6/27/2018

SINOPSIS Suits Episode 7 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 7 BAGIAN 2


Seorang wanita berpenampila elegan bercerita pada Ha Yeon bahwa Direktur Bang Chu Sung telah bekerja selama 15 tahun di Perusahaan Namyoung bersamanya. Dan baru-baru ini ia baru tahu kalau Direktur Bang memalsukan ijazah perguruan tingginya.


Ha Yeon menyimpulkan bahwa jika para klien tahu, maka akan menjadi pukulan besar bagi Namyoung. Ia menyarankan agar wanita itu menawarkan uang pesangon besar pada Direktur Bang dan memintanya mengundurkan diri secara diam-diam.


“Bisakah kau melakukan itu?” pinta wanita itu pada Ha Yeon.


Ji Na menyerahkan sebuah berkas pada Pengacara Seo yang kemudian bertanya apakah semalam Ji Na bersama dengan rekan masa percobaan, karena ada orang yang melihat mereka. Ji Na bingung harus menjawab apa.


“Dia pasti salah lihat,” kata Yeon Woo yang tiba-tiba muncul. Pengacara Seo merasa sangat aneh karena Yeon Woo selalu datang setiap kali ia membicarakan. Ia bilang ia mengira Yeon Woo tidak akan kembali lagi. “Jangan membuat rumor,” kata Yeon Woo lagi. Pengacara Seo lalu memilih pergi meninggalkan kursinya. Ji Na menatap Yeon Woo sejenak, lalu pergi dan Yeon Woo mengikutinya.


Ji Na meminta Yeon Woo tidak perlu mempedulikan Pengacara Seo. Yeon Woo mengerti, lalu bertanya apakah Ji Na pulang ke rumah dengan selamat. “Tentu saja,” jawab Ji Na. Yeon Woo masih berdiri di tempatnya, namun tidak bicara apa-apa.


Ji Na: “Ada sesuatu yang ingin kau katakan? Jika tidak ada...”
Yeon Woo: “Ah, Apa kau tahu Pengacara Choi dulunya seorang jaksa?”


“Astaga, gajimu besar,” kata Yeon Woo saat melihat slip gaji Ji Na. Tapi Ji Na bilang itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan gaji Yeon Woo. Yeon Woo hanya menggaruk keningnya. 


Ji Na kemudian merasa heran karena di web perusahaan, tidak ada informasi apapun tentang pengalaman Kang Seok sebagai jaksa. Yeon Woo kemudian bercerita bahwa sebelumnya ia bertemu dengan Wakil Kepala Jaksa Oh Byeong Wook yang mengatakan bahwa dialah yang mengangkat Kang Seok.


Ji Na lalu mengalihkan pembicaraan dengan bertanya kenapa Yeon Woo bicara lagi dengan Pengacara Seo. Yeon Woo bilang ia tidak akan tinggal diam jika Pengacara Seo melibatkan Ji Na hanya karena dirinya. “Jika kau mencoba melindungiku soal kemarin, jangan lakukan itu. Aku juga punya harga diri,” kata Ji Na. Yeon Woo bilang ia tidak melakukan itu, karena sesuai pesan Ji Na,ia tidak akan melibatkan emosinya lagi.


Ji Na kemudian menemukan riwayat Kang Seok sebagai jaksa di basis data pengacara. Yeon Woo bertanya apakah Ji Na bisa menyimpannya, karena ia ingin menggunakan temuan itu untuk memeras Kang Seok. 


Yeon Woo tidak menunggu jawaban Ji Na dan malah melakukannya sendiri. Ji Na terkejut. Setelah Yeon Woo sadar bahwa dia tidak sengaja menyentuh tangan Ji Na yang ada di atas mouse, dia buru-buru melepaskannya.


Untuk mengatasi kekikukkan mereka, Ji Na mulai kembali membicarakan riwayat jaksa Kang Seok yang tidak dimasukkan di web perusahaan. Yeon Woo merasa ada sesuatu yang ingin Kang Seok sembunyikan selama menjadi jaksa.


Da Ham mengatakan bahwa banyak mantan jaksa yang menjadi pengacara. Yeon Woo tahu itu, tapi ia merasa heran karena mereka biasanya merasa bangga karena pernah menjadi jaksa, tapi Kang Seok malah menyembunyikan fakta itu


Da Ham terlihat terkejut saat tahu bahwa Yeon Woo mengetahui hal itu dari Wakil Kepala Jaksa Oh Byeong Wook, tapi ia tidak mengatakan apa-apa. “Oh.. kurasa ada sejarah kelam di masa dia menjadi jaksa,” duga Yeon Woo. Da Ham bilang tidak ada apa-apa, dan jangan sampai Yeon Woo mengatakan hal bodoh kepada Kang Seok.


Kang Seok datang dan merasa heran karena Da Ham masih ada di sana, padahal harusnya sedang bekerja untuk Geun Sik. “Aku sudah bicara dengan Jaksa Cahe dan bernegosiasi tentang syaratnya,” kata Da Ham yang juga bilang kalau dia tidak akan membiarkan dirinya dijual. Yeon Woo merasa heran dan bertanya siapa yang menjual Da Ham. Tapi Kang Seok bilang Yeon Woo tidak perlu tahu dan menyuruhnya masuk


Da Ham menjentikkan jarinya dan meletakkan jarinya di mulut. “Ssst...,” katanya pada Yeon Woo. Tapi Yeon Woo hanya mengedikkan bahunya dan masuk ke ruangan Kang Seok.


Kang Seok lalu membahas Namyoung yang merupakan firma tempat Kang & Ham mendapat konsultasi akuntansi dan sebaliknya, Namyoung mendapatkan nasihat hukum dari mereka. Ia bilang kasus ini akan menjadi pekerjaan sempurna untuk mengeteas apakah Yeon Woo benar-benar sudah meninggalkan emosinya di rumah. Ia mengatakan bahwa Direktur Bang dari Namyoung harus dipecat dan mereka harus menemukan alasan untuk memecatnya.


“Memecatnya?” tanya Yeon Woo heran sembari membaca berkas yang diberikan Kang Seok. “Apa kesalahannya? Penggelapan? Kecurangan akuntansi?”


Kang Seok: “Tidak. Dia memiliki rekam jejak yang hebat sebagai direktur.”
Yeon Woo: “Tepat sekali.”
Kang Seok: “Dia memalsukan latar belakang akademisnya.”


Yeon Woo terkejut, karena itulah yang sedang dia lakukan sekarang. Kang Seok menyuruhnya tenang saja, karena hal itu tidak akan terjadi pada Yeon Woo. “Bagaimana Anda bisa jamin? Bagaimana kalau Nyonya Kang tahu? Tidak. Bagaimana jika ada yang tahu?” kata Yeon Woo khawatir.


“Tahu tentang apa?” tanya Ha Yeon tiba-tiba. Kang Seok dengan lihainya berbohong bahwa ia baru tahu kalau Yeon Woo belum pernah berpacaran. Ha Yeon tidak percaya, karena saat persidangan tiruan saja Yeon Woo menunjukkan perasaannya pada klien pihak lain. Kang Seok lalu memberi kode dengan matanya agar Yeon Woo pergi.


Da Ham merasa heran saat melihat kecemasan di wajah Yeon Woo ketika keluar dari ruangan Kang Seok.


Ha Yeon ragu jika Yeon Woo bisa mengurus kasus Namyoung. Kang Seok bilang jika alasan pemecatan jelas, maka pimpinan Namyoung tidak perlu datang menemui mereka, dan menurutnya kasus ini tidak cukup besar untuknya. Ia juga mengatakan bahwa Ha Yeon meragukan Yeon Woo karena aksinya di sidang tiruan, maka Ha Yeon tidak bisa berharap jika Yeon Woo bisa menjadi sepertinya.


Yeon Woo selesai membaca berkas Namyoung, lalu menutupnya. Ia berpikir sebentar, lalu membukanya lagi dan langsung menghubungi nomor ponsel Direktur Bang yang tertera disana. Ia mengajak Direktur Bang bertemu.


Geun Sik menemui Yeon Woo dan bertanya apa yang Kang Seok suruh tentang Namyoung. Yeon Woo mengambil berkas yang sedang dibaca Geun Sik dan menutupnya. Geun Sik bilang sekarang ia sudah menghancurkan reputasi Yeon Woo di perusahaan dan tadinya ia pikir Yeon Woo sudah menyadari bahwa Yeon Woo tidak memenuhi syarat untuk tetap berada disana.


Yeon Woo mengatakan bahwa dia akan melakukan yang terbaik untuk mempertahankan posisinya. “Baiklah. Jangan lupa, aku punya banyak cara lain untuk menunjukkan bahwa kau tidak pantas disini,” kata Geun Sik.


Yeon Woo bertanya kenapa Geun Sik sangat membencinya. “Aku tertarik padamu, karena sangat membencimu,” kata Geun Sik. Yeon Woo mengulangi pertanyaannya. “Karena kau palsu.” Yeon Woo terdiam. “Pernahkah kau melihat matador menolak untuk menusuk seekor banteng hanya karena kasihan padanya? Seorang pengacara sungguhan tak akan terpengaruh oleh emosi yang tidak penting.” Yeon Woo ingin membela dirinya, tapi Geun Sik melanjutkan perkataannya.


“Mereka bilang kau jenius. Dan orang-orang tertipu oleh gertakan Kang Seok. Tapi aku tahu dari awal bahwa kau tidak punya hak menjadi matador di Kang & Ham. Tapi yang membuatku sangat tertarik adalah alasan Kang Seok merekrut orang sepertimu sebagai rekan,” kata Geun Sik.


Yeon Woo bertanya apakah Geun Sik merasa sudah memenuhi syarat untuk menjadi matador. Ia yakin sebenarnya Geun Sik bukan tertarik pada dirinya, melainkan pada Kang Seok. Ia lalu pergi sambil membawa berkasnya.


Geun Sik lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


Direktur Bang sedang bermain sudoku di sebuah cafe, saat Yeon Woo datang menyapanya. Ia terkejut karena bukan Kang Seok yang datang. Yeon Woo memperkenalkan diri sebagai rekan Kang Seok dan mempersilakannya duduk.


“Go Yeon Woo?” tanya Direktur Bang dan Yeon Woo mengiyakan. “Ini aneh. Aku tidak pernah melihat namamu di daftar rekan Kang & Ham.” Yeon Woo tidak mengerti. “Ah, aku sebenarnya punya bakat kecil. Aku mungkin tidak ahli dalam hal lain, tapi aku sangat hebat dengan angka. Aku tahu nomor ID karyawan, pendapatan, dan masalah pajak setiap karyawan yang bekerja untuk firma yang bekerja denganku sebagai penasihat keuangan termasuk Kang & Ham.”


Yeon Woo bilang dia masih rekan masa percobaan dan baru saja mulai bekerja. Direktur Bang mengerti dan memastikan apakah Yeon Woo datang untuk masalah pajak Kang Seok. “Tidak. Aku di sini karena Anda,” kata Yeon Woo. Direktur Bang tidak mengerti. “Mulai sekarang, aku harus menemukan cara untuk memecatmu.”


“Apa maksudmu? Untuk alasan apa?” tanya Direktur Bang yang masih belum memahami apa yang sedang terjadi.


Sambil memberi makan ikan masnya, Geun Sik bertanya pada Pengacara Seo alasan Yeon Woo tidak dipecat. Pengacara Seo bilang Yeon Woo sudah bertindak lebih dari sekedar rekan masa percobaan dan keberadaannya membuat sakit mata.


“Sakit mata? Aku suka itu. Sekarang kita hanya butuh bukti,” kata Geun Sik. Pengacara Seo bertanya bukti apa yang dimaksud. “Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki rahasia di lengan bajunya.”


“Aku akan melakukan yang terbaik untuk menemukan bukti,” kata Pengacara Seo dan Geun Sik menganggukkan kepalanya.


Direktur Bang mengakui bahwa dia bersalah karena berbohong di resume-nya, tapi ia tidak pernah membuat satu masalah pun sampai sekarang dan selama 15 tahun tetap setia pada Namyoung. Ia merasa sedih karena diusir seperti sampah. Yeon Woo bilang tidak seharusnya Direktur Bang memalsukan ijazahnya.


Yeon Woo menunjukkan ijazah kelulusan atas nama Direktur Bang. “Apa ini?” tanya Direktur Bang heran. “Aku belum pernah melihat ini sekalipun.” Yeon Woo terkejut.


Kang Seok menyebut Yeon Woo terbawa perasaannya lagi dan mengacaukan semuanya, padahal sebelumnya berjanji akan melakukan yang terbaik. Dan ternyata Yeon Woo menemui Direktur Bang tanpa izin dari Kang Seok.


Yeon Woo merasa ada hal yang lebih dari sekedar pemalsuan ijazah. Ia bilang keputusan pemecatan ini akan merusak hidup Direktur Bang dan masa depan keluarganya, jadi mereka harus berhati-hati . Ia juga menyampaikan bahwa Direktur Bang tidak pernah membuat ijazah palsu.


“Kau punya bukti?” tanya Kang Seok dan Yeon Woo diam saja. “Lalu, maksudmu kau percaya setiap kata seorang pria yang tergantung di tebing? Kita harus berhati-hati? Jangan menipu diri sendiri. Kau baru saja melihat refleksi dirimu sendiri melalui dia. Sudah kubilang, jangan libatkan masalah pribadimu dengan pekerjaan.” Kang Seok lalu mengambil alih kasus Direktur Bang.


Yeon Woo mengatakan bahwa orang yang terpengaruh emosinya bukan dia, melainkan Kang Seok sendiri. Ia yakin Kang Seok tidak akan bisa mengurus kasusnya sendirian. “Aku bekerja keras karena harus menunjukkan hasil, bukan hanya sekedar bicara. Berkat itu, Direktur Bang setuju tidak akan mengucapkan sepatah kata pun kepada siapapun jika aku tidak hadir. Aku akan menemukan bukti, tidak peduli bagaimanapun caranya,” kata Yeon Woo.


Advertisement

1 comments:

Makasih kakak, akhirnya di lanjut sinopsisnya. .
Terharu.... 😭😭😭
Semangat kkak.. 😍😍😍


EmoticonEmoticon