6/23/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 PART 5

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 6 BAGIAN 5


Kembali ke kantor, Young-joon langsung memberikan boneka itu kepada Mi-so, “Aku punya tamu untukmu.. namanya ‘ingatlah aku’..”


Mi-so menerimanya dengan sangat terharu, hingga matanya berkaca-kaca, “Maaf karena tidak mengingat Anda sebelumnya...” ucapnya

“Aku mengerti kamu terharu, tapi itu hanya boneka. Kenapa menangis?” ujar Young-joon


Tiba-tiba, datang Ji-ah yg bertanya apa Mi-so ingin ikut membeli kopi dengan yg lainnya?

“Ah iya.. biar aku saja yg membeli kopinya..” jawab Mi-so yg lansgung berjalan pergi


Young-joon bergumam penasanan, “Air matanya berlinang. Apa dia begitu terharu?”


Mi-so membeli 3 kopi latte dan 3 Amerikano.. tak sengaja, dia melihat permen karamel di etalase, yg seketika membuatnya teringat pada kenangan di masa lalu..


Saat diculik.. MI-so menangis, berkata kalau dia inign pulang. Tapi, anak laki-laki yg menemaninya berusaha menghiburnya, “Mi-so jangan menangis.., aku akan memberikanmu sesuatu yg enak kalau kalu berhenti menangis...” 

Dia memberikan sebuah permen karamel,”Makan ini dan jangan menangis.. Janji yaa..”


Kembali ke kantor, Ji-ah melihat Mi-so membeli karamel, membuatnya langsung bertanya: “Wah.. untuk siapa? Orang yg anda suka?”

Mi-so menjawab: “Ah bukan begitu.. ini hanya untuk sesorang yg ingin aku ucapkan terimakasih padanya. Dia tidak akan mengingatku, tapi tetap saja...”


Ji-ah lantas berbagi informasi yg dia dapat dari temannya sesama anggota fanclub Morpheus katanya Morpheun pernah diculik sewaktu kecil, “Ceritanya ditulis di blog sebelum Morpheus terkenal. Dia sudah menghapusnya, tapi ada yang menyimpan gambarnya...”

Mi-so terkejut mendengarnya, “Bolehkah aku melihat tulisannya?” tanyanya

Ji-ah memperlihatkannya, dan Mi-so membaca dengan saksama. Tulisan itu berjudul ‘Kisah dari Masa Lalu’, berisi:


.....
Di gang kecil di area pembangunan yang kosong, aku mencium bau samar-samar semen. Gerbang baja warna hitam selalu mengeluarkan lengking nyaring ketika dibuka. Mustahil mengintip melalui jendela kaca etsa berpola segi enam. Kupanjatkan doa dan kutatap temali yang bergantung di ruang tengah. Andaikan aku bisa melintasinya dan lari dari ruang tengah ini... Sama seperti boneka kelinci yang ditinggalkan di sana, aku ditinggalkan dan perlahan kehilangan semangatku
.....


Mi-so terbelalak.. dia akhirnya teringat, bahwa anak laki-laki yg selama ini dia cari, namanya adalah Lee Sung-yeon..


Saat itu juga, Mi-so mengkonfirmasinya pada Young-joon.. dan Young-joon mengiyakan hal tersebut, “Benar.. yg diculik memang kakak-ku..” jelasnya

Lantas Mi-si bertanya: “Apa penyebab bekas luka di pergelangan kaki Anda?”

Young-joon malah tanya balik: “Kenapa tiba-tiba kamu menanyakannya?”


Mi-so menjelaskan: “Sepertinya Anda punya kenangan buruk yang ingin Anda lupakan. Karena bekas luka di pergelangan kaki Anda, aku kira Anda adalah---”

“Bekas luka itu... Entah bagaimana aku terluka saat kecil..” jawab Young-joon, yg kemudian mengalihkan topik obrolan dengan bertanya, “Itukah sebabnya? Kamu menatapku dalam-dalam sepanjang hari karena mengira aku anak yang kamu cari-cari selama ini?”

Mi-so bingung harus merespon apa, dia pun hanya bisa bilang: “Maaf atas kekeliruanku...”


Saat berjalan kembali ke ruangan, Mi-so berapasan dengan Sung-yeon, yg langsung menyapanya, “Hai.. Aku datang untuk meneken kontrak dan sekalian mampir. Kemarin aku juga datang, tapi kamu tidak ada...”

“Kemarin aku libur...”

“Begitu rupanya. Aku ingin meneleponmu, tapi kupikir lebih baik berbicara langsung. Jadi, aku datang. Aku ingin meminta maaf karena tidak bilang bahwa aku dan Young Joon bersaudara...”


Mereka melanjutkan obrolannya di sebuah kafe, Mi-so menceritakan segala hal yg dia ingat, namun Sung-yeon tak mengingatnya...

Dia menjelasakan, “Sebenarnya, akibat syok karena diculik, ingatanku terpecah”


“Apa saja yang kamu ingat?”

“Kamu mau kuceritakan apa saja yang kuingat?”

“Iya..”

“Aku dan dia tidak rukun sejak kecil”

“Apa?”


“Maksudku Young Joon. Seperti sekarang, dahulu dia sangat angkuh. Dia lebih kompeten dariku dalam segala hal. Kami selalu saja dibanding-bandingkan. Lalu saat aku kelas empat SD, Young Joon lompat dua kelas dan kami pun sekelas. Anak cerdas itu dalam sekejap disukai oleh teman-temanku. Kemudian, dia memihak mereka dan merisakku. Dia mentertawakanku karena lebih lemah darinya... Suatu hari, Young Joon mengajakku ke area pembangunan. Dia memintaku menunggu selagi dia membeli minuman. Tapi.. Young Joon tidak kembali. Saat menunggunya, aku diculik..” papar Sung-yeon


Mi-so bingung.. dia menyadari, bahwa Young-joon dan Sung-yeon, menceritakan hal yg bertolak belakang..


Di waktu bersamaan, mobil Young-joon meewati kafe tempat mereka berada. Dia menatalnya sedih, mengingat kalau semua sikap baik Mi-so kepadanya, iadalah karena Mi-so mengira dia sebagai kakaknya..


Sambil menunggu bis di halte, Mi-so duduk merenung sambi memerhatikan sebungkus permen karamel yg dibelinya  tadi..


Sesaat kemudian, Mi-so tiba di rumahnya Young-joon. Dia diminta masuk ke ruang baca duluan saja, sementara Young-joon sendiri kelihatannya begitu resah.


Mi-so memilah buku-buku yg sepertinya tak lagi terpakai.. dan tak sengaja, dia menemukan berkas pelamar kerja, sebgai sekretarisnya Young-joon dahulu.


Dia membukanya dan langsung bergidik geli, melihat foto jadulnya serta isian yg tertera pada CV-nya.


Namun ketika membuka lembar-lembar berikutnya, Mi-so dibuat kaget sekligus heran.. karena ternyata, pelamar lain memiliki spesifikasi yg berkali-kali lipat lebih hebat dibanding dia. Mereka lulusan luar negeri, berspesifikasi tinggi dan mayoritas mahir berbahasa Inggris..

Lantas, Mi-so bertanya-tanya: “Kenapa? Kenapa dia memilihku?”


Tiba-tiba, Young-joon muncul di depannya, “Kamu ingin tahu, alasan aku memilihmu?” tanyanya

Mi-so mengangguk, “Iya..” jawabnya


“Karena kamu adalah Mi-so.. Karena kamu adalah Kim Mi-so..” ucap Young-joon dengan mata yg berkaca-kaca
Advertisement

2 comments

Ada rahasia apakah,,,???


EmoticonEmoticon