6/29/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 BAGIAN 1


“Karena kamu adalah Kim Mi So...” jawab Young-joon, yg seketika membuat Mi-so kebingungan, “Maksud anda apa? Mungkinkah, anda mengenalku sebelum wawancara itu?“ tanyanya 

“Tentu saja tidak..” jawab Young-joon


Mi-so lanjut berkata: “Seringkali, aku penasaran.. mengapa aku terpilih. Ketika aku masih menjadi pegawai magang di Departemen Urusan Umum, salah satu senior menyuruhku untuk mendaftar di posisi ini. Tak pernah terpikir, pada akhirnya aku akan terpilih. Maka pada saat itu, aku agak terkejut.. dan sekarang, akku sangat ingin tahu, maksud dari kalimat anda barusan...”


“Tak ada alasan khusus. Seperti kubilang barusan, Aku memilihmu karena kamu adalah Kim Mi So...” jawab Young-joon, yg kemudian menambahkan: “Kamu adalah pelamar, yg memiliki kualifikasi paling rendah. Aku memilih seseorang yg akan pergi ke Amerika denganku dan mau melewati masa-masa sulitnya denganku. Kurasa, orang-orang berkualifikasi tinggi, tak akan kuat melewati mas-masa itu. Makanya aku memilihmu... orang yg tak mungkin, diambil oleh perusahaan lain.. dan tak mungkin, berhenti semaunya..”


Mi-so tersenyum getir, “Kukira.. ada alasan khusus..” ucapnya yg kemudian melanjutkan pekerjaannya, sementara Young-joon masih terus memerhatikannya..


Malam semakin larut, saatnya Mi-so untuk pulang. Young-joon mengantarnya hingga depan, sebelum melepasnya pergi dia bertanya: “Bagaimana.. pertemuanmu dengan kakak-ku yg selama ini kamu cari-cari?”

“Aku senang bertemu dengannya.. tapi sejujurnya, momen ini masih terasa tak nyata..” jawab Mi-so


“Berarti.. kamu telah mendengar apa yang kulakukan dan bagaimana insiden itu menimpa kakak-ku, karena aku meninggalkannya?” tanya Young-joon

“Iya.. dan aku pun mendengar fakta, bahwa anda kehilangan semua ingatan dari masa itu. Mungkin, karena itu merupakan momen terberat, yg ingin anda lupakan. Tapi kuharap.. anda berhenti menyalahkan diri anda sendiri...” jelas Mi-so


Pulang ke rumahnya, Mi-so lansgung terduduk di kasur.. sembari membuka buku catatan untuk ‘oppa’ yg ditulisnya semasa kecil...


Young-joon pun tengah duduk di ruang kerjanya. Dia melihat CV milik Mi-so, sambil mengingat kembali pertanyaan dari Mi-so barusan..

FLASHBACK


Ternyata.. dugaan Mi-so ada benarnya. Sebelum kerja sebagai sekretaris pribadi, Young-joon sempat memerhatikannya dari kejauhan, seakan dia memang telah mengenalnya..


Malam itu.. staff kantor mengadakan acara makan malam. Young-joon ingin bergabung bersama mereka, meski pegawainya bilang bahwa dia tak perlu datang di acara seperti ini. Namun Young-joon beralasan, dia datang supaya bisa lebih dekat dengan para prgawainya.


Young-joon sengaja duduk disebelah Mi-so, kemudian dia bertanya: “Namamu siapa?”

“Saya Kim Mi So..” jawabnya

“Nona Kim.. Anda mengenal saya?” tanya Young-joon


“Iya.. anda putranya Pak Presdir ‘kan” jawab Mi-so, yg seketika membuat Young-joon mendesah, menundukkan kepalanya.

Lantas, Mi-so lanjut bertanya: “Kenapa Pak? Apa saya salah?”

“Tidak.. kamu memang benar...” jawab Young-joon, yg diam-diam terus memerhatikan Mi-so


Di hari lainnya, Young-joon yg tengah mencari sekretaris untuk menemaninya ke luar negeri.. sengaja meminta salah satu staff-nya untuk menyuruh Mi-so mendaftar...


Dan pada akhirnya, Mi-so memang mendapatkan posisi tersebut. Dia sangat senang, dan bersemangat untuk melakukan tugasnya...


FLASHBACK END


Setelah mendengar cerita dari Mi-so tentang insiden penculikan yg sebenarnya, lantas Yoo-sik bertanya: “Kamu kecewa?”

“Hah? Maksud anda?”

“Hmm.. orang yg kamu cari selama ini, ternyata bukan Young-joon.. tapi kakaknya..”


“Aku Kecewa? Enggak kok.. aku hanya memberitahumu, karena kurasa kamu perlu mengetahuinya. Dan kumohon, untuk terus bersikap seakan kamu tak mengetahui hal ini dihadapan Young-joon..”


Yoo-sik mengangguk faham, lalu Mi-so pamit pergi. Sesaat kemudian, posnelnya berdering.. ada telpon masuk dari Direktur Choi yg mengajaknya rapat siang nanti. Namun Yoo-sik menolak, dengan alasan.. dia sudah punya janji lain.

Untuk mempersiapkan berkas-berkas, dia memanggil Sekretaris Seol. Berulang kali dia berteriak memanggilnya.. namun tak ada respon..


Ternyata.. sekretaris Seol, malah asyik berkumpul dengan para staff-nya Young-joon yg tengah mendiskusikan tentang workshop di akhir pekan ini. Mayoritas tak bersemangat, karena akhir pekan saatnya untuk sitirahat.. bukan malah bekerja..


Pak Jung lantas menjelaskan, bahwa workshop ini hanyalah kata yg tertulis di laporan.. karena pada realitanya, disana mereka bisa menlakukan hal apa pun yg mereka inginkan. Entah ingin tiduran saja.. atau sekedar pesta-pesta.. lagipula, tak akan ada atasan dan hanya para staff saja.


Mendengarnya, seketika membuat para pegawai antusias. Bahkan, Sekretaris Seol yg berasal dari departemen berbeda, lansgung mengatakan bahwa diirnya ingin ikut dalam acara ini, “Biar aku yg belanja daging, makanan dan minuman!!!” ujarnya dengan penuh semangat


Tak lama kemudian, datanglah Yoo-sik yg sedaritadi kelabakan mencari Sekretaris Seol. Lantas, sekretaris Seol malah bilang: “Kenapa Anda tidak meneleponku?”

“Ponselmu tertinggal!” 

“Ah.. iya. Memangnya ada perlu apa pak?” 

“Aku ada rapat nanti, jadi, siapkan laporan pemeriksaan akuntansi..” 

“Pak. Deadline-nya masih hari Jumat ini...”

“Lah.. ini ‘kan hari Jum’at!”


Maka Sekretaris Seol bergegas kembali menuju ruangannya untuk menyelesaikan berkas yg diminta. Para staff-nya Young-joon berkomentar: “Ya ampun, Anda pasti sangat kesal...”

“Tidak. Aku terbiasa dengan kesalahan dia setiap harinya. Sudah tidak mengherankan...” sahut Yoo-sik


Dirumah, Sung-yeon berbincangn dengan orangtuanya. Ibu bertanya: “Nak, kapan kamu akan bercengkerama dengan ibumu? Kemarin kamu juga keluar seharian...”

“Maaf. Aku harus bertemu dengan orang penting kemarin...”

“Orang penting? Pacarmu?”

“Hmmmm.. Mungkin saja...”

“Lagi? Dasar anak playboy..”

“Kali ini berbeda. Akhirnya aku bertemu dengan takdirku setelah sekian lama”


Sung-yeon pamit pergi, lantas ibu berkomentar: “Semua ucapannya romantis. Mungkin karena dia penulis”

“Aku juga merasa kita ditakdirkan. Akhirnya kita bertemu setelah sekian lama...” sahut ayah

“Aku berharap kita tidak pernah bertemu...” tukas ibu dengan sinisnya


Ketika tengah bekerja, ponsel MI-so berdering. Ada telpon masuk dari Sung-yeon yg mengajaknya makan siang bersama, “Kita belum banyak berbicara karena kemarin terlalu mendadak. Sepertinya banyak yang harus kita bicarakan...” jelasnya


Mi-so menghadap Young-joon, untuk menjelaskan jadwalnya hari ini: “Ji Ah akan menemani Anda ke rapat dengan Grup UK. Tidak ada jadwal khusus kecuali itu..”, kemudian dia minta izin, “Bolehkah aku makan siang sendiri?”

“Kamu ada janji?” tanya Young-joon

“Penulis Lee mengajakku makan siang...” jawab Mi-so


Sejenak berpikir, kemudian Young-joon menjawab: “Silakan...”
Advertisement

1 comments:


EmoticonEmoticon