6/29/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 16 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 16 BAGIAN 1


Papan nama restoran tiba-tiba terjatuh.. maka, datanglah papan nama yg baru. Ada sedikit perubahan, awalnya nama restoran ditulis menggunakan bahasa Korea ‘baegoppeun frypan’, kini berganti menjadi bahasa  Inggris ‘Hungry Wok’

(tulisannya masih sama-sama pake aksara hangul, cuman bahasanya aja yg diganti)


Di dapur, Poong berdiskusi dengan para pegawainya. Dia memaparkan pendapatan bulan ini yg merugi lebih dari 10 ribu dolar, dan hitungannya belum termasuk gaji mereka.

“Kita semua akan mati jika kalian terus begini...” ujar Poong

“Meskipun kita semua mati, kuharap Anda membayar kami tepat waktu..” tukas Geok-jeong


Poong mengiyakan hal tersebut, lalu menjelaskan bahwa selain nama restoran yg baru, dia pun memiliki rencana untuk mengembangkan sebuah menu baru. 

Menu barunya, berbahan dasar udang.. dia telah mengembangkan menu itu selama bekerja di Hotel Giant, “Kugunakan udang utuh, dari kepala sampai ekornya. Maka namanya Udang Utuh. Aku belum pernah menyajikannya. Ini hidangan udang yang tidak diketahui orang lain...” jelasnya


Saat itu juga, Poong langsung memasaknya dan menyajikannya untuk para staff-nya. Hidangan pertama, adalah udang crispy yg berbahan dasar udang kering..


Kemudian, hidangan kedua adalah dim sum udang dalam kulit telur.


Lalu, hidangan ketiga adalah Kulit Udang Renyah Mandarin. Yang menawarkan kerenyahan kulit udang setelah diratakan dengan panci besi panas yg dicampur dengan perasan jus jeruk dan saus kental khusus.


Poong menjelaskan, bahwa ketiga menu itu akan berharga 180 dolar, jika dijual di hotel. Namun disini, mereka akan menjualnya seharga 18 dolar saja.

Seol-ja komentar: “Apa Anda gila? Kita tidak bisa menjual rugi..”

“Tidak akan rugi! Kita akan balik modal! Kita hanya perlu bertahan kali ini! Jika kita berusaha menghasilkan uang, pelanggan tidak akan datang. Ini akan menjadi strategi kemenangan!” jelas Poong dengan penuh semangat


Dia pun meminta kerjasama tim di dapur, untuk selalu mendukungnya.. karena hanya dengan cara itu lah, mereka bisa berhasil!


Poong tengah mengancingkan kemejanya di ruang ganti, ketika tiba-tiba Sae-woo masuk dan membuatnya terperanjat kaget, “Memangnya, kau tak bisa mengetuk pintu!” bentaknya


Dengan gugup, Sae-woo berkata: “Terima kasih sudah memelukku kemarin...”

Poong kaget, dia pun lansgung bertanya: “Kamu ingat semuanya?”

“Tentu..”

“Semuanya?”

“Iya, semuanya..”

“Sungguh? Serius? Beri tahu aku. Beri tahu aku semua yang kamu ingat!”


“Terima kasih sudah menggendongku...” ucap Sae-woo

“Bukan itu! Tapi, yang pertama kamu katakan tadi?” pinta Poong

“Terima kasih sudah menggendongku...” ucap Sae-woo untuk yg kedua kalinya


Masih tetap menggunakan intonasi ketusnya, Poong berkata: “Itu bukan aku! Aku tidak menggendongmu. Aku tidak melakukan apa pun untukmu...”

Maka, Sae-woo menjelaskan hal yg diingatnya: “Kubilang aku pusing. Kamu mengikutiku dan menawarkan punggungmu. Aku ingat kamu menyuruhku naik ke punggungmu. Naiklah. Ayo. Ayo pergi. Kamu mengatakan semuanya tujuh kali...”

Poong bersikeras menyatakan, kalau itu bukan dia, “Kamu pusing dan tampak kelelahan. Saat kamu tidak bisa berdiri tegak, seseorang menggendongmu ke UGD. Kamu salah orang. Itu bukan aku! Mengerti? Itu bukan aku!”

“Itu kamu!” tukas Sae-woo


Poong masih menyanggahnya, meski kemudian dari kalimatnya tergambar jelas kalau dia tetap mengkhawatirkan Sae-woo: “Bagaimanapun, jangan lupa makan. Kamu sangat kurus dan ringan, aku merasa bersalah jika menyuruhmu bekerja di dapur. Kamu masih payah dengan sudipmu. Kita harus tutup untuk beberapa hari. Kamu tidak tahu kita sangat merugi? Kita membuang-buang bahan, lalu kamu sakit dan lemah!”

Kemudian, Poong pamit pergi. Maka Sae-woo bertanya kemana? Dan dengan ketusnya, Poong malah membentak Sae-woo: “Memangnya aku perlu minta izin darimu!”


Suara bentakan Poong yg sangat keras, membuat pegawai lain jadi ‘kepo’ dan mengintipnya diam-diam. Mereka sepakat, menyebut Poong sebagai orang yg kejam dan berperangai buruk..


Eh sialnya.. ketika tengah bergossip, tiba-tiba Poong menghampiri mereka untuk mengajak Geok-jeong pergi dengannya..


Du-sik menjenguk Chil-seong, dia menceritakan penggantian nama restoran. Ternyata, itu adaah idenya Sae-woo, “Sae Woo yang bertugas memegang sudip mengatakan namanya norak dan mereka harus menggantinya. Lagi pula, papannya jatuh. Dia bahkan bertengkar dengan Poong dan membuat dia menggantinya...”


“Kenapa mereka bertengkar?” tanya Chil-seong

“Mereka hanya bertengkar sekali. Tapi Poong memarahinya dan membuatnya menderita seharian...” jelas Du-sik


Geok-jeong berusaha keras, mengimbangi langkah Poong yg begitu tergesa-gesa menuju Hotel Giant untuk mencari buku resepnya..


Sesampainya disana, Poong lansgung merangsak masuk ke ruang ganti untuk menggelesah lokernya. Namun dia tak menemukan apa pun disana.. 

Rae-yoon panik, dia meminta Poong untuk tidak bertingkah seenaknya, atau dia akan memanggil petugas keamanan.
Advertisement


EmoticonEmoticon