6/21/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 5 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 5 BAGIAN 2


Mereka jalan berdampingan memasuki gedung kantor.. Young-joon terus menunjukkan sikap baik dan ramah. 



Dia meminta Mi-so untuk masuk lift duluan.. serta dia sengaja berdiri sejajar dengannya, seakan ingin membuang kesan bahwa mereka adalah sekrestaris dan bos-nya.



Kemudian.. ketika masuk ke kantornya, Young-joon membuat para pegawai keheranan, karena sikapnya yg tiba-tiba menyapa mereka dengan cara yg sangat ramah...

Se-ra nyeletuk, dia bilang: “Pak Lee.. dia memang selalu ramah kepadaku!”

“Benarkah? Aneh! Kamu yakin itu bukan mimpi?” tukas Pak Jung



“Omong-omong, kenapa suasana hatinya Pak Lee tiba-tiba jadi sangat baik hari ini?” tanya Joon-hwan pada Mi-so, yg seketika membuat yg lainnya ikutan kepo

Namun dengan kikuk, Mi-so hanya menjawab: “Entahlah..”


Masuk ke dalam ruangannya, Young-joon langsung menggantung jas-nya sambil berkata: “Aku sangat sempurna... Selain penampilan sempurna, aku juga dilengkapi hati yang hangat dan penyayang...”


Tak lama kemudian, masuklah Mi-so yg hendak membantunya mengoleskan salep di bibirnya yg masih luka.



Namun kali ini.. suasana terasa berbeda. Terselip rasa canggung, yg membuat Mi-so bertanya apakah Young-jooon ingin melakukannya sendiri saja?

“Kamu bisa melakukannya untukku..” jawab Young-joon


Dengan gugupnya.. Mi-so berniat mengalihkan topik, dengan mengeccek berkas-berkas yg tersimpan di meja. Tapi tak sengaja, tangannya tersayat kertas hingga membuatnya sedikit terluka dan berdarah.


Young-joon sangat mengkhawatirkannya, dia lansgung mengambil kasa untuk membersihkan lukanya. Namun Mi-so menolak: “Saya bisa sendiri..” ucapnya

“Anggap saja, ini sebagai balasan atas perawatanmu kemarin.. Aku selalu membalas yang kuterima...” jelasnya



Setelah membersihkan luka Mi-so, dia pun meniupnya dan menutupnya dengan plester.. Tak ingin kejadian ini terulang kembali, Young-joon sampai bilang, bahwa seluruh laporan untuknya tak perlu di print, “Kertas terlalu berbahaya, aku bisa membaca laporannya lewat gadget..”


Setelah membersihkan luka Mi-so, dia pun meniupnya dan menutupnya dengan plester.. Tak ingin kejadian ini terulang kembali, Young-joon sampai bilang, bahwa seluruh laporan untuknya tak perlu di print, “Kertas terlalu berbahaya, aku bisa membaca laporannya lewat gadget..”




Masuklah Ji-ah..  dia langsung menegur Mi-so, yg malah memasukkan bungkus minuman siap seduh kedalam gelas yg telah berisi air. Mi-so kaget, “Astaga, kenapa ini ada di sini?”

“Ternyata.. anda pun, terkadang membuat kesalahan yaa...” ujar Ji-an sambil tertawa riang seperti biasanya


Ibu duduk sendirian.. merenung dengan raut wajah yg terlihat begitu sedih. Ayah menghampirinya bertanya: “Sayang.. kamu baik-baik saja?”


“Menurutmu begitu? Hubungan kedua putraku lebih buruk daripada orang asing. Ini sangat mengecewakan...”

“Jangan berdiam diri di rumah. Belanjalah atau lakukan sesuatu. Apa namanya? Kamu sempat bercerita tentang tas edisi terbatas. Belilah...”

“Tidak usah”

“Kenapa? Kamu punya cukup uang, segeralah beli tasnya..”

“Tidak usah kataku...”



Ayah menelpon Pak Choi, menyuruhnya pergi ke mall untuk memeli tas yg diingan ibu. Tapi ibu bersikeras mengatakan tak usah.. karena ternyata, tas itu telah dibelinya sejak minggu lalu..



Ayah menemui Sung-yeon dan langsung mmeintanya untuk berbaikan dengan Young-joon, “Ibumu sangat cemas hingga terjaga semalaman. Lekas berdamai agar ibumu lebih tenang...”

“Baiklah, aku mengerti” jawab Sung-yeon

“Satu hal lagi. Jangan ganggu Young Joon mulai sekarang. Dia harus mengurus banyak proyek belakangan ini. Jika dia goyah, perusahaan kita dan semua pegawai akan ikut goyah...” jelas ayah

“Baiklah..” ucap Sung-yeon


Di kantor, Ji-ah menerima telpon dari seseorang yg katanya ingin bertemu dengan Mi-so. Maka Mi-so bertanya, siapa orang itu?

“Maaf.. aku tak sempat menanyakan namanya..” jawab Ji-ah

“Hmm... lain kali, jangan lupa tanyakan data pribadi mereka...” ujar Mi-so dengan ramahnya


Turun ke lobby, Mi-so bertemu dengan orang yg ingin bertemu dengannya, yakni Sung-yeon. Dia heran, “Bagaimana kamu tahu nama dan departemenku?”

“Kamu tidak terlihat senang melihatku”

“Tentu saja. Aku tidak punya alasan untuk senang. Kamu memang sangat lancang saat meminta nomorku secara paksa. Tapi mengunjungiku di tempat kerja sangat tidak pantas”


“Haruskah aku pergi?”

“Ya, pergilah”

“Kejam sekali. Padahal, kamu yang mengajakku bertemu lewat e-mail..”

“Kapan?”

“Kamu ingin aku menggelar konser buku di Pusat Seni Yumyung...”



Sejenak berpikir, akhirnya Mi-so tersadar akan hal itu, “Jangan bilang kalau kamu adalah Morpheus?”

Sung-yeon mengangguk.. sontak membuat Mi-so terperanjat kaget bukan main...


Mereka melanjutkan obrolannya, sambil makan siang di sebuah restoran. Mi-so meminta maaf, “Aku penggemar berat buku-bukumu. Tapi aku telah khilaf karena tidak tahu wajahmu...” jelasnya

“Sudah cukup minta maafnya. Makanlah... Kamu baru makan sedikit karena mengamati reaksiku...” pinta Sung-yeon


Tapi Mi-so tak bisa lansgung makan.. hidungnya terasa gatal, dia melirik sekelilingnya dan langsung mengernyit, mengetahui terdapat sebuah vas bunga tepat di sampingnya.


Sung-yeon sangat peka.. dia lansgung memanggil pelayan untuk memindahkan vas itu. 

“Bagaimana kamu tahu aku alergi bunga?” tanya Mi-so

“Mana mungkin tidak tahu? Kamu celingukan sambil mengendus. Lalu kamu melihat bunganya dan membelalak seperti menemukan penyebabnya..” jelas Sung-yeon



“Mungkin karena kamu penulis, tapi kamu peka sekali. Jadi, kamu sudah membaca proposalnya?” tanya Mi-so

“Sekilas...” jawabnya

“Apa jawabanmu?” tanya Mi-so, namun Sung-yeon malah balik bertanya: “Haruskah kujawab sekarang?”

Advertisement

1 comments:

Adiknya..tidak sepeka kakaknya...😊


EmoticonEmoticon