6/29/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 PART 4

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 BAGIAN 4


Sesaat kemudian, tibalah Pak Jung.. dia curhat, “Aku dilema antara udon dan ramen. Makanya aku lama sekali...”


Sambil menikmati makanannya, dia melempar lelucon dengan bertanya ‘Kamu mau makan ramen di rumahku?’. 

Nyatanya, kalimat itu adalah kalimat yg seringkali diucapkan wanita untuk menggoda pria. 


Mi-so kaget, karena dia baru mengetahui hal itu, “Sejak kapan menawarkan ramen berkonotasi begitu? Mungkin saja maksudnya hanya menawarkan ramen!” tegasnya penuh emosi

“Aku hanya bercanda. Kenapa kamu marah, Sekretaris Kim?” tanya Pak Jung


“Memangnya aku marah? TIDAK! Aku tidak marah..” tukasnya yg seketika membuat yg lainnya tertawa terbahak-bahak


Dirumah, Young-joon duduk sendirian sambil memainkan drone-nya. Dia menggerutu penasaran: “Sekretaris Kim pikir, aku mengatakannya karena cemburu dan tidak mau kalah? Aku selalu serius dengan ucapanku, tapi dia malah salah sangka...”


Di lokasi workshop, para staff wanita tengah menikmati waktu luangnya. Ada yg baca buku.. adapula yg bermain ponsel.

“Omong-omong, benarkah kita bisa bercengkerama begini? Menurut jadwal, kita seharusnya mempresentasikan visi-visi kita...” keluh Ji-ah


“Jadwalnya disusun karena itu harus diserahkan ke petinggi. Benar, sekretaris Kim?” tukas Se-ra

“Iyupss..  Anggap saja ini liburan dan istirahatlah sepuasnya...” jawab Mi-so

“Andai aku bisa bersantai seperti ini seharian...” ujar Se-ra


Datanglah para sttaff pria.. mereka minum-minum di siang bolong, dan hanya Gwi-nam yg masih sibuk membaca kerjaannya..

“Ayo kita berpesta. Aku melihat sungai kecil di perjalanan. Ayo kita ke sana agar bisa mengobrol dan minum-minum bersama? Bagaimana?” ajak Pak Jung

“Tidak, kita harus berdiskusi mengenai pusat seni...” sanggah Gwi-nam, tapi tak ada yg menghiraukannya


Dengan penuh semangat.. mereka pun berjalan menuju lokasi. Di persimpangan jalan, sebuah trus fumigasi lewat dan menyemburkan banyak kepalan asap..

“Sudah lama aku tidak melihat truk fumigasi...”


“Dahulu, anak-anak keluar setiap mendengar suara truknya dan sengaja mengejar truk untuk mencium asapnya...”


Namun suasana penuh keceriaan mereka, seketika berubah menjadi ‘horror’. Karena dari balik kepalan asap itu, muncullah Young-joon ditemani sekretaris Yang..


Para staff kaget bukan main.. semuanya speechless, bahkan Gwi-nam sampai menjatuhkan buah semangka yg tengah dipegangnya.


“Pak Lee, kenapa Anda kemari?”

“Aku datang dari jauh.. karena Pak Yang... Dia juga anggota tim kalian, jadi, jelas dia harus mengikuti workshop-nya...”

“Kalau begitu, seharusnya dia cukup datang sendirian”

“Niatku begitu, tapi kalian, yang bekerja keras untukku, berada di sini. Jadi, akan bermakna jika aku juga bergabung”

“Pak, jadi, Anda akan menginap di sini selama dua hari.. dengan kami?”


“Benar. Seperti yang kalian tahu, tim ini tidak lengkap tanpaku...” tutur Yooung-jon dengan pedenya. Dia kemudian bertanya, “Kalian mau pergi kemana?”


Berbohong.. para staff menjawab: “Kami baru saja membeli semangka dan kini kembali ke penginapan. Jika sudah sampai, kami akan mempresentasikan visi-visi kami. Setelah itu, kami akan merencanakan kontribusi kami untuk masa depan Grup Yumyung yang lebih cemerlang...”

“Bagus. Silakan kembali dan berdiskusi...”


Sesampainya di penginapan, sebagaian dtaff berkumpul di ruang rapat.. mereka kelabakan, bingung memikirkan hal apa yg harus mereka tulis dan presentasikan nantinya.

“Bagaimana ini? Aku tidak pernah memikirkan pernyataan visinya. Apa yang akan kupresentasikan?” keluh Se-ra

“Jangan mengeluh dan tulis saja! Renungkan masa lalu dan masa kini. Lalu pikirkan perbaikan untuk ke depannya. Buat cita-cita yang tinggi, tapi juga realistis. Impikan hal besar, tapi juga praktis..” jelas Pak Jung, padahal sendirinya pun belum tahu harus menulis apa


“Aku tidak akan ikut jika tahu. Aku menyesal ikut!!!”

“Jadwal itu hanya formalitas. Tidak kusangka kita menulis ini!!”

“Ini bahkan tidak terasa seperti lokakarya pembinaan tim. Ini seperti hukuman!!” 


Mi-so yg membawakan cemilan, berpapasan dengan Young-joon yg lansgung bertanya: “Sekretaris Kim, kamu tahu alasanku kemari?”

“Tadi Anda bilang Anda datang karena Pak Yang...”

“Tidak, sebenarnya bukan itu. Aku datang karena kamu. Membayangkan penolakan-penolakanmu membuatku kalut dan tidak bisa berdiam di rumah. Aku tidak mau kamu memikirkan teman masa kecilmu juga. Jadi, aku datang agar kamu selalu memikirkanku...” jelasnya, yg lanjut bertanya: “Kamu tahu, tujuan dari workshop ini?”

“Membina persatuan dan kerja sama tim?” tebak Mi-so


“Salah!” tukas Young-joon, yg kemudian bilang: “Untuk.. Mengakhiri tarik-ulur ini dan menjalin hubungan..”

“Apa?!” tanya Mi-so heran

“Lihat saja nanti. Saat workshop ini usai, kamu akan menjadi kekasihku...” jawab Young-joon


Bersamaan dengan itu, muncul Ji-ah dan Pak Yang. Ji-ah tak sengaja mendengar pembicaraan mereka, maka dia pun bertanya: “Maksudnya apa? Menjadi apa?”

“Itu hanya tentang... Kita akan menjadi tim yang lebih solid...” jawab Mi-so

“Kita akan akrab setelah workshop, apalagi karena ada aku di sini...” tambah Young-joon


Young-joon memasuki ruang diskusi, maka ini saatnya para pegwai untuk memaparkan visi-nya masing-masing. Karena tak ada yg mau maju duluan.. akhirnya Pak Jung menunjuk Se-ra.


Berdiri di depan, tanpa bahan yg jelas.. membuatnya jadi gelagapan. Entah apa yg ingin dia katakan, tappi suaranya benar-benar gemetar.. hingga akhirnya, Young-joon menyuruh dia untuk kembali duudk di tempatnya.


Untuk berikutnya, Gwi-nam bersemangat mengajukan diri untuk bicara di depan. Derngan berapi-api.. dia memaparkan visi-nya menggunakan kata-kata yg tak dimengerti oleh yg lainnya,

“Psikolog Amerika, David McClelland, berkata bahwa merasakan kesuksesan dan mendapatkan sukacita atau kepuasan darinya memperkuat motivasi dan ambisi untuk mencapai lebih. Berdasarkan Teori Motivasi Manusia McClelland, aku akan berusaha meminimalkan PPM dan memaksimalkan CSI. Maka itu, aku ingin menjadi aset penting bagi perusahaan yang bisa mengembangkan dan menerapkan rencana efektif dengan kemampuanku yang unik..” paparnya


Beberapa staff menggerutu heran: 

“Apa itu PPM? Aku hanya tahu 2PM...”

“Entahlah. CSI apa? ‘Crime Scene Investigation’?”


Dan Young-joon pun, diam-diam menggerutu: “Bukan ini alasanku kemari...”

Maka untuk selanjutnya, Young-joon melarang para staff-nya untuk menjelaskan visi dengan kata-kata, melainkan dengan tatapan mata, “Tidak perlu penjabaran. Masing-masing punya dua detik untuk mengungkapkan visi kalian kepadaku lewat mata...” jelasnya


Dia menatap satu per-satu mata para staff-nya dengan serius.. Meski jelas ketara, kalau niatnya hanya untuk menatapa mata Mi-so, yg sayangnya masih terlihat begitu sinis kepadanya.


Setelah beres menatapnya, Young-joon mengakhiri pertemuan ini dan menyuruh para sataff-nya untuk beristirahat. Tapi Ji-ah dengan polosnya, berkata kalau di jadwal.. sekarang adalah saatnya untuk berburu pita yg disembunyikan di gunung, “Satu tim berisi dua orang dan tim yang menemukan pita terbanyak akan menang. Semacam permainan perburuan harta...”


Young-joon tersenyum picik, dia menatap Mi-so dan menyatakan bahwa dia akan satu tim dengannya. Padahal dari ujung meja, terlihat Gwi-nam yg terus mengangkat tangan, berharap bisa setim dengan Young-joon..

“Kenapa aku?” tanya Mi-so

“Aku ingin membahas politik, masyarakat, ekonomi, dan perdagangan dunia dengan mitraku selagi mendaki gunung...” jawab young-joon


Tim berikutnya ditunjuk lansgung oleh Pak Jung: Gwi-nam dengan Ji-ah, Pak Yang dengan Se-ra, dan sisanya Sekretaris Sol dengan Nona Park.
Advertisement


EmoticonEmoticon