6/17/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 11 PART 3

SINOPSIS Greasy Melo Episode 11 BAGIAN 3


Tiba-tiba, muncul Sae-woo yg langsung duduk. Tepat di belakang Chil-seong. Kondisinya setengah mabuk, hingga tanpa sadr.. badannya terus bersandar di punggung Chil-seong.

Merasa terganggu, Chil-seong berulang-kali mengatakan: “Exuse me” (artinya permisi), tanpa menyadari bahwa orang yg bersandar itu, adalah Sae-woo.



“Aku tidak memintamu mempekerjakan mereka sebagai koki. Kamu harus buat layanan pesan antar untuk meningkatkan penjualan. Pertama, gunakan anak buahku sebagai kurirmu. Kamu bisa mengajari mereka memasak seiring berjalannya waktu. Bagaimana? Setuju?” tanya Chil-seong

“Tidak...” jawabnya singkat

“Kenapa?” tanyanya

“Pikirkan saja. Orang-orang sudah menganggap restoran itu dikelola oleh gangster. Kami tidak akan mendapatkan pelanggan karena citra kami. Jika mau mengelola restoran yang layak, aku tidak bisa mempekerjakan gangster di sana. Aku tidak akan mengizinkannya...” jelas Poong

“Dasar bedebah. Kamu berjanji akan mengabulkan permintaanku...” keluh Chil-seong

“Yang benar saja. Bedakan pekerjaan dengan urusan pribadi. Kamu seharusnya tidak meminta bantuan semacam itu selagi minum...” ujar Poong

“Kenapa kamu menarik kata-katamu? Kamu pandai berdalih, ya?!” keluh Chil-seong


Geram akan sikap Poong, Chil-seong berdiri.. yg otomatis, membuat badan Sae-woo kehilangan sandaran dan membuatnya terjatuh.


Refleks, Sae-woo berkata: “Maafkan aku...”

Mereka berdua, sangat kaget melihatnya, “Sedang apa kamu di sini? Kenapa seorang wanita minum sendirian di malam hari? Kamu kabur dari rumah?”

“Omong-omong, kamu sebaiknya berhenti minum...”




Sae-woo yg telah mabuk.. malah tertawa, dan bilang: “Tidak mau. Aku akan minum lagi. Ayo minum bersama. Karena aku belum mabuk!!!!”

Dalam kondisi yg seperti itu, Sae-woo berubah jadi sangat genit. Dia mengerlingkan matanya ke arah Chil-seong, hingga membuatnya bersin-bersin (keegeran)

Sepertinya, Poong ‘cemburu’. Terbukti dari sikapnya yg langung mengomeli Sae-woo: “Kamu ini.. apa-apaan! Heh.. buka matamu yg bener!!!!”


Di kediamannya yg telah ditempel stiker segel dimana-mana.. Ny. Jin masih tinggal bersama dengan Seol-ja dan Geok-jung, yg ternyata telah bekerja dengannya untuk waktu yg sangat lama.

Malam ini, mereka duduk bersama... sambil memperbincangkan keluh kesahnya masing-masing..

“Aku tidak bisa tidur. Aku sangat cemas soal besok...”

“Sae Woo tidak tahu Anda mendapatkan pekerjaan?”

“Jangan beri tahu dia, mengerti..”

“Aku akan menyisihkan waktu untuk menggantikan Anda mencuci piring. Anda berpura-pura bekerja saja...”

“Itu tidak mungkin. Kalian pikir bos kita akan membiarkan itu terjadi? Anda akan langsung dipecat. Aku mengaku bahwa Pak Im dan aku sudah lama bekerja di restoran yang berbeda sebelum datang ke restoran itu. Dia pasti tidak tahu Anda wanita kaya yang tidak pernah melakukan pekerjaan rumah tangga. Serta, bagaimana jika dia tahu kita keluarga? Dia pasti akan kesal. Aku pun akan merasa dikhianati. Chef tidak akan pernah memberikan ampun di dapur. Dia orang yang berhati dingin dan perfeksionis...”

“Haruskah aku bekerja sebaik mungkin?”

“Anda harus gesit. Jika Anda terlalu lambat, kita tidak bisa bekerja bersama di dapur...”

“Aku bukan chef. Tugasku hanya mencuci piring. Di mana kerja ‘bersama’-nya?”

“Saat masuk ke dapur, kita bernapas, kepanasan, dan membuang gas bersama...”




Sedih dengan kondisinya sekarang, Ny. Jin menangis, “Kenapa ini terjadi pada kita? Kenapa aku menjadi seperti ini?”

“Anda harus tetap kuat. Aku dan Geok Jeong tidak akan pernah mengkhianati Anda. Kami tidak akan pergi. Janganlah menangis....”

“Setelah Pak Dan bebas, aku akan membalas kebaikan kalian. Pengacara bilang, mereka akan membebaskan Pak Dan beberapa bulan lagi apa pun yang terjadi. Jangan tinggalkan rumah ini. Jangan bekerja sebagai pembantu dan sopir di tempat lain. Jangan hidup sendiri-sendiri... 

“Tapi.. Meski kita bertiga bekerja, uangnya tidak akan cukup untuk membayar uang sewa. Kita harus bagaimana?”

“Aku akan menemui teman-temanku lagi untuk meminjam uang...”

“Aku akan menyelundupkan makanan seusai bekerja untuk sarapan dan makan malam kita tanpa sepengetahuan Chef Poong...”

Geok-jung memberikan sebuah amplop: “Terima kasih telah membesarkanku hingga sekarang. Ini yang telah kusiapkan untuk kuberikan di hari pernikahan. Mohon diterima...”

“Andai aku tahu, aku seharusnya menerima uang ucapan selamat...”


Sae-wo dan Chil-seong mabuk berat, hingga membuatnya bertingkah seperti anak-anak. Poong yg masih sadar, bertanya dimana rumahnya Sae-woo?

“Dia kabur dari rumah...” tukas Chil-seong, sambil menunjuk dua koper besar, milik Sae-woo


Kemudian dengan pedenya, Sae-woo bilang: “Aku tidak mau digendong oleh sembarang orang...”

“Siapa pula yang menawarkanmu?” tanya Poong

“Aku bukan wanita gampangan. Aku sangat sulit untuk didapatkan...” ujar Sae-woo

“Aku akan mengantarmu pulang!” tegas Chil-seong

“Kamu ini bicara apa? Berdiri saja hampir tidak bisa...”  gerutu Poong

“Apa maksudmu? Kamu kalah beradu panco...” sindir Chil-seong

Sambil mengeluarkan pakaiannya dari salah satu koper, Sae-woo berkata: “Aku tidak bisa tidur di sembarang tempat...”


Kemudian, sambil ketawa cekikikan.. Sae-woo masuk kedalam kopernya dan bilang: “Ini rumahku...”




Dengan suara yg kencang, Sae-woo pun berteriak: “Siapa yg butuh pria? Siapa yang butuh cinta? Hidupku adalah milikku! Hidup kalian, milik kalian!!”



Karena malam semakin larut.. artinya, mereka harus mencari tempat untuk tidur. Chil-seong mnarik koper Sae-woo dan Poong menarik koper satunya lagi. 


Mereka bertiga, tidur di kasur yang sama. Sae-woo berbaring ditengah-tengah, antara Poong dan Chil-seong.


Sae-woo tak sengaja menendang badan Chil-seong, hingga membuatnya terjatuh ke lantai.



Spontan.. Chil-seong pun tebangun dari tidurnya. Tak sengaja, dia melihat rok Sae-woo yg agak terangkat.. maka dengan sangat hati-hati, dia berniat untuk menyelimutinya.



Eh tiba-tiba.. kakinya Poong menendang tubuhnya, hingga membuatnya terjatuh ‘lagi’.


“Kamu pria mesum? Selimutin aja, apa susahnya..” komen Poong, yg kemudian menyelimuti Sae-woo


Beberapa saat berlalu.. Chil-seong melanjutkan tidurnya di kasur. Namun tiba-tiba dia terbangun dan tak lama setelahnya, Sae-woo pun ikutan bangun.



Untuk sekejap.. Sae-woo tersenyum manis ke arahnya, membuat Chil-seong langsung bersin.


Kemudian, Sae-woo tertidur kembali. Sementara Chil-seong terus memerhatikannya dengan penuh perhatian. Tangannya ingin membelainya, tapi dia tak bisa melakukannya.. 


1 komentar


EmoticonEmoticon