6/21/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 5 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 5 BAGIAN 1


Insiden jatuhnya badan Mi-so diatas badan Young-joon membuat keduanya merasa kaget. Mi-so hendak bangkit, namun Young-joon malah mernariknya kedalam pelukannya..



“Sebentar saja.. Biarkan aku memelukmu sebentar saja. Mulai sekarang, aku akan tergila-gila kepadamu...” ucap Young-joon, hingga membuat suasana terasa begitu romantis


Mi-so menatapnya serius, tapi kemudian Young-joon melanjutkan kalimatnya: “Begitulah yang tertulis di buku kekanak-kanakan itu. Inikah yang disebut romansa?”


Dengan kikuk-nya, Mi-so berdiri, kemudian memuji Young-joon: “Anda sudah hafal bukunya. Ingatan Anda selalu mengejutkan saya...”

Memanfaatkan alasan rebusan air yg telah mendidih, Mi-so berjalan pergi ke dapur, meninggalkan Young-joon yg juga sama kikuk-nya dengan dia.


Beberapa saat berlalu.. ramennya elah matang dan Mi-seo menyajikannya dihadapan Young-joon.

“Biasanya aku tidak makan yang mengandung banyak zat aditif. Tapi karena kamu berusaha memasaknya, akan kumakan...” ujar Young-joon

“Baik. Aku tersanjung...” sahut Mi-so



Setelah menyicipnya, Young-joon langsung mengakui bahawa rasa ramen sangatlah enak. Mi-so tersenyum senang.. dia kemudian menambahkan kimchi di mie-nya Young-joon, dan menjelaskan kalau itu akan menambah kelezatan ramennya.

“Kamu menggandakan kadar natriumnya. Apa itu diizinkan dalam ilmu gizi?” keluh Young-joon, tapi setelah memakannya, dia ketagihan dan lansgung memasukkan semangkuk kimchi kedalam mangkuknya.



Saatnya Young-joon untuk pulang.. sebelum pergi, tak lupa dia berterimakasih atas ramen yg telah dimasak Mi-so untuknya, “Aku sangat menikmatinya..”

“Tentu saja. Anda bilang itu mengandung banyak zat aditif, tapi Anda tetap menikmatinya”

“Itu kali pertamaku memakan masakanmu”

“Benarkah? Sebelum tidur, jangan lupa membersihkan luka dan mengolesinya dengan salep..”



Young-joon berjalan menuju mobilnya, namun sejenak dia berbalik hanya untuk bilang: “Terima kasih untuk hari ini...”


Mi-so tersenyum.. dia berjalan kembali ke rumahnya sambil bergumam: “Iyaya.. ini pertama kalinya Pak Lee berkunjung ke rumahku...”


Tak lama kemudian, bel rumahnya bunyi: “Apakah itu Pak Lee? Tapi.. tak ada barangnya yg tertinggal.. kenapa dia kembali lagi?” ujarnya heran


Namun setelah dibuka, ternyata yg datang adalah kakaknya, “Unni.. ada perlu apa, datang kesini secara tiba-tiba?”

“Tentu saja datang tiba-tiba. Memangnya perlu memesan tempat?” sahutnya



Tak sengaja melihat dua mangkok di tempat cucian, kakaknya langsung bertanya: “Apa ini? Tadi ada tamu?”

“Oh.. itu Pak Lee, tadi datang kesini..”

“Astaga. Kamu pasti gila! Beraninya wanita membiarkan pria masuk ke rumah!” 

“Dia sekadar makan ramen, lalu pergi...”

“Apa? Ramen? Bukan jjolmyun atau jjajangmyun, tapi ramen?!”


Di waktu bersamaan, Young-joon tengah mengobrol dengan Yoo-sik. Dia bertanya: “Memangnya memakan ramen itu masalah?”

“Tentu saja! Jika wanita berkata, ‘Oppa.. Mau makan ramen sebelum pulang?’ kepada pria, itu sama saja berkata, ‘Jika kamu memakan ramen ini, kita berpacaran!’. Artinya, dia menyukaimu!!!”

“Tapi itu bukan kaviar atau jamur truffle. Itu makanan instan yang penuh zat aditif. Mengajak orang lain memakannya justru menyimpan makna seperti itu?”

“Astaga, kamu naif sekali. Ramen itu hanya alasan!  Jika pria dan wanita berduaan di ruang tertutup, mereka akan terdorong untuk berpegangan tangan dan saling berpelukan...”



Mendengarnya membuat Young-joon kaget.. maka Yoo-sik bertanya: “Kenapa? Jangan-jangan.. kamu habis makan Ramen dengan Sekretaris Kim?”

“Beraninya kamu bicara... Apa kami tampak seperti orang yang punya banyak waktu? Itu dialami oleh teman sekelas sepupuku saat kuliah!” tukas Young-joon dengan kikuk-nya

“Lalu apa aku tampak punya banyak waktu? Perlukah aku mendengarkan pengalaman teman sekelas sepupumu selarut ini?!” keluh Yoo-sik


Mi-so ditanya oleh kakaknya: “Kamu menyukai Wakil Presdir Lee Young-joon, yaaaaa?”

“Kakak bicara apa sih? Selalu saja berkata begitu..”

“Mi So, manusia itu hanya bahagia jika berhubungan dengan orang yang setara. Bukan hanya manusia. Hal yang sama berlaku pada makhluk lain. Pernah melihat anjing dan burung dekat seperti pasangan di acara ‘How is that Possible’?”

“Maksud Kakak, ada anjing dan burung yang menjadi pasangan (kekasih)?”

“Ya. Menarik, bukan? Kamu akan keheranan, bukan? Begitulah saat dua ras berbeda berpasangan..”



“Artinya, Pak Lee itu anjing dan aku burung?”

“Kurang lebih begitu.. Wakil pimpinanmu kaya dan kita hanya orang biasa. Kita ras yang jauh berbeda. Jika kita bercerita kita biasa memperebutkan paha ayam saat kecil, apa menurutmu dia akan paham? Kita memperebutkan paha ayam! Bukan saham perusahaan... Sebeda itulah dunianya. Dunia antah-berantah yang tidak akan bisa kita gapai. Kakak berkata begini karena mencemaskanmu. Kakak tidak mau kamu sakit hati nantinya..”

“Aku tahu. Tapi ini masalahku...”



Malam semakin larut.. Mi-so mengantar kakaknya pulang hingga ke depan pintu. Sementara sang kakak terlihat begitu mencemaskannya, sejujurnya Mi-so pun merasakan hal yg sama, tapi dia tak menunjukkannya kepada orang lain.


Dalam tidurnya, Sung-yeon mengalami mimpi buruk.. dimana seorang anak kecil terkurung dalam sebuah rumah sambil terus memanggil ayah dan ibunya..


Di pagi hari.. Mi-so telah berdandan rapi, dan hendak berangkat kerja. Tiba-tiba, ada telpon masuk dari Young-joon yg bertanya: “Kamu dimana?”

“Aku masih di rumah. Ada yang perlu kulakukan?”

“Kamu sudah siap berangkat?”

“Ya, aku baru akan keluar”

“Baiklah, cepat keluar..”



Mi-seo kaget.. ketika dilihat dari jendela, ternyata Young-joon tengah menunggunya di depan rumah.


Bergegas.. Mi-so berlari menghampirinya. Tapi tak sengaja, kakinya tersandung, hingga membuatnya terjatuh.. tepat di pelukan Young-joon.



“Ya ampun! Maafkan aku...” ucap Mi-seo

“Tidak perlu minta maaf...” sahut Young-joon yg seketika membuat Mi-so jadi salah tingkah. 



Tak sepeti biasanya.. kali ini, Young-joon secara sukarela menawarkan diri untuk menyetir mobil, Dia bahkan membuka-kan pintu untuk Mi-so. Sebelum berangkat, sejenak dia menatap Mi-seo lalu berkata: “Kamu cantik hari ini...”

Mi-so tercengang kaget.. tapi kemudian, Young-joon menambahkan: “Jika ingin pujian semacam itu dariku, kamu harus lebih sadar mode. Kamu juga mengenakan blus ini pada hari Rabu dan Jumat lalu. Orang lain akan berpikir itu seragam Grup Yumyung...”



“Hari Rabu dan Jumat. Bagaimana Anda bisa ingat?”

“Ingatanku yang sangat tajam juga membebaniku. Terutama karena ada hal-hal yang ingin kulupakan...”




Young-joon mengambil sebuah tas dari kursi belakang dan memberikannya keapda Mi-so, “Ini Croque-monsieur buatan koki pribadiku” jelasnya, “Makanlah jika kamu belum sarapan...” 

Selain kue, adapula kopi.. Young-joon bilang: “Kamu juga boleh meminum kopi itu. Kamu juga boleh menyimpan kantung belanja ini...”

Dengan kikuknya, Mi-so pun mengucap Terimakasih..

Advertisement

3 comments

Klu gambar yg ini mayan bagus dan nggak kekecilan,jadi nggak perlu nggezoom

http://topindopulsastart.blogspot.com/?m=1

Sama bagusnya....tetap bisa enjoy bacanya...semangat terus ya min😎


EmoticonEmoticon