6/18/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 12 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 12 BAGIAN 1


Ketika tengah berendam air hangat, tiba-tiba Chil-seong menyuruh Maeng-dal untuk memacari Seol-ja. 



Maeng-dal kaget: “Bagaimana Anda bisa tahu? Anda seorang peramal?” tanyanya

“Ada penghapus di otakmu, ya? Kamu memberi tahu kami semuanya!”

“Semua itu masa lalu...”

“Tapi, Seol Ja masih melajang. Laki-laki tidak boleh mudah menyerah”

“Aku akan sakit hati. Aku takut. Aku akan menyerah saja..”

“Lebih baik mati saja jika ingin hidup seperti itu.”


Meninggalkan permasalahan cinta Maeng-dal, berikutnya Chil-seong memberitahu Dong-sik: “Istrimu berselingkuh dengan seorang chef hotel. Sebaiknya kamu menyuruhnya berhenti bekerja, atau beri chef itu pelajaran...”


Dong-sik terkejut.. dia pun hanya bisa jawab ‘iya’. Sementara ajusshi lainnya, mulai mengejeknya: “Bun Hong (nama istrinya) tinggal bersamamu, aneh sekali. Kenapa kamu membiarkan wanita usia 20 tahun bekerja di hotel? Kamu tahu dia sangat menyukai pria...”

Kesal, Dong-sik menenggelamkan kepala orang-orang yg mengejeknya. Lantas, Chil-seong memarahi mereka, kemudian berkata: “Geng.. Aku juga akan menyerah. Terima kasih telah berpikiran lain dan mencemaskan aku...”


Tak langsung pulang, Dong-sik mengajak Chil-seong ke tempat cuci mobil terlebih dahulu.


Kebetulan.. disana, ada Yong sajang yg juga hendak mencuci mobilnya. 



Chil-seong turun dan berjalan menghampirinya.. dengan tenang, dia berkata: “Jangan... sentuh... chef-ku...”

“Maksudmu, bedebah gila yang melemparkan pisau ke kepalaku itu? Orang gila yang melakukan percobaan pembunuhan itu?!” jawab Yong sajang dengan angkuhnya

“Menghina chef-ku sama saja dengan menghina restoranku!” tegas Chil-seong

“Aku syok mendengar beberapa preman dengan pisau menjadi gila dan berpura-pura menjadi chef. Poong yang gila itu telah bergabung dengan mereka. Tampaknya restoranmu akan segera bangkrut, Pak Bos Gangster yang tidak tahu diri! Selamat tinggal...” ejek Yong sajang, yg kemudian masuk kedalam ruang steam


Chil-seong tak mengejeknya balik, dia hanya bilang: “Sauna sekali lagi?”, kemudian dia berjalan ke arah mobil Yong sajang.


Di waktu bersamaan, kita melihat Sae-woo yg tengah bersusah-payah, membawa dua koper besarnya, kembali ke rumahnya.



Kembali ke tempat cuci mobil.. ternyata, Chil-seong nekat masuk kedalam mobilnya Yong sajang yg tengah dicuci. Dalam ruang sempit itu dia menghajarnya membabi-buta.. hingga membuat Yong sajang yg angkuh, tak bisa berkutik sedikit pun.



Turun dari mobil, Chil-seong membei 3 es-krim. Satu untuknya, satu untuk Dong-sik.. dan satu lagi dia berikan untuk Yong sajang..


Sae-woo masuk kedalam rumahnya dan langsung berteriak memanggil, ibu.. bibi.. dan oppa-nya, yg tak lain adalah Ny. Jin, Seol-ja dan Geok-jeong.



Mereka semua adalah keluarga, dan mereka pun hadir di pesta pernikahannya Sae-woo, tapi kala itu tak diperlihatkan pada kita..


Melihat kedatangan Sae-woo, membuat semuanya panik. Ibu bertanya: “Kamu diusir?”

“Ibu, aku akan tinggal di sini...” ujar Sae-woo

“Kenapa?” 

“Aku kesepian di rumah itu tanpa O Jik... Aku tidak pernah memasak, jadi, aku jarang makan...”



Tak sengaja, Geok-jeong mengungkap fakta mengenai Ny. Jin yg telah mendapatkan pekerjaan, yg seketika membuat Sae-woo benar-benar kaget.

“Ya.. mau gimana lagi... Gaji Seol Ja dan Geok Jeong terlalu kecil untuk membayar sewa rumah. Ibu harus mencari uang. Ibu majikannya...” jelas ibut

“Nyonya bekerja sebagai pencuci piring...” tambah Geon-jeong

“Di mana?” tanya Sae-woo


“Di restoran rekomendasimu karena di sana sedang membutuhkan pegawai...” jawab Seol-ja, “Awalnya, kukira kami semua akan pergi dan hidup masing-masing. Tapi kami telah tinggal di sini selama lebih dari 10 tahun. Ada banyak perabotan di sini. Kamu pun tahu sebanyak apa perabotan ibumu. Jika tinggal di tempat yang berbeda, kami semua harus membuat deposito dan membayar sewa masing-masing. Serta, mustahil untuk mencari rumah yang bisa menampung perabotan kami. Jadi, kami bertiga memutuskan untuk menyewa rumah ini. Kami berpatungan untuk membayar sewa beberapa bulan. Kami akan mencoba bertahan...” tambahnya



“Tetap saja, bagaimana mungkin Ibu mencuci piring?” tanya Sae-woo dengan mata yg berkaca-kaca

“Hei, memang apa susahnya? Ibu bahkan melahirkanmu. Ibu yang melahirkan bahkan mampu menelan tulang ikan layur. Nenekmu bilang kami bisa melakukan apa pun...” jelas ibu

“Aku tahu Ibu tidak bisa menelan tulang ikan layur. Menelan tulang tertipis saja hampir tidak bisa!” ujar Sae-woo



Dapur Restoran hotel sangat sibuk, karena banyak pelanggan. Sementara, dapur kedainya Seo-poong, sangat senyap.. para koki hanya diam di dapur, karena tak ada pelanggan yg datang.



Pergelangan tangan Poong yg terluka malam kemarin, membuatnya tak bisa memegang wajan dengan kuat... namun dia tak menceritakan apa pun pada para pegawainya, hingga membuatnya terkesan sangat angkuh.



Dalam kamarnya, Sae-woo duduk termenung. Dia hanya diam, dan sesekali menghela nafas panjang..


Dong-sik sengaja makan di ruang VIP Restoran Hotel, dimana makanannya disajikan langsung oleh Sam-sun.



Dengan tatapan yg menyeramkan, Dong-sik mengambil pisau besar milik Sam-sun yg kemudian dia gunakan untuk memotong serta menjadi garpu untuk ayam yg disajikan dihadapannya.


Sikapnya membuat Sam-sun gemetar ketakutan, “Tu.. tuan.. ada masalah apa?” 

“Aku suami Lee Bun Hong!” tegas Dong-sik

Perlahan, Sam-sun berjalan mundur, sambil berkata: “Ahhh.. Bun Hong sudah menikah?”

“Jangan berpura-pura bodoh!” bentak Dong-sik



Sambil berlari kabur, Sam-sun dengan gelapan mencoba untuk menjelaskan: “Aku tidak tahu. Mana aku tahu?  Dia yang membodohiku. Aku tidak bersalah. Sungguh...”

“Aku tahu kamu menggodanya, meski dia sudah bersuami. Kudengar kamu juga sudah menikah!” teriak Dong-sik

Advertisement


EmoticonEmoticon