6/29/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 PART 5

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 7 BAGIAN 5


Pak Jung ditemani Pak Park, lebih dulu naik gunung untuk menaruh pita-pitanya. Sementara staff lain, bersiap menunggu di bawah.


Se-ra berganti pakaian, mengenakan setelan yg terkesan sangat seksi, “Ada Gwi-nam.. Jadi, aku mengenakan bantalan bra tiga lapis. Tapi aku tidak memakai bantalan di bokong” jelasnya dengan bangga, yg seketika membuat staff wanita tertawa cekikikan karenanya.


Beberapa saat kemudian.. semua staff telah berkumpul. Pak Jung menjelaskan aturan permainan, lalu Young-joon memberi kabar bagus, kalau pemenang lomba ini akan mendapatkan hadiah PC tablet darinya.


Pak Jung memberikan sebungkus permen untuk Young-joon, “Pak Lee. Cokelat ini mengandung perasaanku. Jika lelah saat mendaki, konsumsilah ini...” ucapnya


Sesaat setelah aba-aba diberikan.. Gwi-nam menjadi orang paling bersemangat yg langsung berlari secepat kilat..


Se-ra kesulitan mengejarnya, dia pun berjalan perlahan dengan nafas yg tertatih. Gwi-nam kesal, dia pun menggerutu: “Kamu sedang apa? Cepat. Aku harus memenangi tabletnya!”

Mendengarnya membuat Se-ra mengernyit heran. Maka Gwi-nam bertanya: “Apa-apaan raut mukamu? Kamu pikir aku menyedihkan? Karena aku peduli dengan hadiahnya?”


Gengsi mengakui bahwa dirinya memang sangat menginginkan tablet itu, Gwi-nam malah berkata: “Bukan hadiah yang kupedulikan. Aku sangat ingin menjadi pemenang. Menang itu terasa mendebarkan....”


Melanjutkan beberapa langkah.. mereka pun menemukan sebuah pita yg terikat di ranting pohon. Gwi-nam bersemangat mengambilnya, dia pun menitpkan jas ‘satu-satu’nya itu kepada Ji-ah, 


Setelah memanjat, dia pun berhasil mengambil pitanya dan dia lansgung bersorak gembira. Namun, ketika hendak turun.. dia baru tersadar, kalau pohonnya ternyata cukup tinggi.


Gwi-nam pun meminta bantuan Ji-ah untuk menjadi pijakannya.. tentu Ji-ah menolak, dia berpura-pura menerima telpon dari ibunya, 

Ji-ah menaruh jas Gwi-nam di rerumputan, kemudian dia berlari kabur, meninggalkan Gwi-nam yg hanya bisa teriak: “Beraninya kamu menaruh jasku di situ?! Tolong aku! Tolong aku! Tolong aku!”


Dirumahnya, Sung-yeon tersenyum sendiri.. membaca jurnal berisi surat-surat Mi-so yg ditujukan untuk ‘oppa’-nya itu.

“Kira-kira Mi So sedang apa sekarang?” gumamnya penasaran


Ditengah perjalanannya, Young-joon mengajak Mi-so untuk berbicara serius, melanjutkan obrolan mereka malam kemarin,

“Aku tidak menyatakan cinta karena cemburu buta dan tidak mau kalah!” tegasnya


Namun tiba-tiba, ponsel Mi-so berdering.. ada telpon masuk dari Sung-yeon. Young-joon melihatnya, maka dia merebut ponsell itu dan mengangkatnya, dan berbicara dengan Sung-yeon


“Kenapa kamu meneleponnya?”

“Kenapa kamu menjawab ponsel Mi So?”

“Aku sedang bersamanya. Sepertinya bukan obrolan penting. Akan kututup! Kami sedang membicarakan hal penting!”


Sikap Youg-joon membuat MI-so kesal, “Apa yg anda lakukan!”

“Sudah kukatakan. Fokuslah kepada orang yang kamu sukai saat ini!”

“Aku juga sudah bilang. Aku ingin ingatanku pulih!”

“Lantas? Kamu akan terus menemui kakakku dan berusaha memulihkan ingatanmu?”

“Iya!”

“Walau aku marah seperti ini?”

“Iya!”


Pindah ke tim lainnya yg masih sibuk mencari-cari pita.. meski berbadan besar, namun Pak Yang berhasil dihempaskan oleh dua staff wanita yg hebohnya bukan main.

“Astaga. Apa-apaan? Padahal penampilanmu terlihat kuat...” sindir Se-ra

“Sebenarnya aku cukup lemah...” ucap Pa Yang, sambil menatap Se-ra dengan sangat serius


“Lihat apa? Apa aku terlihat lebih cantik di gunung?” tanya Se-ra dengan pedenya

“Serangga...” jawab Pak Yang

“Maksudmu aku mirip serangga?” tukas Se-ra kesal

“Bukan itu. Tapi ada serangga di situ...” jelas Pak Yang, yg seketika membuat Se-ra panik dan heboh sendiri untuk mengusir serangga di bajunya, hingga membuat salah satu bantalan bra-nya terlempar keluar


Bersamaan dengan itu, datanglah Gwi-nam yg tengah sibuk mencar-cari Ji-ah. Se-ra panik setengah mati, takut bantalan bra-nya kelihatan oleh Gwi-nam..


Namun dengan cara yg sangat dramatis.. Pak Yang melempar jas-nya untuk menutupi benda itu. Hingga akhirnya Gwi-nam tak melihatnya..


Dia pun mengembalikannya pada Se-ra dalam kondisi masih berbalut jas-nya. Se-ra tak mengatakan apa pun, tapi sepertinya dia cukup terharu..


Mendadak, turun hujan yg begitu deras. Young-joon bergegas memayungi Mi-so dengan jasnya, sambil bilang: “Jika bukan sekarang, kapan lagi kamu bisa memakai payung senilai 9.000 dolar? Jas ini edisi terbatas...”

Mereka pun berlari beriringan, mencari tempat terdekat untuk berteduh dari hujan..


Duduk sebelahan, Young-joon berkata: “Aku khawatir terserang flu...”

“Aku baik-baik saja. Aku sebenarnya cukup kuat..” sahut Mi-so

“Maksudku aku, bukan kamu. Aku khawatir kalau aku terserang flu...” ujar Young-joon

“Benar juga. Anda mudah flu...” jawab Mi-so


Tak sengaja, Mi-so melihat laba-laba di atap yg seketika membuatnya berteriak histeris. Spontan, Young-joon berdiri dan langsung membuangnya jauh-jauh..


“Tidak perlu takut. Kamu aman...” ucap Young-joon, sambil memberikan pemen untuk Mi-so


Momen ini, seketika membuat Mi-so teringat akan momen ketika dirinya diculik dulu..


Beberapa saat berlalu, akhirnya Mi-so merasa lebih tenang. Dan hujan pun telah reda, maka mereka berjalan kembali menuju penginapan..


Sambil jalan, Mi-so cerita: “Sejak kejadian itu, aku takut laba-laba. Maksudku insiden penculikan saat aku kecil. Saat itu, ada laba-laba besar di luar pintu...”

“Kamu tahu perasaan aneh yang muncul saat kita mendatangi tempat dari masa kecil kita ketika dewasa? Apakah tempat itu memang sesempit dan sekecil itu sejak awal? Saat kita kecil, segalanya terlihat besar. Maka itu, laba-labanya tampak besar bagimu. Kamu tidak perlu takut sekarang...” papar Young-joon

“Menurut Anda begitu?” tanya Mi-so, namun Young-joon alik bertanya: “Kamu pernah punya anjing?”


Mi-so menjawab tidak, lantas young-joon bercerita: “Dahulu, aku punya anjing ras murni Golden Retriever. Namanya Big Bang Andromeda Supernova Sonic...”

“Anda menemaninya sendiri saat kecil, ya?”

“Tentu saja. Big Bang Andromeda Supernova Sonic anjing yang penurut. Dia jarang menyalak dan cerdas. Suatu hari, Big Bang Andromeda Super Sonic....”

“Tidak bisakah namanya disingkat jadi 'Big Bang'?”

“Tidak bisa! Pokoknya, dia memiliki satu kebiasaan aneh. Saat aku memberinya permen karet, dia selalu menguburnya di tanah. Bahkan tidak digali lagi, tapi dia lupakan begitu saja...”


“Mungkinkah dia hilang ingatan jangka pendek?” tanya Mi-so

“Mungkin begitu.. Mesi Big Bang sudah lama tiada, tapi permen karet yang dia kubur pasti ada di pekarangan depan rumah. Tapi perlukah aku menggalinya? Bagaimana jika setelah kugali, permen karetnya kotor dan busuk?” jelas Young-joon


Susana berubah jadi serius, seketika Young-joon mengatakan: “Aku tidak ingin kamu menggali ingatan menyakitkan. Karena insiden itu, keluargaku dan kakakku telah lama menderita. Aku khawatir kamu akan mengalami hal yang sama. Tentu saja, benar katamu, aku pun cemburu...”

Mi-so menatapnya, lalu memaparkan: “Aku memahami perasaan Anda. Tapi Anda tahu  aku telah lama hidup untuk keluargaku, bukan diriku.  Bahkan dalam pekerjaanku aku harus mengutamakan orang lain. Maka itu,  aku tidak terbiasa dengan perhatian dari orang lain. Tapi hari itu, pada saat menakutkan itu, kakak Anda melindungiku. Itu hal terbaik yang seseorang lakukan untukku. Jadi, kuharap Anda tidak membenciku karena menemui Sung Yeon yang telah baik kepadaku...”


Mi-so berjalan pergi, namun langkahnya terhenti karena Young-joon berkata: “Miliki dan ketahuilah apa pun yang kamu mau. Aku akan memahaminya. Lakukanlah semua keinginanmu. Aku akan menerimanya. Karena aku yakin bisa menerima semua hal tentangmu...”
Advertisement

1 comments:

Oo...young joon makin perhatian...aku suka💕


EmoticonEmoticon