6/23/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 14 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 14 BAGIAN 3


Chil-seong kedatangan ‘tamu tak diundang’, yakni si ajusshi dan beberapa minion gengster-nya. 


“Keluar dari sini, Bedebah!” tegas Chil-seong

“Aku akan pergi jika kamu memberiku buku kas itu!” tukas si ajusshi


Karena Chil-seong tak bersedia memberikan buku itu, maka terjadilah baku hantam. Tanpa senjata, Chil-seong bisa melawan mereka..


Namun tiba-tiba, si ajusshi menikam Chil-seong hingga membuatnya tak berdaya. Dia terus bertanya tentang buku kas-nya, namun Chilseong bersikeras menolak untuk memberitahunya, “Semua klien itu berlarian kepadaku agar mereka bisa menghindarimu. Jika aku memberimu buku itu, kamu akan menindas mereka lagi. Aku tidak akan pernah memberikan itu kepadamu meski aku harus mati!”

“Tidak akan pernah? Berarti kamu mau kubunuh?!”

Dengan sisa tenanga yg dimiliknya, Chil-seong berhasil melawan dan lansgung berlari melarikan diri.


Dia masuk lift.. namun segerombolan gengster masih terus mengejarnya.. mereka melihat lift meuju lantai atas, maka mereka berlari menaiki tangga darurat menuju atas.


Padahal nyatanya, Chil-seong dengan tertatih.. tengah berjalan menuruni tangga.


Sampai dibawah, badannya yg lemah membuat dia beberapa kali terjatuh di jalanan. Dia berusaha masuk ke mobil, tapi ternyata dia tak memabwa kuncinya.. melirik kesamping, dia melihat lampu dapur yg masih menyala.


Maka dia pun masuk dapur, dimana Sae-woo tengah berlatih memasak seorang diri. Badannya terlalu lemah untuk berdiri.. melihatnya membuat Sae-woo kaget bukan main.


“Kamu baik-baik saja? Kamu harus ke rumah sakit...” ujar Sae-woo dengan cemasnya

“Aku akan pingsan...” ucap Chil-seong dengan terbata-bata

“Apa yang terjadi? Apa yang terjadi?” tanya Sae-woo panik

“Hei, aku sungguh meminta maaf. Tapi aku harus memegang tanganmu. Aku tahu kamu membencinya, tapi tolong maklumi aku sekarang ini...” tutur Chil-seong


Para gengster memasuki restoran... mereka menyadari kondisi Chil-seong yg kehilangan banyak darah, membuatnya tak akan bisa kabur jauh-jauh.


Bersamaan dengan itu, ajusshi gengster sobatnya Chil-seong baru datang ke kantor. Mereka kaget, melihat seisi ruanga yg sangat berantakan.. tak perlu lama untuk mereka menyadari, bahwa si ajusshi (gatau namanya, tapi julukannya si ‘bengkok’) itu adalah dalang dari insiden ini.


Bergegas, mereka berpencar untuk mencari Chil-seong. Ketika melihat segerombolan gengster songong itu, mereka pun tak bisa menahan emosinya, maka terjadilah baku hantam yg sangat intens.


Chil-seong dan Sae-woo bersembunyi dalam ruang pendingin. Mereka mencari tempat yg aman, sementara diluar si ajusshi masih terus mendesak Maeng-dal dan kawan-kawan untuk memberitahunya lokasi keberadaan buku kas-nya.


Daripada membuka mulut.. geng Chil-seong memilih mempertaruhkan nyawa mereka dengan melanjutkan pertarungan sengit..

Si ajusshi yg tak ikutan bertarun, berjalan menyusuri restoran untuk mencari Chil-seong.


Chil-seong sendiri.. sepertinya sangat mengkhawatirkan para anak buahnya. Dalam kondisi yg sangat lemah, dia bersikeras ingin keluar dan ikutan bertarung, “Jika aku tak keluar, maka merkea akan terbunuh...”

Sae-wo melarangnya, “Kalau kamu keluar sekarang.. maka kamu yg akan terbunuh! Kamu tak boleh mati! Aku tak ingin kamu mati!” ujarnya


“Kamu tak takut kepadaku?” tanya Chil-seong

“Enggak!” tegas Sae-woo

“Aku pernah dipenjara tiga kali..” tutur Chil-seong

“Sedikit pun, aku tak takut kepadamu! Kamu adalah Tuan cahaya-ku, kamu bukanlah seorang kriminal di mataku!” tegas Sae-woo


“Kamu sakit.. kalau tetap diam disini, kondisimu semakin parah nanti.. Bisa-bisa, kamu membeku kedinginan sebelum aku mati...”

“Aku tidak sakit. Aku tidak mengidap kanker!  Aku sengaja membuatmu menganggapku sakit agar kamu tidak akan menyukaiku. Aku tidak bilang apa-apa saat itu agar kamu meminjamkanku uang. Sebenarnya, kudaku yang mengidap kanker”

“Kudamu? Berarti, kuda yang kulihat waktu itu... Berarti kamu tidak mengidap kanker?”

“Iya!”


Tiba-tiba.. terdengar suara langkah kaki si ajusshi yg berjalan mendekat ke arah mereka, yg seketika membuat suasana terasa begitu mencekam.

Namun ketika posisinya makin dekat, syukurlah karena perhatian si ajusshi teralih oleh suara gaduh perkelahian diluar.


Chil-seong dan Sae-woo akhirnya bisa bernafas lega. Tapi tiba-tiba, Chil-seong menatapnya serius dan langsung menciumnya, membuat Sae-woo benar-benar kaget karenanya...
Advertisement


EmoticonEmoticon