6/21/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 5 PART 4

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 5 BAGIAN 4



Pulang kantor, Mi-so pergi ke mall untuk membeli pakaian baru. Dia menemukan dress cantik yg dia sukai.. tapi sayangnya, tak ada yg ukurannya pas dengannya. 

“Tapi Anda bisa memesan khusus...”

“Tidak usah. Aku butuh gaun yang bisa langsung kukenakan”

“Sekarang juga? Anda pasti akan berkencan...”

“Kencan? Ah.. enggak kok..”



Akhirnya, Mi-so membeli dress cantik bermotif bunga yg langsung dikenakannya. Saat berjalan keluar, ada telpon masuk dari Sung-yeon: “Kamu sudah pulang? Ada rencana apa?” tanyanya

“Aku ada acara malam ini...”

“Sungguh? Kamu mau ke mana?”

“Restoran Hotel M”

“Aku ada di dekat situ. Bisakah kita bertemu sebentar?”

“Jangan sekarang. Aku ada acara malam ini...”

“Aku ingin bertemu untuk memberikan jawaban. Aku bisa berubah pikiran jika kita tidak bertemu sekarang”

“Tunggu. Tapi waktuku sedikit..”

“Jangan khawatir. Aku hanya butuh 10 menit...”

“Baiklah..”


Young-joon telah duduk menunggu di restoran.. dia menyiapkan minuman mahal serta sebuah cake yg akan dihidangkan ketika Mi-so datang.


“Sekretaris Kim.. Selamat sebelumnya. Kamu akan menjadi satu-satunya wanita yang menerima pernyataan cinta yang jujur dan tulus dariku...” ujarnya dengan penuh percaya diri


Sesampainya di depan restoran, lebih dulu Mi-so bertemu dengan Sung-yeon.

“Kamu makin terlihat memukau sekarang. Kamu akan menemui seseorang yang penting, ya?” godanya..



“Hmm.. Sebaiknya kita tidak berlama-lama. Waktuku sempit. Jadi, bagaimana? Kamu sudah memutuskan?” tanya Mi-so

“Ya, aku akan memercayaimu dan melakukannya. Aku ingin segera bertemu karena kamu pasti gembira” jawabnya, yg seketika membuat Mi-so kegirangan


Sung-yeon memberikan bukunya yg terbaru, “Itu hadiah untukmu karena kita akan bekerja sama...”

“Terima kasih...”

“Kamu akan makin berterima kasih usai membukanya. Ada tanda tanganku di dalam...”


Mi-so melihatnya dan di halaman pertama, tertulis kalimat mutiara: ‘Keberuntungan mempertemukan kita, tapi mungkin kita memang ditakdirkan bertemu’




Tiba-tiba, datanglah Young-joon yg langsung merebut buku itu dan mengembalikannya pada Sung-yeon.

“Pak Lee.. anda kenapa?” tanya Mi-so, tapi Young-joon tak ingin menajwabnya dan malah menyeretnya masuk kedalam restoran



Mi-so minta penjelasan, begitu pun dengan Young-joon, “Kamu dahulu yang jelaskan. Apa yang terjadi?”

“Dia novelis, Morpheus. Dia datang menyampaikan kesediaannya tentang konser buku di pusat seni kita..” jelas Mi-so

“Kapan kamu mulai mengatur proyek ini?” tanya Young-joon

“Aku sudah lama mengatakannya, Pak. Kataku, akan meriah jika mengundang novelis ternama untuk pembukaan...”

“Dialah novelis ternama yang kamu maksud?”

“Ya”


“Kenapa kamu tidak memberitahuku  sebelumnya?”

“Kurasa percuma mengabari Anda sebelum acaranya jelas”

“Jangan lakukan (acara) itu!”

“Apa? Kenapa...”

“Pokoknya jangan!”

“Boleh aku tahu alasannya?”

“Haruskah aku menjelaskan segalanya? Aku hanya tidak menyukai ide itu!”



Mi-so kecewa, dia menghela nafas panjang kemudian bertanya: “Anda bilang ingin menyampaikan sesuatu. Apa bisa ditunda jika itu tidak penting?”

“Tentu, itu bukan hal penting!” jawab Young-joon dalam kondisi emosi

“Kalau begitu, permisi, Pak...” ucap Mi-so yg kemudian berjalan pergi


Setelahnya, Young-joon ikutan berjalan pergi.. cake serta minuman yg telah dia pesan, pada akhirnya tak jadi dihidangkan dihadapan Mi-so.




Dengan langkah yg begitu lesu.. Mi-so pulang ke rumahnya. Saat melepas heels, terlihat luka lecet di tumitnya, “Apa yang kupikirkan? Akhirnya aku malah sakit hati...” keluhnya


Young-joon berbincang empat mata dengan kakaknya. Sung-yeon bertanya, “Ada apa? Tidak biasanya kamu mengajakku bertemu lebih dahulu...”

“Apa maumu?”

“Tidak ada. Aku ingin membantu perusahaan. Hanya itu...”

“Maksudmu?”

“Sekretaris Kim bilang, keterlibatanku akan sangat membantu perusahaan...”



Young-joon mengernyit.. membuat Sung-yeon bertanya: “Kenapa ekspresimu? Kamu takut? Kamu pikir aku akan merebutnya darimu?”

“Tentu saja tidak!” sanggah Young-joon

“Tapi kamu tampak takut. Jika kamu takut, haruskah aku tidak melakukannya?” tanya Sung-yeon

“Tidak, silakan saja. Aku tidak peduli kamu melakukannya atau tidak. Jika kamu pikir punya pengaruh terhadap Sekretaris Kim atau perusahaan, kamu terlalu percaya diri. Tidak ada yang bisa kamu lakukan...” jelas Young-joon, yg kemudian berjalan pergi


Untuk meredam emosinya, Young-joon memilih berdiam diri sendirian di pinggir kolam.. dia tak mengatakan apa pun, tapi berulang kali dia menghela nafas panjang.


Esok paginya.. Young-joon sibuk memikirkan kalimat yg pas dikirim untuk Mi-so. Berulang kali dia mengetik, namun pada kahirnya tak ada satu pun yg dia kirimkan.



Bahhan ketika sampai di kantor, Young-joon bersikap dingin.. berbeda dengan kemarin, ketika dia datang dan lansgung menyapa  para pegawainya dengan sangat ramah..


Tak lama kemudian, datanglah Pak Jung.. yg dengan hebohnya, menyatakan bahwa dia punya berita besar. Berdasarkan info yg didapatnya, pengisi acara pada pembukaan galeri mereka adalah Novelis tekenal, Morpheus..



Mi-so kaget, dia pun bertanya: “Pak Jung.. darimana anda mendengar berita itu?”

“Tim Humas memberitahuku. Katanya, Pak Lee menyuruh mereka untuk segera mengirim siaran pers...” jawabnya


Detik itu juga, Mi-so menemi Young-joon, untuk memastikan berita barusan, “Benarkah Anda menyetujui tim Humas untuk mulai mengurus konser buku Morpheus?”

“Benar...” jawab Young-joon



“Kemarin, Anda bilang tidak akan mengizinkannya. Kenapa Anda tiba-tiba berubah pikiran?” tanya  Mi-so, yg kemudian menggerutu: “Ah.. iya.. Anda tidak perlu menjelaskan segalanya. Tolong jangan melewati batas lagi. Sejujurnya, aku salah paham. Anda memintaku berpacaran dan menikah dengan Anda. Lalu Anda mulai baik kepadaku. Kukira Anda serius... tapi ternyata.. Jadi kumohon, jangan membuatku bingung lagi!!!”

1 komentar


EmoticonEmoticon