6/26/2018

SINOPSIS Suits Episode 6 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 6 BAGIAN 3


Ji Na datang ke kubik kerja Yeon Woo dan menempelkan selembar kertas di sana. Ia menatap kertas itu sejenak, lalu pergi.


Sementara itu, Se Hee bertanya apakah Yeon Woo baik-baik saja setelah mengatakan yang sebenarnya. “Aku? Sejujurnya, aku merasa lega. Aku selalu ingin memberitahu seseorang tentang hal ini,” kata Yeon Woo. Dan ternyata Se Hee tidak masalah dengan apa yang sudah Yeon Woo lakukan. Ia yakin Yeon Woo akan menemukan jalannya.


Yeon Woo: “Benar. Semua orang punya kelinci yang ingin mereka sembunyikan?”
Se Hee: “Kelinci?”
Yeon Woo: “Kau tahu kelinci yang tinggal di bulan? Kita tidak bisa melihatnya karena dia tinggal di sisi lain bulan.”
Se Hee: “Oh, kelinci itu. Kau benar.”


Yeon Woo kemudian melihat ke arah Se Hee dan berkata, “Hei, selagi membahas ini...” Se Hee juga melihat ke arah Yeon Woo dan  menunggunya melanjutkan perkataannya.

Yeon Woo terkejut saat tahu kalau CEO Kim juga menderita penyakit Lou Gehrig, karena CEO Kim bisa didakwa melanggar hukum medis. Kang Seok yakin Mi Joo sudah tahu tentang hal itu, tapi berusaha menyembunyikannya.


Yeon Woo ingat bahwa Mi Joo pernah mengatakan bahwa CEO Kim juga korban. Ia kemudian berkata bahwa mereka harus mengecek hal apalagi yang disembunyikan oleh Mi Joo.


Kang Seok bertanya sejak kapan MI Joo tahu kalau CEO Kim sakit, tapi Mi Joo berpura-pura tidak mengerti. Dan karena desakan Yeon Woo yang mengatakan bahwa posisi CEO Kim juga dalam bahaya, akhirnya Mi Joo mengatakan yang sebenarnya.


Mi Joo mengakui bahwa dialah yang memalsukan hasil uji klinis, karena saat beberapa pasien uji klinis dan CEO Kim menguji obat pada dirinya sendiri, ada satu pasien yang mengalami kerusakan hati. Dia kemudian mengeluarkan pasien itu dari daftar pasien uji klinis.


Bersama Yeon Woo, Kang Seok menemui Ha Yeon dan mengatakan bahwa dia punya kabar baik dan buruk sekaligus. CEO Kim juga berada disana. Ia tidak mau Mi Joo dikorbankan, karena ia tahu Mi Joo melakukan itu semua demi dirinya.


Ha Yeon menyarankan agar CEO Kim menjadi klien Pengacara Jang, tapi Kang Seok tidak menyetujui saran itu. Ha Yeon bilang ini hanya saran dan keputusan diserahkan kepada CEO Kim. “Kau bisa menyingkirkan perusahaanmu dan memberikan penggugat sejumlah uang damai tertinggi yang dapat ditawarkan perusahaanmu. Setelah itu, Anda bisa mendaftarkan diri sebagaikorban dan menerima uang damai itu juga. Farmasi Yumi akan lenyap, tapi Anda bisa menggunakan uang damai untuk memulai perusahaan baru. Jika tidak, Anda bisa...” jelas Ha Yeon.


CEO Kim: “Tidak, aku tidak bisa. Aku berbeda dari mereka. Aku tidak menderita efek samping.”
Ha Yeon: “Tidak. Kau tidak berbeda dari mereka, karena kau juga mengidap penyakit Lou Gehrig.”


Yeon Woo: “Tunggu dulu. Anda tidak berbeda dari mereka dan mereka tidak berbeda dari Anda. Itu berarti...”
Kang Seok: “Go Yeon Woo.”
Ha Yeon: “Apa maksudmu? Katakan lebih spesifik.”


Di depan Pengacara Jang dan kliennya, Kang Seok  menunjukkan artikel berjudul ‘Farmasi Yumi Bersungguh Minta Maaf kepada Semua Korban’. Pengacara Jang memabca artikel yang berisi bahwa Farmasi Yumi mengakui ada kesalahan uji klinis dan memutuskan untuk membuat perusahaan pailit. Pengacara Jang kesal, karena ia kira diminta datang untuk perdamaian.


Kang Seok lalu menunjukkan video saat CEO Kim lumpuh dan sulit bicara karena Lou Gehrig. CEO Kim lalu berkata bahwa ia merasa tidak adil jika para pasien menderita Lou Gehrig, ditambah lagi mereka menderit efek samping, padahal dia sendiri menjadi lebih baik. Ia bersumpah bahwa ia tidak mengetahui efek samping itu, tapi sekarang ia akan memperbaikinya.


“Aku akan melanjutkan penelitianku sampai mampu menyingkirkan efek samping yang kalian alami,” kata CEO Kim sungguh-sungguh. Ha Yeon mengatakan bahwa saat memberikan uang damai, maka Farmasi Yumi akan bangkrut dan kesempatan untuk memperbaiki obat akan lenyap.


Peng. Jang: “Anda tidak bisa memberi mereka kompensasi?!”
Kang Seok: “Tawaran kami adalah tidak menawarkan uang di saat ini, tapi kami menawarkan mereka bagian dari saham kepemilikan.”
Ha Yeon: “Uang tidak bisa memperpanjang hidup kalian meski satu hari lagi. Tolong terima tawarannya dan beri ksempatan pada CEO Kim untuk menyelesaikan masalah ini.”


Para penggugat tampak memikirkan tawaran itu dan hal tersebut membuat Pengacara Jang cemas.


Setelah diskusi selesai, Kang Seok berkata bahwa Pengacara Jang akan segera dipecat dan mungkin harus bekerja di perusahaan asuransi. Kang Seok mengetahui bahwa Pengacara Jang sendiri yang datang menemui calon kliennya.


Ha Yeon datang dan bertanya apa yang sedang Kang Seok lakukan. “Aku menunggumu,” kata Kang Seok sambil mengangkat lengannya. Ha Yeon menyilangkan lengannya, lalu pergi bersama Kang Seok meninggalkan Pengacara Jang yang masih sangat kesal.


Dengan penuh haru, Jin Seok berterima kasih atas bantuan Kang Seok. Tap Kang Seok bilang itu tidak perlu, karena ia melakukan itu hanya karena dibayar. Ia berpesan agar Jin Seok menjalani perawatan dengan baik demi putrinya.


Jin Seok kemudian berpamitan. Kang Seok menghampiri Ha Yeon dan berkata bahwa kasus Kimi Noxi melawan David membuatnya marah untuk pertama kalinya. “Kali ini, kita berdua tidak profesional,” kata Ha Yeon. Tapi Kang Seok bilang mungkin itulah yang membuat mereka menang kali ini.


Ha Yeon: “Ngomong-ngomong, sudah lama aku tidak melihat laut. Ah, aku ingin pergi ke Hawaii.”
Kang Seok: “Aku akan pergi sebagai gantinya. Ke Hawaii. Haha..”


Di lantai dasar, Yeon Woo menemui Se Hee di lantai dasar, lalu mengajaknya masuk ke dalam.


Se Hee kemudian terlihat berlatih dialog dengan Yeon Woo di bilik kerjanya. Ji Na melihat mereka karena dia juga sedang ada di ruangan itu bersama Pengacara Seo untuk membicarakan persidangan tiruan mereka. 


Se Hee merasa kesal pada dirinya sendiri, karena dia masuk lupa dialognya. Saat Yeon Woo akan mengambilkan minum untuknya, Se Hee bilang ia akan mengambilnya sendiri. Ketika Se Hee pergi ke pantry, Se Hee mengikutinya dan beralasan pada Pengacara Seo bahwa ia akan istirahat dan membeli kopi.


Pengacara Seo lalu menghampiri Yeon Woo dan bertanya, “Siapa dia? Pacarmu?” Yeon Woo memintanya tidak perlu peduli pada saksinya. “Jika kau tidak berkencan dengannya, jodohkan aku dengannya. Astaga, boleh juga.”


Geun Sik dan Kang Seok kemudian datang ke ruangan itu. Geun Sik mengatakan bahwa Pengacara Seo mampu menaiki dua anak tangga di bawah mereka. “Kita? Sejak kapan kita berada di level yang sama? Aku mitra senior, kau junior,” kata Kang Seok lalu berjalan menghampiri Yeon Woo. Geun Sik kesal dibuatnya.


Kang Seok bertanya apakah Yeon Woo tidak membutuhkan bantuannya untuk persidangan tiruan. Ia bilang Pengacara Seo berlatar belakang mewah yang sombong dan penuh percaya diri. “Ketika kau mengubah permainan, kau juga harus mengubah aturannya. Kejar orang itu, bukan kasusnya,” pesan Kang Seok.


Kang Seok: “Seorang pengacara hebat mempelajari sebuah kasus...”
Yeon Woo: “Tapi pengacara luar biasa, mempelajari orang.. Tidak, lawan.”
Kang Seok: “Good.”
Yeon Woo: “Lalu?”


“Lalu? Ini bukan sidang tiruan. Ini pertarungan pertamamu. Kau harus menang, tidak peduli apapun. Hancurkan dia,” kata Kang Seok lalu pergi. Yeon Woo tersenyum.


Di pantry, Ji Na menyapa Se Hee dan menyebutnya sebagai pacar Yeon Woo. Se Hee mengatakan bahwa ia datang untuk berperan sebagai saksi di persidangan tiruan Yeon Woo. JI Na memberitahu bahwa dia akan menjadi lawan Se Hee.


Se Hee bilang Yeon Woo sangat pintar dan hebat, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi ia sendiri sangat gugup dan takut akan mengacaukan urusan Yeon Woo. Ia kahwatir tidak bisa melakukan perannya dengan baik nanti. 


Ji Na: “Mengapa? Kalian berdua tim yang hebat dan kurasa kaliana akan berakhir bahagia.”
Se Hee: “Apa? Apa maksudmu?”
Ji Na: “Sidang tiruannya.”
Advertisement


EmoticonEmoticon