6/23/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 PART 1

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 BAGIAN 1


Ternyata.. alasan Young-joon mendorong Mi-so saat hendak menciumnya, adalah karena dia teringat sebersit momen mengerikan ketika seorang wanita menghampirinya dan hendak mencekiknya..


Kembali ke realita.. Young-joon langsung kaget, melihat kursi Mi-so yg telah bergerak menjauh darinya. Dia bergegas menghampirinya, dan berusaha untuk menjelaskan hal yg barusan terjadi..

Mi-so tak memberinya kesempatan untuk berbicara, “Sekarang aku ingat.. Siapa Anda dan orang seperti apa Anda!” tukasnya

“Apa maksudmu?” tanya Young-joon


“Anda seorang pria narsistik yang hanya mencintai dirinya sendiri. Anda pikir orang lain hanyalah bayangan anda. ‘Beraninya dia ingin memilikiku?’, pasti kalimat itu yang terlintas di benak Anda. Itu sebabnya Anda mendorongku, bukan?” ujar Mi-so dengan kesalnya

“Sekretaris Kim, kamu salah sangka. Bukan begitu..” tutur Young-joon

“Pak Lee.. tahukah anda? Jika ada yang bertanya kapan ciuman pertamaku, aku terpaksa memilih antara anak ingusan bernama Sang Cheol yang iseng menciumku saat TK dan momen ini!!!” gerutu Mi-so

Bangkit dari kursinya, Mi-so menatap Young-joon lalu berkata: “Aku akan cuti besok! Kurasa aku tidak tahan melihat wajah Anda!”

“Hfftt.. kumohon jangan dulu pergi..” pinta Young-joon


Mi-so menatapnya tajam, dan berkata: “Jam kerjaku hari ini, telah selesai! Jadi, jangan berani-beraninya mengikutiku!”


Ditinggal sendirian, barulah Young-joon bisa bernafas lega, “Syukurlah.. dia tak peka.. Tapi aku tidak senang. Seharusnya tidak begini...” ujarnya


Mi-so menceritakan kejadian barusan pada kedua kakaknya. Namun, dia berbohong... Dengan mengatakan kalau cerita itu, dia baca di internet. Dia lantas bertanya, kira-kira kenapa si pria bertingkah seperti itu?

Kakaknya yg satu, menduga kalau si pria mengalami kelainan seksual. Kasus ini sering terjadi, karena si pria terlalu kelelahan atau stress.. hingga tubuhnya menolak untuk melakukan ‘hal’ itu..


Tapi kakaknya yg satu lagi, memilik pendapat berbeda, “Kurasa.. ini ada hubungannya dengan masalah psikologis. Dia menunjukkan reaksi yang ekstrem sebelum berciuman. Mungkin dia trauma oleh wanita atau ciuman. Itu mengakibatkan adanya gejala penolakan...” jelasnya


Kedua kakaknya mengajak Mi-so lanjut minum-minum di ronde kedua, namun Mi-so menolak. Dia bilang, dia tak ingin menghabiskan hari liburnya, dalam kondisi mabuk dan ingin bersenang-senang sepuas hatinya..


Setelah Mi-so berjalan pergi, kakaknya berspekulasi.. bahwa semua yg diceritakan Mi-so barusan, adalah pengalamannya pribadi dan bukan dari Internet. Jika dugadannya benar, maka hal ini makin menguatkan fakta bahwa ada sesuatu diantara Mi-so dan Young-joon...


Dalam toilet.. Mi-so melamun, mengingat penjelasan kakaknya mengenai kemungkinan trauma yg pernah dialami Young-joon, hingga membuatnya bersikap se-aneh tadi. Dia setuju akan hal itu.. tapi kemudian, dia menertawakan dirinya sendiri, dan mengeluh: “Memangnya apa yg terjadi.. kenapa aku terus memikirkannya..”


Young-joon sendiri, tengah duduk diluar sambil memikirkan kalimat yg paling pas untuk dikirimkan sebagai permintaan maafnya pada Mi-so.

Awalnya dia mengetik: ‘Sekretaris Kim.. kamu pasti sangat tidak sabar menciumku. Karena telah menantikannya, kamu pasti kecewa sekali...’


Tapi kemudian dia menghapusnya, dan mengetik: ‘Sekretaris Kim, aku minta maaf..’


Dia pun mengirimnya, sambil komentar: “Lebih ringkas, lebih baik. Langkah pertama selalu paling sulit. Setelahnya akan mudah. Kini meminta maaf tidak begitu sulit...”


Mi-so membaca sms-nya, kemudian membalas: ‘Maaf? Memangnya ada apa di antara kita? Aku tidak mengerti...’


Young-joon jadi bingung, “Ada apa di antara kita? Apa dia akan melupakan momen romantis dan dinamis itu? Kalimat ini sulit diartikan. Bagaimana ini?” keluhnya


Keesokan harinya.. ketika tengah menikmati secangkir kopi, pelayan menghampirinya dan memberitahukan kalau sekrestarinya Young-joon sudah datang.

“Kenapa? Kenapa dia datang padahal sedang cuti? Mungkin Sekrestaris Kim, merasakan hal yg sama dengan yg kurasakan?” pikirnya yg kemudian buru-buru jalan kedepan, bahkan ketika slipper-nya copot sebelah. Dia tak peduli dan terus melanjutkan langkahnya.


Eh ternyata.. sekretaris yg dimaksud adalah Pak Yang. Dia datang kemari, karena disuruh oleh Sekretaris Kim untuk membantu Young-joon memasang dasinya.


Pak Yang sampai membawakan sebuah dasi bermotif polkadot, dan dia sangat bersemangat untuk memakaikannya. Tapi Young-joon lansgung jaga jarak, dan menolak tawaran bantuan itu.


Mi-so sendiri, tengah menikmati sarapan paginya sambil memikirkan hal apa saja yg akan diakukannya seharian ini.


Yg pertama terpikirkan, adalah pergi ke taman hiburan.. namun hal itu, seketika mengingatkannya pada sosok Young-joon.


Melirik kesamping, ada boneka sapi pemberian Young-joon. Dia pun memindahkannya ke kursi, sambil berkata: “Hei, Sapi Pekerja Keras! Hari ini kita tidak boleh saling bertatapan. Kamu mengingatkanku kepada seseorang!”


Tak sengaja, Mi-so mendorong kursinya dan lagi-lagi hal ini mengeingatkannya pada Young-joon dan kejadian memalukan malam kemarin.


Mi-so benar-benar geli, mengingat tingkahnya sendiri, “Ahhhhh!!!! Kenapa aku memejamkan mata? Kenapa?!”


Ji-ah terlambat datang ke kantor, dia beralasan kalau orangtuanya pindah rumah ke daerah yg lumayan jauh. 

“Jangan mengungkit urusan keluargamu yang tidak menarik dan bersiaplah untuk bekerja...” tukas Se-ra

“Baik... Lagipula, Aku akan menemui agen perumahan untuk mencari rumah baru. Aku ingin punya kediaman sendiri di dekat kantor. Jadi, aku tidak akan terlambat lagi...” jelasnya

“Jangan mengungkit urusan pribadimu yang tidak menarik bagi kami dan bersiaplah untuk bekerja!” tukas Se-ra dengan sinisnya


Mengetahui kalau Sekretaris Kim mengambil cuti hari ini, membuat para karyawan bertanya-tanya: “Kenapa? Mungkinkah terjadi sesuatu padanya?”


Young-joon yg baru datang, langsung menjawab pertanyaan itu: “Tidak ada yang terjadi...”, kemudian dia menegaskan: “Jangan membicarakan orang di belakangnya. Bekerjalah lebih keras untuk gantikan ketidakhadirannya”


Se-ra hendak berjalan keluar, tapi jalannya tertutupi oleh Pak Yang.. sepertinya, Pak Yang ada ‘rasa’ padanya, namun Se-ra menanggapinya dengan sangat ketus.
Advertisement


EmoticonEmoticon