6/23/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 PART 4

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 BAGIAN 4


Dalam perjalanan menuju kantor, kebetulan Yoo-sik lewat. Maka dia menawarkan tumpangan untuk Mi-so.


Mi-so bertanya seputar kasus penculikan tersebut, tapi sayangnya Yoo-sik tak mengetahui apa pun. Karena meskipun telah berteman sangat lama, tapi Young-joon tak pernah bercerita banyak tentang kehidupan pribadinya.


Lantas Yoo-sik bertanya balik, mengapa Mi-so ingin mengetahui hal terkait penculikan tersebut?

“Aku tidak ingat persis, tapi kurasa aku pernah dikurung di rumah kosong selama sehari. Ada anak lelaki di sampingku di rumah itu dan kurasa dia Pak Lee..”

“Kamu bilang Young Joon dan kakaknya kelas empat SD saat itu. Apa anak lelaki itu memberitahukan namanya?”

“Ya, tapi aku tidak ingat..”

“Kenapa menurutmu itu Young Joon?”


“Itu sekadar firasat...”, jawab Mi-so sambil memikirkan phobia Young-joon pada pengikat kabetl, serta bekas luka di pergelangan kakinya. 


 “Tanyakan saja kepadanya langsung..” ujar Yoo-sik

“Tentu saja aku ingin melakukan itu, tapi mungkin saja dia tidak pernah menceritakannya karena suatu alasan. Itu bukan kejadian yang menyenangkan. Mungkin dia trauma, jadi, aku tidak berani bertanya. Aku cukup puas dengan menemukan teman masa kecilku...” papar Mi-so, yg kemudian meminta Yoo-sik untuk tidak menceritakan soal ini kepada Young-joon

“Jangan khawatir. Seperti katamu, pasti ada alasan dia tidak menceritakannya selama sembilan tahun ini...” jawab Yoo-sik


Sesampainya di depan ruangan Young-joon, Mi-so bertemu dengan Ji-ah yg baru saja mengantar cemilan. Dia menjelaskan, bahwa Young-joon datang lebih awal.. untuk menyelesaikan pekerjaannya, setelah kemarin mengambil cuti seharian.


Mi-so memerhatikan Young-joon dengan tatapan hangat, dan Young-joon sadar akan hal itu, hingga membuatnya berkata: “Kenapa dia menatapku seperti itu? Dia bisa mengurangi ketampananku. Eh tapi.. kalau tatapan orang bisa mengurangi ketampananku, mestinya sekarang aku tak punya wajah..”


Young-joon memanggil Mi-so ke ruangannya, dia minta bantuannya untuk menyortir buku di ruang bacanya, “Kamu bisanya kapan?”

“Kapan pun..” 

“Malam ini bagaimana?” 

“Boleh..” 

“Kenapa tiba-tiba kamu menjadi penurut?” 

“Anda telah memberiku semangat yang kubutuhkan. Jadi, aku ingin membantu sebisaku...” 

“Hah? Apa ada sesuatu yg perlu kamu jelaskan padaku?” 


“Aku sangat senang kita berjumpa lagi...” ucap Mi-so sambil menunjukkan senyuman termanisnya


Saat hanya sendirian, Young-joon memkirkan alasan perubahan sikap Mi-so padanya, “Semalam kami baru saja bertemu dan kini dia senang bertemu lagi denganku? Apa kini dia tergila-gila kepadaku? Sungguh?”


Gwi-nam berjalan melewati lobby kantor, dia melihat Ji-ah yg tengah mengobrol sambil tertawa cekikikan dengan yg lainnya. Sekilas, dia pun mendengar mereka menyinggung tentang hal yg cuman ada satu.. yg seketika, membuatnya ‘parno’, karena mengira mereka sedang membicarakannya.


Dia pun menghampiri mereka dan meminta Ji-ah untuk berbicara empat-mata dengannya.


“Kalian membicarakanku, ya?”

“Apa? Tidak, kok..”

“Jangan berbohong. Aku mendengarnya”

“...’Kamu pasti sulit percaya, tapi hanya ada satu.’.. Itu yang kamu katakan. Kamu pasti membocorkan bahwa setelanku hanya satu”

“Tidak! Pegawai magang memberitahu kami, makanan di kantin kita sangat lezat, jadi, aku bilang itu satu-satunya kantin di negara ini dengan koki yang pernah bekerja di restoran hotel”

“Lalu, kenapa tadi kamu menatapku dan tertawa?”


“Raut muka alamiku memang ceria. Lihatlah..”

“Pokoknya, kamu harus berhati-hati. Aku akan mengawasimu”


Gwi-nam bergeeas pergi, tak lama kemduian datanglah Se-ra yg lansgung bertanya pada Ji-ah: “Barusan, kalian membicarakan apa????”

“Enggak pernting, kok..”

“Beritahu aku, dong. Ji-ah jangan bilang kamu sedang menggoda Gwi-nam..”

“Menggoda apanya! Yang ada, dia itu membuat darahku mendidih!”


Eh.. ketika melirik ke depan, ternyata Gwi-nam masih memerhatikannya sambil memberi kode, menyuruhnya tutup mulut.


Sekarang jam-nya makan siang.. Young-joon pergi keluar untuk urusan pribadi. Mi-so melihat dasinya yg kurang rapi, maka spontan dia membenarkannya dengan sangat perhatian..

Sambil menatapnya hangat, Mi-so berkata; “Maaaf.. karena aku tak mengenalimu lebih cepat..”


Dalam perjalanan, Young-joon terus bertanya-tanya: “Ada apa dengan Sekretaris Kim? Tingkahnya aneh sekali tadi. Sepertinya perasaannya kepadaku mendalam tiga kali lipat. Apa dia tersentuh karena kebaikanku semalam?”


Mobilnya melewati mesin boneka, yg mereka mainkan tadi malam. Young-joon terpikir: “Seandainya berhasil, mungkin perasaannya akan mendalam 10 kali lipat...”


Dia pun sengaja turun dari mobilnya, demi mendapatkan boneka dari mesin itu. Berkali-kali mencoba, sayangnya dia tak pernah berhasil..


Hingga datanglah dua orang anak kecil, mereka mengejek Young-joon dengan sebutan: ‘ajusshi payah’, ‘ajusshi pengangguran’

“Kata ibuku, orang yang tidak bekerja itu pengangguran...” jelasnya


“Kalian berkata begitu karena tidak mengenalku. Minimal satu atau dua perabot di rumah kalian dan mainan kalian pasti diproduksi oleh perusahaanku. Sederhananya, au ini orang kaya!” tutur Young-joon

“Lantas, kenapa ajusshi bermain mesin capit boneka jika kaya? Ajusshi bahkan bisa membeli 100 mesin yg seperti ini..”

“Tidak. Itu berarti curang. Mainan seperti ini hanya bernilai jika dimenangkan!”


Dengan semanangat yg berapi-api.. Young-joon mencobanya kembali dan syukurlah, karena kali ini dia BERHASIL!!!!
Advertisement

1 comments:

Akhirnya...berhasil juga ngalahin mesin penjepit boneka


EmoticonEmoticon