6/26/2018

SINOPSIS Suits Episode 6 PART 4

Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 6 BAGIAN 4


Persidangan tiruan dimulai kembali dan Pengacara Seo tengah menyampaikan pembelaan untuk kliennya yang diperankan oleh Ji Na. Tidak lama kemudian, Yeon Woo berdiri untuk menyanggah perkataan Pengacara Seo.


Da Ham yang berperan sebagai korban berakting menangis dan menceritakan karir penyiarnya yang berantakan dan rencana pernikahannya ikut gagal.


Ha Yeon yang berperan sebagai hakim sampai menahan senyumnya melihat tingkah Da Ham dalam berakting. Pengacara Seo kemudian berdiri dan mengatakan bahwa alasan putus cinta tidak ada hubungannya dengan kasus itu. Tapi kemudian Ha Yeon setuju dengan Yeon Woo bahwa alasan itu masih relevan.


Se Hee sebagai saksi dari pihak Da Ham dan Yeon Woo maju untuk memberikan kesaksiannya. “Jangan gugup,” kata Yeon Woo dan Se Hee mengerti. Ji Na melirik dengan cemburu. Pengacara Seo menyatakan keberatannya, tetapi hakim tidak melarang Se Hee menyampaikan kesaksiannya.


Pengacara Seo kemudian maju dan memberikan beberapa pertanyaan untuk Se Hee. Yeon Woo berujar bahwa Pengacara Seo sudah menekan saksi dan Ha Yeon setuju. Se Hee sempat terdiam sebentar, lalu ia melihat ke arah Yeon Woo.

Tiba-tiba, Se Hee berkata, “Bukankah semua orang punya kelinci di hati mereka? Kelinci yang tinggal di bulan. Dia tinggal di sisi lain bulan, jadi orang lain tidak bisa melihatnya. Seperti rahasia.”


Ji Na merasa terkejut karena kisah yang pernah ia ceritakan pada Yeon Woo, malah diceritakan lagi pada Se Hee. Yeon Woo hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Yeon Woo kebingungan karena tidak menyangka Se Hee akan mengatakan hal itu. Ji Na merasa kecewa dan merasa hampir menangis.


David: “Dalam pertarungan seperti ini, kita harus menanamkan ketakutan yang mengerikan pada alwan.”
Pria: “Entahlah. Lee Jin Seok cukup berani.”
David: “Kau bilang dia memiliki seorang putri. Kepalanya mungkin terbuat dari baja, tapi hatinya pasti lebih rentan.”


Pria: “Apa kau menyuruhku untuk mengancamnya?”
David: “Mengancam? Jika dia orang yang penuh tekad, itu tidak akan cukup. Kau harus menunjukkan apa yang kau bisa. Tanamkan ketakutan akan peluru yang menusuk hatinya yang lemah. Lalu, dia akan menyerah. Tentu saja, itu harus dilakukan di depan putrinya. Dimanapun kau pergi di dunia ini, selalu ada tikus. Kau bisa mentolerir tikus yang menggerogoti satu blok keju, tapi jika mereka mulai meminta semuanya, usir mereka. Entah kau menaruh peluru di jantung atau kapak di kepala.”


Kang Seok sangat marah sampai mematahkan pena yang ada di tangannya. Ia lalu mencabut flashdisc itu dan melemparkannya ke tempat sampah.


Di persidangan tiruan, Ji Na maju untuk memberikan kesaksiannya. Para penonton sidang mulai berbisik. Pengacara Seo tersenyum puas mendengar kesaksian Ji Na.


“JI Na melakukan akting yang bagus, dia bahkan berimprovisasi,” gumam Da Ham yang kemudian menoleh ke arah Yeon Woo. “Apa rencananya sekarang?” Yeon Woo tidak menjawab dan langsung berdiri untuk menanyai Ji Na.


Yeon Woo mencecar Ji Na dengan pertanyaannya. Ji Na yang sedang sangat cemburu, mulai terbawa emosional. Pengacara Seo mengajukan keberatan, tetapi Ha Yeon menolaknya.


Suasana antara Yeon Woo dan Ji Na semakin serius. Para penonton sidang pun sampai heran dibuatnya. Se Hee juga merasakan kebingungan yang sama. Yeon Woo lalu mengatakan bahwa sebagai penyiar Da Ham terlihat memiliki gangguan kecemasan saat siaran.


Yeon Woo lalu mengingat saat Ji Na menceritakan rahasianya tentang dia yang akan menderita sakit kepala saat melihat kertas ujian, serta suara pena orang lain dan juga decit kursi mereka saat ujian.


Ji Na menahan tangisnya dan bicara terisak, “Aku.. takut. Bagi orang lain itu phobia sederhana, tapi... Saya...” Yeon Woo lalu sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan. Ia meminta maaf pada hakim, lalu permisi. Ji Na berusaha mengatur napasnya.


“Mari kita berdamai. Seperti rencana sebelumnya, ini akan menjadi kemenangan bagi kita,” kata Yeon Woo saat menghampiri Pengacara Seo. Pengacara Seo yang sedang merasa unggul tentu menolak tawaran tersebut. Ia meminta Yeon Woo mengabaikannya, tapi ia yakin Yeon Woo tidak akan bisa terus menekan Ji Na.


Ha Yeon: “Pengacara pembela, Anda akan melanjutkannya? Pengacara pembela?”
Yeon Woo: “Huft... Tidak. Itu saja, Yang Mulia.”
Ha Yeon: “Anda yakin?”


“Ya,” jawab Yeon Woo dengan tatapan kosong.


Ha Yeon kemudian mengumumkan bahwa pemenang dari persidangan tiruan ini adalah terdakwa. Ia lalu mengetuk palunya dan menutup persidangan. Ji Na kemudian pergi dengan terburu-buru.


“Jadi... Kau menyukainya?” kata Geun Sik menyadari sesuatu. Yeon Woo tidak menjawab dan masih melamun. “Kau... sudah tamat sekarang,” lanjut Geun Sik lagi.


Yeon Woo menundukkan kepalanya dan terlihat sangat sedih. Dan ternyata Kang Seok ada disana sedang memperhatikannya.


Advertisement

2 comments

Lanjuttt ep 7 nyaaa :) masih ada 10 ep lagy semangatttt!!!! ;) #JanganLama2 di tunggu sinopsis2 selanjutnyaaa :)

Terima kasih banyak min....
Dilanjut lagi ya


EmoticonEmoticon