Woo. Yeon Woo tersenyum bangga apalagi ketika Kang Seok berkata, “Kau penuh kejutan belakangan ini.” Kang Seok lalu pergi dan Yeon Woo mengikutinya. Sedangkan Mi Joo hanya bisa menghela napasnya pasrah.

Advertisement


EmoticonEmoticon