6/13/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 10 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 10 BAGIAN 1


Para ajusshi gengster, nampaknya sangat geram akan sikap Sae-woo terhadap bos mereka. Mereka tak terima, bos-nya diperlakukan seperti itu.. dan mereka berpikiran untuk melakukan sesuatu..


scene01561

scene01821

Maeng-dal berjalan keluar.. dan kebetulan, Seol-ja sedang minum kopi di depan kedai. Dia hanya lewat begitu saja.. membuat Seol-ja berkomentar: “Kurasa.. tampilannya lebih keren dibanding kemarin..”


scene02016

Di halte bus.. kita pun melihat Chil-seong yg tengah menggalau, duduk sendirian..


scene02406

Berpindah ke restoran, ada Master Wang  yg tengah mengajarkan teknik memasak yg benar kepada Sam-soon dan Bo-ra.


scene02861

Di waktu yg bersamaan, Poong juga mengajarkan hal yg serupa kepada Seol-ja dan Geok-jung..


scene03381

Yang jika diperhatikan.. tekniknya sangat sama persis..


scene03966

Pindah ke sebuah tempat karaoke, ada Maeng-dal yg tengah serius menyanyikan lagu galau, ditemani seorang wanita ‘penghibur’..


scene04616

scene04746

Tak terasa, hari makin gelap.. berarti waktunya Poong untuk menutup kedai. Tiba-tiba, datanglah Ny. Jin, yg menemuinya dan bertanya: “Kamu membutuhkan pegawai, bukan?”

“Kamu sangat terlambat...” jawab Poong

“Banyak yang harus kupikirkan...” ujar Ny. Jin

“Aku tidak bisa bekerja dengan orang yang tidak tepat waktu.. Kamu gagal...” tegas Poong yg lansgung berjalan memasuki dapur


scene05591

Ny. Jin mengejarnya, “Maafkan aku. Aku tidak akan terlambat lagi. Kumohon biarkan aku mengikuti tesnya...”

Kemudian, dia mengenakan selempang Miss. Bawang, sambil berkata: “Saat masih muda, aku memenangi peringkat pertama di Kontes Putri Bawang. Namaku Jin Jeong Hae. Jika kamu mau memilihku, Aku akan memastikan mengisi aula dengan senyuman bawang yang cerah. Ada restoran kalguksu di persimpangan di atas pasaraya itu. Seorang pemenang Putri Korea yang bekerja di aula dan sebagai kasir. Tempatnya sangat ramai karena orang-orang ingin melihat dia. Dia sainganku. Aku mengalahkan dia di Kontes Putri Bawang, jadi, dia berpartisipasi di Kontes Putri Korea dan menang. Jika tidak bertemu dengan suamiku yang dahulu kaya dan menikah, aku pasti juga mengikuti kontes itu. Lalu dia tidak akan menang di Kontes Putri Korea...”


scene07736

Dengan datarnya, Poong bilang: “Tidak ada yang makan sambil menatap wajah orang. Serta, restoran itu ramai karena makanan mereka enak, bukan karena pemenang Putri Korea. Kamu tidak bisa gunakan kecantikan agar aula menjadi penuh. Pola pikirmu salah untuk melayani orang lain. Kamu gagal!”

“Aku tidak mungkin gagal...”

“Kedai ini akan tutup. Kamu sebaiknya pergi. Masih ada piring kotor yang tersisa. Mau mencuci piring?”

“Apa? Aku? Kamu menyuruhku?”

“Kamu akan menolaknya, bukan? Itu sebabnya aku menyuruhmu...”

“Kalau begitu, aku akan pulang dan merenungkan ini dengan serius”

“Jika ini harus direnungkan, kamu tidak akan bisa bekerja keras. Kamu bahkan gagal sebelum pulang”

“Baiklah, kalau begitu. Aku tidak akan merenungkannya. Baiklah. Aku akan melakukannya...”

“Kamu tetap gagal!”


scene07866

scene07996

“Kenapa? Padahal.. Aku tidak akan menyerah untuk bekerja keras. Aku akan mencuci piring sampai tanganku kering dan retak. Izinkan aku melakukannya...” tutur Ny. Jin dengan mata yg berkaca-kaca, hingga akhirnya berhasil meluluhkan Poong, “Kamu boleh datang mulai besok.”

“Sungguh? Kenapa kamu menerimaku?”

“Karena kamu manis...”


scene09426

Beberapa saaat berlalu, seusai menutup kedai.. Poong berjalan pulang.. Namun tanpa dia sadari, ternyata ada Geok-jung, Seol-ja dan Ny. Jin yg terus mengamatinya dari kejauhan...


scene09816

Ternyata.. mereka mengenal satu sama lain dan Ny. Jin melamar kerja, atas saran dari mereka..

“Nyonya.. Anda tidak boleh memberi tahu Chef Poong bahwa aku menyuruh Anda datang..”

“Iya.. Aku tidak memberitahunya”

“Jika mengetahui kita siapa, dia akan memecat kita semua. Dia memang tampak supel, tapi dia temperamental”

“Omong-omong.. Selamat telah mendapatkan pekerjaan itu. Anda melakukannya dengan luar biasa”


scene11116

scene11571

Dalam kandangnya, Buster terus mengerang.. kita pun mendengar suara lirihnya, yg berkata bahwa dia sangat merindukan Sae-woo dan tengah menunggu kedatangannya.


scene12286

Saae-woo sendiri, tengah bersiap untuk menemuinya. Tapi tiba-tiba, ponselnya berdering.. seorang wanita dengan nomor tak dikenal menelponnya hanya untuk menanyakan keberadaan Na O-jik (suami Sae-woo)

“Boleh kutahu, siapa ini?” tanya Sae-woo

“Bisakah kita bertemu di lantai satu Hotel Giant sekarang?” tanyanya balik


scene12546

Poong teruss mencari-cari buku resepnya, namun tak dia temukan. Akhirnya, dia pun menelpon Bo-ra..


scene13326

scene13391

“Hei. Kabarmu baik?”

“Ya, berkat kamu. Kamu bekerja lagi?”

“Tentu saja”

“Di mana---”

“Aku pergi terburu-buru, jadi, kurasa aku meninggalkan buku resepku di sana. Aku yakin ada di sana. Mungkin di lokerku. Bisa tolong periksa?”

Karena panik, Bo-ra akhirnya berbohong dengan mengatakan kalau dia sedang ada di rumah. Namun Poong tak menyerah, dia lansgung bilang bahwa dirinya akan datang ke hotel sekarang juga,


scene14366

Bo-ra bergegas menemui Sam-soon yg kebetulan, sedang kencing di toilet. Tak peduli dengan konsekuensinya, dia nekat masuk toilet pria hanya untuk berkata: “Kita salin buku itu dan kembalikan kepadanya!”

“Kembalikan apa? Kamu gila? Untuk apa aku mengembalikannya? Bilang saja kepadanya kamu tidak pernah melihatnya...”


scene15081

scene15341

Seusai menutup telponnya, tak sengaja.. Poong melihat foto USG yg tergeletak di lantai. Dia kaget.. benar-benar kaget.. 


scene15731

scene15991

Bergegas, dia ganti pakaian lalu berlari memasuki mobilnya sambil mencoba untuk menghubungi Dal-hee, yg pada saat ini tengah berduaan dengan CEO Yong.


scene16576

scene16706

Setelah telponnya tersambung, Poong lagsung mencecarnya dengan banyak pertanyaan: “Pada bulan Desember lalu, Yong Seung Ryong belum menjabat di hotel. Kalian bahkan belum bertemu. Jadi... Apa yang kamu lakukan kepada bayi kita? Kamu menggugurkannya? Tanpa mendiskusikannya denganku?”

Dengan entengnya, Dal-hee menajwab: “Iya..”

“Aku sudah bukan siapa-siapa bagimu saat itu?!” tanya Poong dengan emosi

“Kita bicara nanti saja...” tukas Dal-hee denan intonasi yg sangat dingin


scene17161

Detik itu.. Poong sangat marah.. Meski tak ada kata hinaan apa pun yg keluar dari bibirnya, tapi matanya memerah bahkan sampai berkaca-kaca, bukti kalau dia menahan emosinya dengan begitu keras..

Advertisement


EmoticonEmoticon