6/17/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 11 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 11 BAGIAN 1


Dalam kandangnya.. Buster menggalau, menunggu Sae-woo: “Cepatlah datang. Kenapa kamu belum juga datang?”


scene01431

Tak sengaja, dia mendengar suara kuda betina yg tinggal disebelahnya, yg seketika membuatnya lansgung jatuh cinta. Di depan kandangnya, tertulis nama ‘Jane’...

Buster bertanya: “Hei, siapa namamu? Mau minta jeramiku? Ini organik. Kamu pasti sangat pemalu. Namaku Buster...”

Jane tak menggubrisnya, maka Buster berkata: “Baiklah. Lagi pula, aku tidak suka kuda betina yang gampangan. Aku suka yang jual mahal. Aku menyukaimu. Tapi, aku punya pacar bernama Sae Woo. Dia yang menangisiku saat aku sakit. Dia yang menyelamatkan nyawaku. Maafkan aku. Aku memang punya perasaan untukmu, tapi aku harus tetap setia kepada Sae Woo malam ini. Namun, aku sangat senang memiliki tetangga yang seksi....”

[ Wok of Love: Episode 11 ]


scene02991

Sedikit mengulang adegan terakhir dari episode sebelumya... setelah dicium Poong, Sae-woo menjadi resah, “Kita belum mabuk, tapi kenapa kita sangat berani? Tidak kusangka aku wanita semacam ini...”  keluhnya


scene05331

scene05916

Tapi kemudian, Sae-woo memerhatikan wajah Poong dan dia mengakui, kalau dia menyukai bagian mata-nya, yg seperti kacang almon.


scene06111

Poong tersenyum, kemudian mengatakan bahwa dia akan memasakan hidangan lezat, berbahan dasar almon dan tofu.

scene06241

scene07996

Dia menjelaskan cara memasak sambil membayangkannya, “Aku akan memotongnya menjadi kotak-kotak. Lalu aku akan menempelkan almon di dalam tiap kotak. Kemudian, aku akan menutupinya dengan tepung. Setelah menuangkan minyak goreng ke dalam wajan, penggorengan dipanaskan hingga 160 derajat celcius. Lalu aku akan memasukkan tahunya dan menggorengnya sampai adonannya menjadi pas dan renyah. Kutiriskan sisa minyaknya di saringan. Setelah tahu dikeluarkan, kutuang minyak cabai ke dalam penggorengan dan menggoreng cabai kering. Lalu aku akan menambahkan bawang, jahe, kecap, anggur beras, dan beberapa rempah lainnya untuk membuat saus merica. Aku akan menambahkan tahu goreng ke dalam sausnya sambil menumisnya dengan spatula. Lalu aku tinggal menggoreng semuanya dengan suhu yang sangat tinggi. Tekstur tahu almon yang panas, tapi lembut akan terus disimpan di dalam adonan renyah dan digoreng di dalam saus lada...”


scene08126

Mendengar penjelasannya saja, langsung membuat Sae-woo komentar: “Kedengarannya sangat lezat...”

“Akan kubuatkan kapan-kapan...” ujar Poong

Lalu dengan polosnya, Sae-woo bilang: “Kapan-kapan? Kalau begitu, kita harus melupakan semua ini setelah memakan almon itu?”

“Tentu...” jawabnya singkat


scene08971

scene09036

“Tapi bagaimana jika aku mengidamkan itu lagi karena sangat enak?”

“Jika mengidamkan sesuatu, kamu sebaiknya memakannya...”

“Aku harus bagaimana?”

“Kamu takut orang-orang mengetahuinya?”

“Bukan itu, tapi aku tidak bisa berhenti memikirkan hidangan tadi...” 


scene09946

Sae-woo menggetok kepalanya sendiri.. lalu dengan paniknya, dia berkata: “Tidak! Jangan buatkan aku almon dengan saus merica! Tidak! Aku tidak bisa memaafkan diriku. Aku sungguh tidak bisa memaafkan diriku. Aku kecewa dengan diriku sendiri. Bisa-bisanya aku meminta suami orang lain untuk berselingkuh. Mana mungkin aku melakukan ini? Astaga, aku tidak bisa memaafkan diriku. Kamu juga seharusnya tidak melakukan ini. Aku kecewa denganmu. Aku tidak kecewa dengan diriku sendiri!!!!”


scene10271

Poong menatapnya, sambil berkata: “Aku tidak menyesalinya. Kalau begitu, Aku akan mengantarmu pulang...”


scene10336

Tapi Sae-wo menolaknya mentah-mentah.. dia langsung turun dari mobil dan berjalan pergi dengan tergesa-gesa..


scene11311

Chil-seong jalan keluar, meninggalkan sobatnya yg masih minum-minum dalam kedai. Dia membuka ponselnya.. melihat kembali sms-nya dengan Sae-woo sambil mengingat percakapan mereka siang tadi.

Dia berniat menghapusnya, namun sangat sulit untuk melakukannya...


scene12221

Tiba-tiba, si nenek gelandangan menghampirinya. Memerhatikan tingkahnya, membuat si nenek komentar: “Apa yang membuatmu bimbang? Kamu ditolak. Dia menolakmu...”

Si nenek merebut ponselnya, lalu menghapus sms itu dengan entengnya, “Beberapa detik lalu mungkin menyakitkan, tapi kini sudah tinggal kenangan. Astaga. Hei, aku paham ini berat bagimu. Bagaimanapun, kamu tidak boleh menyukai istri orang lain. Baguslah kamu menghapus semuanya...” jelasnya sambil memukul pundak Chil-seong, berulang-kali dengan begitu keras.


scene12546

Chil-seong tertawa ‘getir’, “Terimakasih banyak..” ucapnya


scene13001

Kemudian datanglah para ajusshi gengster, yg mengajaknya ke bar, karena ada Maeng-dal yg telah menunggunya disana.

“Hei, kalian boleh pergi. Aku tidak ikut...” jawab Chil-seong


scene13781

scene14366

Poong menyusul Sae-woo yg tengah berjalan sendirian. Namun Sae-woo melarang Poong untuk mendekatinya.

Lantas.. Poong meminta penjelasan dari Sae-woo: “Kamu begitu girang akan menikah sampai memberikan undangan kepada orang asing. Lantas kenapa kamu berakhir di Jembatan Sungai Han sambil memakai topeng? Kenapa kamu mencari pekerjaan? Kenapa suamimu mengabaikan panggilanmu? Kenapa kamu menangis sendirian di hotel itu?”


scene14626

scene15016

Dengan matanya yg mulai berkaca-kaca, Sae-woo menjawab: “Sepertinya aku masih mencintai suamiku karena aku menangis tersedu-sedu di hotel itu...”

"Masih?" tanya Poong

“Iya.. masih..” jawab Sae-woo, yg kemudian balas bertanya: “Bagaimana denganmu? Kenapa kamu babak belur?”

“Karena aku layak dipukuli...” jawabnya singkat

“Kamu tidak terlihat seperti orang jahat... Jangan beri tahu aku jika tidak mau..” ujar Sae-woo

“Kurasa aku sangat marah karena belum bisa merelakan istriku...” jelas Poong


scene16186

Mereka pun diam ditempatnya, sambil saling tatap penuh makna...

Advertisement


EmoticonEmoticon