6/23/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 PART 2

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 BAGIAN 2


Seorang diri, Mi-so duduk di taman bermain sambil makan es dan melihat anak-anak kecil yg bermain ditemani ibunya.


Merasa bosan, dia pun menelpon satu persatu temannya.. Namun menyedihkan, karena mereka semua punya kesibukannya masing-masing. Ada yg harus rapat dengan ibu-bu di playgroup, dan ada yg mau pasang filler..

Mi-so tak bisa memaksa mereka untuk menemaninya, dia pun hanya bisa mengeluh: “Apa yang akan kulakukan saat berhenti kerja nanti?”


Tiba-tiba, dia teringat Reporter Park, yakni pria yg sempat kencan buta dengannya. Dia pun megirim pesan padanya, untuk bertanya tentang kasus penculikan anak tahun 1994 yg sempat disinggunya kala itu..


Sung-yeon berkunjung ke kantornya Young-joon.. Pak Jung yg melihat nama di amplopnya, seketika langsung menyadari bahwa Sung-yeon adalah penulis Morpheus. Hal tersebut, sontak membuat para pegawai wanita jadi heboh karenanya..


Beda halnya dengan Young-joon.. yg ketika melihat Sung-yeon, malah menunjukkan tatapan penuh kekesalan..


Interaksi mereka, membuat para pegawai berspekulasi bahwa ada sesuatu diantara Sung-yeon dengan Youn-joon.

Pak Jung akhirnya buka mulut.. dia memberitahukan, bahwa mereka adalah kakak-adik, dan Sung-yeon merupakan putra sulung dari Grup Yumyung.


Dalam ruang kerja, Sung-yeon menceritakan alasannya datang kemari, yakni hanya untuk mampir setelah rapat dengan tim perencanaan, “Aku membaca proposal mereka, konsepnya lumayan..” jelasnya

“Tidak perlu melaporkan hal semacam itu. Itu hanya satu dari banyak proyek di perusahaanku” tukas Young-joon dengan sinisnya


“Perlukah kamu mengatakannya seperti itu?”

“Begitulah kenyataannya”

“Baiklah. Pasti ini sepele bagimu karena kamu sangat berkuasa. Tapi kurasa Ibu dan Ayah tidak menganggapnya begitu. Keduanya sangat senang dengan kerja sama kita. Itulah alasanku datang. Memintamu untuk tidak menimbulkan konflik. Mereka kira kita berbaikan dan mereka gembira. ..”

“Bukankah seharusnya kamu becermin?”

“Apa?”

“Bukan aku yang menimbulkan konflik!”


Meninggalkan ruangan Young-joon, Sung-yeon bertanya pada Ji-ah: “Apa Sekretaris Kim sedang pergi?”

“Dia sedang cuti hari ini...”

“Begitu rupanya..”


Sebagai fans berat-nya, Ji-ah sangat senang bisa bertemu langsung dengan Sung-yeon. Dia sampai cerita tentang keanggotannya dalam fanclub Morpheus..


Para pegawai lain, tak kalah hebohnya. Mereka berebut minta tandatangan, bahkan Pak Jung sangat niat sampai membeli buku karangan Sung-yeon yg terbaru dan minta dia menandatanginya secara langsung.


Young-joon memerhatikan tingkah para pegwainya, dia pun koemntar: “Ada untungnya juga ,Sekretaris Kim ambil cuti hari ini..”


Ji-ah sedang asyik selfie dengan tandatangan dari Sung-yeon, hingga tiba-tiba ponselnya berdering karena ada telpon masuk dari Mi-so yg memintanya sedikit merubah jadwal Young-joon.


Ji-ah iseng bertanya, apa yg sedang dilakukan Mi-so di hari liburnya? Tapi kemudian, Mi-so menjawab kalau dia hanya diam di ruahnya saja..


Bersamaan dengan itu, Young-joon keluar dari ruangannya. Ji-ah bertanya: “Ada yg bisa saya bantu?”

“Batalkan seluruh agendaku hari ini. Karena ada hal penting yg harus kulakukan!” ujar Young-joon


Berjalan pulang ke rumahnya, Mi-so terus menatap ponselnya sambil mengeluh: “Tidak ada yang menjawab SMS-ku, dan tak ada yg bisa kulakukan. Jika dipikir-pikir, aku tidak punya teman main atau rencana saat hari libur karena wakil pimpinan. Ini akibat aku harus mendedikasikan hidupku untuknya...”

Dia berteriak kesal, “Dasar Wakil Pimpinan...”


Eh tiba-tiba, orang yg disebutkan telah berdiri di depannya dan dengan pedenya, dia bertanya: “Kamu memanggilku?”

Dengan kikuknya, Mi-so bertanya balik: “Pak.. apa yg ada lakukan disini?”

“Mungkin kamu memikirkanku seperti tadi, jadi, aku datang untuk menemuimu. Ayo kita bersenang-senang hari ini..” ajaknya, yg kemudian menjelaskan: “Aku libur hari ini untuk bersenang-senang denganmu..”

“Tidak perlu. Aku sibuk” tukas Mi-so


“Kamu hanya berjalan-jalan di sekitar sini. Sibuk apa?”

“Yaaa... Aku sibuk berjalan-jalan di sekitar sini. Omong-omong, Bagaimana Anda tahu aku di rumah?”

“Aku mendengar Ji Ah bertelepon denganmu. Jujurlah. Kamu ingin aku menemuimu, bukan?”

“Anda kompeten di segala aspek, tapi tebakan anda kali ini salah..”

“Ya, aku selalu kompeten, jadi, percayakan harimu kepadaku. Aku akan menghiburmu”

“Aku sibuk. Aku akan pergi ke tempat yang lebih jauh mulai sekarang”

“Dengan pakaian itu?”


Pertanyaan itu, sontak membuat Mi-so jadi salah tingkah.. dan bingung mesti menjawab apa. Alhasil, Young-joon berkata: “Beri aku kesempatan untuk memperbaikinya...”


Dia telah menuliskan agendanya hari ini, dan membacakannya lansgung dihadapan Mi-so: “Kita akan makan di restoran mewah sambil mendengarkan orkestra. Kita akan naik yacht untuk berlayar. Kita akan menuju bandara dari tepi sungai dengan helikopter. Kita akan pergi ke Jepang dengan pesawat pribadiku. Kita akan makan sushi sebagai kudapan malam, lalu pulang...”

Namun dengan tegas, Mi-so menolak, “Aku tidak berniat melakukan semua hal itu..” ujarnya


Young-joon bertanya: “Kenapa?”

“Ini hari liburku. Aku akan menjalaninya sesukaku. Aku tidak akan menuruti kemauan Anda..” jawab Mi-so

Maka Young-joon berkata: “Kalau begitu, aku akan menurutimu hari ini”

“Anda tidak akan bisa..” tukas Mi-so

Namun Young-joon menegaskan kalau dia pasti BISA!!!!


Sesaat kemudian, mereka telah berada di halte. Dengan bangga-nya, Mi-so menuturkan bahwa dia ingin berwisata naik bus..


Young-joon mengeluh: “Sekretaris Kim.. Jangan sengaja melawan gaya hidupku, lakukan keinginanmu...”


“Aku sungguh ingin melakukan ini. Aku selalu naik bus penuh sesak saat pulang dan pergi kerja. Aku ingin naik bus hingga tujuan akhir saat tengah hari tanpa pikir panjang. Tapi Anda pasti keberatan karena tidak suka naik kendaraan yang dikemudikan orang asing. Itu sebabnya Anda selalu menyuruhku mengemudi setelah minum-minum. Anda keberatan melakukannya, bukan?” ujar Mi-so sambil tersenyum puas, mengira dirinya berhasil ‘mengusir’ Young-joon


Tapi ternyata.. Young-joon tak menyerah dan dia bersedia naik bus. Dia hendak membayar ongkosnya, namun Mi-so menolak, “Biar aku yg membayar..” ucapnya

Terjadi sedikit insiden memalukan, karena kartu transport milik Mi-so kurang saldo. Akhirnya, dia pun membayar dengan uang cash..


Seluruh kursi penuh, maka mereka berdua harus berdiri. Young-joon yg baru pertama kali naik bis, nampak bingung.. dia mengikuti Mi-so yg berpegangan pada kursi penumpang, sembari mengeluh: “Rancangannya tidak mempertimbangkan orang tinggi sepertiku...”

Mi-so menunjukkan pegangan di atas, “Pegang itu saja, pak..” jelasnya


Ada seorang penumpang yg turun, maka Young-joon menyuruh Mi-so untuk duduk disana.. Tapi karena kebiasaannya melayani Young-joon, maka dia malah menyuruh Young-joon saja yg duduk.


Berselang beberapa detik, Mi-so berubah pikiran.. dia memutuskan untuk duduk dan sengaja membiarkan Young-joon tetap berdiri.


Supir bus menginjak rem secara mendadak, yg seketika membuat Young-joon kehilangan kesimbangan dan dia terjatuh tepat di pangkuan Mi-so.


Penumpan lain yg melihatnya, langsung menertawainya smabil komentar: “Kakinya sangat letoy...”

2 komentar

  1. Kakinya emang letoy kayaknya haha...

    BalasHapus
  2. Ha..ha...kocak...😂 dan sedikit romantis😙

    BalasHapus


EmoticonEmoticon