6/29/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 BAGIAN 2


Bertemu dengan Mi-so, Sung-yeon lansgung menceritakan pengalamannya yg tak bisa tidur kemarin malam, “Aku tidak sendirian di tempat gelap dan seram saat itu. Berbagai macam perasaan merasukiku...” tambahnya

“Aku juga terkejut. Orang yang telah lama kucari-cari ternyata dekat denganku...” ujar Mi-so

Kemudian Sung-yeon bertanya: “Apa yang paling ingin kamu lakukan usai menemukanku? Kamu bilang telah lama mencariku...”

“Entahlah. Aku hanya ingin menemukanmu. Itu saja...” jawab Mi-so


“Apakah itu seperti cinta pertama?” tanya Sung-yeon

“Tidak juga...” jawabnya singkat

“Mungkin aku bukan cinta pertamamu, tapi kamu tetap akan membantu memulihkan ingatanku, bukan?” ujar Sung-yeon yg lansgung dijawab dengan sebuah senyuman dari Mi-so 


Berjalan pulang.. ternyata telah ada Young-joon yg berdiri menunggunya tetpat di depan restoran. Mi-so kaget, “Pak.. anda sedang apa disini?” tanyanya

“Seharusnya aku yang bertanya. Kamu lupa rapat dengan Grup UK?!” sahut Young-joon

Mi-so menjawab: “Tadi saya sudah menjelaskan Ji Ah akan menemani---”


“Itu tugasmu! Sebaiknya kali ini kamu juga yang menemaniku. Mereka peduli dengan masalah keamanan, jadi, mereka lebih suka rapat dengan orang yang sama. Dan kurasa kamu tahu hal itu!” ujar Young-joon

“Benarkah?” tanya Mi-so heran

“Iya!” tegas Young-joon, yg kemudian menyruuh Mi-so untuk masuk mobil duluan.


Ditinggal berduaan, Young-joon langsung memperingati Sung-yeon untuk tidak pernah menemui Mi-so lagi.

“Jangan mencampuri urusan kami!” tegas Sung-yeon

“Hah? ‘urusan kami’? Kalimat itu, hanya bisa dipakai antara orang sepertiku dan dia. Kami sudah saling beradaptasi selama sembilan tahun!” jelas Young-joon


“Tapi.. perlu kau tahu! Mi So mencariku selama lebih dari sembilan tahun. Sudah lama dia mendambakan pertemuan denganku. Akhirnya kami bertemu karena keinginannya yang kuat. Kami ditakdirkan bersama!” papar Sung-yeon


“Kau sedang menulis novel?! Itu alur novel barumu? Kalau begitu, ceritanya mudah tertebak jika itu terwujud!” ujar Young-joon dengan sinisnya

“Entahlah. Kita lihat akan terwujud atau tidak...” sahut Sung-yeon


Masuk ke mobil, Young-joon bertanya pada Mi-so: “Tadi dia bilang, 'Sampai jumpa nanti'. Apa maksudnya?”

“Aku akan pergi ke area pengembangan ulang sepulang kerja. Kami tidak bisa pergi ke rumah lamaku karena sudah dirombak menjadi Yumyung Land. Kami pikir pergi ke tempat serupa juga bisa. Mungkin dia akan mengingat sesuatu. Aku ingin memulihkan ingatanku dan ingatannya...” jelas Mi-so


Sontak, Young-joon berkata: “Jangan pergi...”

Namun Mi-so menjawab: “Aku ingin pergi. Banyak hal yang ingin kuketahui...”


Se-ra dan Ji-ah berjalan memasuki kantor, sambil ketawa-ketiwi, karena kekenyangan setelah makan siang. Kebetulan Gwi-nam melihat mereka, yg seketika membuatnya jadi curiga dan lansgung menghampiri mereka untuk bertanya..


Se-ra melihat kresek berisi kimbap yg dibawa Gwi-nam, “Itu makan siangmu?” tanyanya, yg kemudian komentar: “Itu tidak bagus. Perutmu harus terisi penuh...”

“Daripada perutku, aku lebih suka otakku yang terisi. Lebih baik memakai waktu makanku untuk memahami pekerjaanku...” jawab Gwi-nam

“Omong-omong, kami akan ikut lokakarya besok. Maukah kamu ikut?” tanya Se-ra

“Tidak bisa.. aku sibuk..” jawab Gwi-nam yg kemudian pamit pergi


Tapi tiba-tiba, datanglah Pak Jung yg lansgung menyapa Gwi-nam dan mengatakan bahwa dia telah mengetahui rahasianya, “Kabarnya, kamu bisa bertahan selama sepekan dengan itu!”

Gwi-nam panik, dia melirik Ji-ah sambil bertanya: “Kamu membocorkan rahasiaku?”

“Tidak!” sanggah Ji-ah


Pak Jung lantas menjelaskan, bahwa dia mendapatkan info ini bukan dari Ji-ah. Dan info yg dia maksud adalah, rahasia kekuatan Gwi-nam yg mampu kerja lembur karena mengkonsumsi herbal ginseng pemberian ibunya.

Gwi-nam tertawa kikuk, membuat Pak Jung curiga: “Jangan bilang kamu punya rahasia lain???”

“Tidak. Rahasiaku memang tentang jus itu. Hehehehe...” jawab Gwi-nam


Mi-so menemui Young-joon, untuk mengingatkannya bahwa petang ini ada rapat dan Sekretaris Yang akan menemaninya.


“Bagaimana denganmu? Kamu akan memulihkan ingatanmu dengan kawan lamamu?” tanya Young-joon

“Hah? Iya begitulah..” jawab Mi-so

“Jangan pergi... Jangan pergi...” pinta Young-joon, tapi Mi-so tak menghiraukannya sedikit pun.


“Memang dia mau pergi ke mana? Pergi demi kenangan masa lalunya? Dia semestinya membuat kenangan denganku...” keluh Yung-joon


Tadinya, Mi-so akan pergi naik taksi. Tapi ternyata, Sung-yeon telah menunggunya di depan kantor.


Di waktu bersamaan, Young-joon dan Yoo-sik tengah berada dalam mobil yg lokasinya tak jauh darisana. Young-jooon membatalkan rapatnya, dan mengajak Yoo-sik untuk menemaninya olahraga.


Tak sengaja, Yoo-sik melihat Mi-so dan Sung-yeon. Spontan, dia berggeas menutup matanya Young-jon.

Young-joon kesal, “Lepaskan! Jika tidak kamu lepaskan sekarang juga, singkirkan barangmu dari kantorku!” bentaknya

Tapi Yoo-sik malah bermain-main, sambil bertanya: “Tebak.. siapa aku.. ayo tebak..”


Setelah mobil Sung-yeon pergi, barulah Yoo-sik melepas tangannya.  Young-joon menggerutu kesal, “Kau bertanya ‘tebak siapa aku’? Pikirmu aku tidak akan tahu?!”

“Kamu pikir tahu segalanya tentangku, tapi sebenarnya tidak. Aku bukan hanya temanmu. Aku sahabat terbaikmu yang tidak ingin kamu terluka...” jelas Yoo-sik


Mi-so dan Sung-yeon, tiba di lokasi pengembangan yg sepertinya paling mirip dengan TKP penculikannya dulu.

Mi-so bertanya: “Bagaimana? Kamu mengingat sesuatu?” 

“Entahlah. Wanita yang menculik kita selingkuhan pria yang telah menikah. Setelah aborsi, dia diputuskan secara sepihak. Dia menculik kita karena marah...” 

“Benar juga, setelah kamu memberitahuku, tampaknya ada orang lain selain kita di sana...”


“Omong-omong, kamu ingat cara kita lari dari rumah itu?”

“Entahlah. Tapi aku ingat kita berpegangan tangan dan keluar dari sana. Kamu juga mengantarku pulang”

“Aku mengantarmu pulang? Omong-omong, bagaimana kamu memanggilku saat itu?”

“Aku memanggilmu ‘oppa’..”

“Tidak bisakah kamu memanggilku seperti itu? Aku pun akan menggunakan bahasa santai denganmu...”


Young-joon melampiaskan beban pikirannya dengan menonjok dan menendang sasak tinju. Yoo-sik yg ‘sok tahu’ dan ‘sok keren’, malah menyuruhnya untuk menendang dengan lebih bersemangat lagi.

Lantas, Young-joon mengajaknya sparing (bertanding). Namun pada akhirnya, Yoo-sik menolak karena tak ada nyali untuk melakukannya..


Sambil istirahat..  Yoo-sik duduk disebelah Yuong-joon, dan memintanya untuk curhat padanya, karena dia tahu bahwa ada masalah yg mengganjal di pikirannya Young-joon.

“Ada suatu hal yang aku tidak mau itu direbut...” ucap Young-joon

“Benar, jangan sampai.. sekretaris Kim direbut..” sahut Yoo-sik, yg seketika membuat Young-joon heran, “Apa maksudmu? Aku tidak sedang membicarakan Sekretaris Kim..” sanggahnya kikuk


“Cukup, dasar muka tebal! Sampai kapan kamu akan mengarang cerita soal sepupu dan teman kuliahmu yg berbelit-belit? Percayalah kepadaku dan nyatakan saja perasaanmu! Jantanlah dan serukanlah! Nyatakan perasaanmu sekarang juga! Jangan saling goda (istilahnya ‘some’) terus-menerus!” sindir Yoo-sik

“ ...‘some’... istilah apaan itu??” ujar Young-joon

“Terus.. hubungan kalian, mau disebut apa?! Kalian saling menyukai, tapi tidak berpacaran. Adakah kata lain yang tepat selain ‘some’?.. Cepat pergi! Rebut hatinya sekarang. Jangan lupa siapa kamu! Benda atau pun manusia, semua selalu kamu dapatkan. Kamu jagoan sesungguhnya!”  tegas Yoo-sik, “Bos-ku semangat!!!” tambahnya
Advertisement

1 comments:

Yup...boss ku semangat!!


EmoticonEmoticon