6/26/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 15 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 15 BAGIAN 3


Obrolan mereka terpotong.. karena Sae-woo datang. Mereka pun pamit pergi, meninggalkan Sae-woo dan Chil-seong berduaan.


Nyonya Jin ternyata tidak tertidur.. dia mengikuti Sae-woo hingga ke depan ruang rawat Chil-seong.


Sae-woo ingin menjelaskan semuanya, dia meminta Chil-seong untuk tidak komentar apa pun dan membiarkannya bicara lebih dulu.


“Baiklah. Mungkin kamu sudah menduga ini, tapi aku punya masalah dengan suamiku. Dan aku belum bisa melupakan dia. Hmmm.. barusan aku bermimpi.. Padahal sebelumnya, kita berciuman di ruang pendingin, jadi, seharusnya aku memimpikanmu, bukan? Tapi tebak siapa yang ada di dalam mimpiku? Chef Poong.. dia memelukku di ranjang. Aku sungguh menyukainya. Aku merasa hangat dan nyaman, meski itu hanya terjadi dalam mimpiku..”


Sae-woo menangis, sembari berkata: “Kurasa aku menyukainya. Kurasa ada yang bermasalah pada kepalaku saat tertiban daging. Aku menyukai begitu banyak pria. Aku bisa gila karena penderitaanku. Kesepian ini pasti telah membuatku gila...”

Kemudian, Sae-woo bertanya apakah Chil-seong mau memberinya waktu untuk memikirkan perasaannya, “Aku ragu, bukan karena ajusshi adalah seorang gangster. Itu sama sekali tidak ada kaitannya. Ajusshi adalah Tuan cahaya bagiku.. ”


“Tapi Poong tidak menyukaimu. Dia tidak mau aku mempekerjakanmu sebagai manajer umum. Saat kamu menggunakan sudip, dia selalu membentakmu...” tutur Chil-seong

“Yang terpenting adalah perasaanku. Meski ini aneh, yang terpenting bagiku adalah siapa yang kusukai, bukan siapa yang menyukaiku..” jelas Sae-woo

“Bukankah dia sudah menikah?” tanya Chil-seong

“Suamiku masih ada di dalam hatiku. Kamu juga menyukaiku. Tapi yang lebih daripada kalian berdua, perasaanku saat ini menanyaiku apa ini waktu yang tepat untuk seperti ini. Aku berkata dalam hati, ‘Aku tidak berhak seperti ini!’, ‘Aku pasti gila. Aku harus kembali waras!’ Begitulah...”papar Sae-woo


Sejenak diam, akhirnya Sae-woo menyatakan bahwa semua unek-uneknya telah dia keluarkan, “Tadi aku sangat gelisah, tapi kini sudah merasa lebih baik...” ujarnya


Nyonya Jin sedang serius menguping.. namun tiba-tiba datang si nenek yg lansgung menjewernya pergi, hingga ke lobbby.


“Kau itu sedang apa?!” tanya si nenek

“Aku tidak menyukai kedua pria itu...” ujar Ny. Jiin

“Apa maksudmu?” tanya si nenek

“Aku tidak menyukai keduanya... Sae Woo terlalu baik untuk mereka. Untuk apa dipusingkan. Kenapa dia gelisah?” keluh Ny. Jin 

“Kamu terlihat cantik, tapi sangat aneh..” ujar si nenek

“Anda tidak membawa permen karet hari ini?” tanya Ny. Jin

“Aku tidak datang untuk menjual permen karet. Serta, dilarang berjualan di rumah sakit. Aku datang untuk menjenguk..” jelasnya


“Menjenguk siapa?”

“Putraku...”

“Anda mempunyai seorang putra?”

“Ya. Tentu saja. Dia putra terbaik di dunia ini”

“Jika dia itu putra yang terbaik di dunia ini, kenapa dia membiarkan ibunya mengemis?”

“Tutup mulutmu itu. Mentang-mentang bisa bicara, bukan berarti bisa bicara seenaknya. Kami punya alasan. Kamu tidak tahu apa-apa!!!”


Chil-seong merenung.. dia mengingat kembali seluruh perkataan Sae-woo barusan, yg membuatnya mengeluh: “Poong, kenapa kamu muncul di dalam mimpinya?”


Sesampainya di depan restoran.. Poong terdiam, melirik kearah Hotel Giant, sembari mengingat momen manisnya bersama dengan Sae-woo. Dia tertawa, “Duh.. aku pasti sudah gila..”


Si nenek duduk disamping Chil-seong yg sepertinya telah tertidur, “Semoga aku bisa melihatmu menikah sebelum mati...” ucapnya dengan mata yg berkaca-kaca


Perlahan Chil-seong terbangun, “Kamu datang lagi?” ujarnya.

Tak mau ketahuan, kalau dirinya hampir menangis.. si nenek bertingkah seakan ada nyamuk disekitarnya, membuat Chil-seong berkometnar: “Memang ada nyamuk disini? Dimana?”


Si nenek lantas bernostalgia, mengenang pertemuan pertamanya dengan Chil-seong di Rumah Sakit ini, “Kamu nyaris mati karena ledakan itu, dan aku yang merawatmu...”

“Astaga. Aku muak dengan cerita itu”

“Kamu pasti muak denganku...”

“Anda sebaiknya pergi. Pergilah”

“Kenapa kamu selalu menyuruhku pergi? Kamu toh tidak kedatangan pengunjung wanita. Setiap kali kamu sakit dan diopname, aku selalu merawatmu. Jangan tertikam lagi, Chil Seong. Saat ini, perutmu akan terlihat seperti selimut yang banyak tambalannya..”


Chil-seong mnggeliat kepanasan, namun si nenek malah bertanya: “Kamu menunggu seseorang? Seorang wanita? Chil Seong... Jika kamu menyukai seorang wanita, kamu harus mengistimewakannya dan bersikap baik kepadanya. Ya? Jangan memarahi dia untuk menyembunyikan perasaanmu. Jangan biarkan harga dirimu menghancurkannya”


“Untuk apa aku memarahi orang yang kusukai? Aku pasti akan memberi dia segalanya dan bersikap baik kepadanya. Bahkan itu pun belum cukup...”

“Ada yang bersikap sebaliknya. Mereka tidak punya nyali untuk mengungkapkan perasaan, tapi mereka sungguh jatuh cinta...”

“Pria sejati tidak akan begitu!”


Seol-ja dan Master Wang, tak sengaja bertemu di sauna. Dari tatapannya, Seol-ja seakan menaruh dendam besar.. sementara Master Wang, malah mengatakan kalau dia sangat merindukan Seol-ja.


Seol-ja menendangnya, hingga membuatnya berlutut dihadapannya. Master Wang terus meminta maaf, “Aku seharusnya tidak kabur dan membawa uangmu. Akulah yang bersalah...”

“Kini kata-kata yang keluar dari mulutmu berbeda. Kenapa kamu melakukan itu kepadaku?”

“Aku menggunakan uang itu untuk naik kapal ke Korea. Dan berkat itu, kini aku sukses. Aku seorang chef tersohor. Aku akan mengembalikannya, aku janji..”


“Karena sudah 20 tahun, beri aku 20 kali lipat!”

“Aku bahkan bisa memberimu 100 kali lipat. Kamu sudah menikah?”

“Kamu mencoba menggodaku dengan uang recehan itu? Sadarlah! Pokoknya 20 kali lipat! Hitunglah dan berikan itu kepadaku!”
Advertisement


EmoticonEmoticon