6/29/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 16 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 16 BAGIAN 3


Di dapur, Poong masih sangat sibuk menyiapkan udang untuk hidangannya. Sae-woo yg tak ada kerjaan, menghampirinay dan menawarkan bantuan. Tapi Poong menolaknya mentah-mentah dan menyuruhnya pulang saja..


Sae-woo keras kepala dan tetap ingin membantu Poong. Meski hasilnya, dia malah berulang kali mematahkan kepala udangnya.


Meskil sambil terus mengomel.. Poong bersedia menunjukkan cara yg benar. Dengan seksama, Sae-woo memerhatikannya, dia bahkan merekamnya..


Setelah selesai, Poong menonton kembali rekamannya. Tapi dia lansgung marah-marah, mengatakan kalau kepalanya putus!


Sae-woo bingung, dia rasa.. kepala udangnya masih pada utuh. Lantas, poong menjelaskan bahwa kepala chef-nya yg putus.. karena Sae-woo hanya mengambil gambar bagian tangannya saja!


“Kenapa kamu tidak menghormati mastermu? Kamu tidak ingin wajahku tampak bahkan sedetik pun? Kepala udang lebih penting daripada aku, bukan?” keluh Poong

“Aku tidak sempat memikirkan itu. Aku fokus pada resepnya..” ujar Sae-woo

“Jangan bohong. Itu tidak pernah terpikir olehmu. Kamu bahkan tidak melihatku sedetik pun...” tukas Poong


Sejenak diam, kemudian Sae-woo bertanya tentang cincin yg masih terpasang di jarinya Poong, “Kenapa kamu tidak melepas cincin itu? Kamu memakainya saat mencuci, dan bahkan saat kamu memasak..”

Enggan menjawabnya, poong bergegas pergi meninggalkan Sae-woo yg teridam keheranan..


Seol-ja sampai di restoran dimana Master Wang telah duduk menunggunya. Tapi raut wajahnya terlihat bimbang.. 


Di rumah sakit, Chil-seong terduduk merenung.. dia teringat sikap Poong pada Sae-woo serta perkataan si nenek, yg bilang kalau sebagaian pria menunjukkan rasa sukanya dengan bersikap sebaliknya. 


Poong sendiri, tengah duduk menikmati sekaleng Bir di depan restoran. Sae-woo yg hendak pulang, tak sengaja melihat sepatu Poong yg tergantung di atap..

“Kenapa sepatuku di atas sana? Kamu yang melakukannya? Kamu muak dimarahi terus olehku? Kamu melemparnya ke atas sana karena dengki? Begitu?” cecar Poong

“Itu tidak benar. Kenapa mereka di atas?” ujar Sae-woo kebingungan


Sae-woo mengambil tangga, dia berniat untuk mengambilnya namun Poong melarangnya. Dia yg naik dan meminta Sae-woo untuk memegangi tangga-nya saja.


“Aku terlalu sering menginjak kakimu, jadi, aku hanya ingin membersihkan mereka. Aku menginjak kakimu lebih dari 100 kali hari ini...” ujar Sae-woo yg kemudian duduk di samping Poong


Poong lantas bertanya: “Kamu tidak jadi pulang?”

“Berikan aku sekaleng bir. Aku akan pulang setelah itu..” jawab Sae-woo


Membuka obrolan, Poong bercerita tentang buku resepnya yg hilang, “Ada lebih dari 100 resep di dalamnya. Aku tidak ingat satu atau dua jumput tepung untuk kulit dim sum. Atau berapa banyak minyak yang harus kutuang untuk membuat kulit dim sum, entah sembilan atau sepuluh kali. Saat aku menuang telur, apa aku harus mengangkat wajan? Jika ya, berapa sentimeter dari kompor dan berapa detik? Di suhu berapa wajannya menjadi dingin? Semua percobaan dan kesalahanku tertulis di sana. Pergelangan tanganku cedera dan aku tidak punya catatanku. Seharusnya aku berkemas dahulu saat diusir. Semua kesalahanku. Semua kesalahanku! 10 tahun! Semua usahaku tertulis di sana...”


Sae-woo mendengarnya dengan seksama, hingga kemudian Poong tiba-tiba mengganti bahsan obrolan, “Aku berpisah dengan istriku. Aku bukan pria beristri. Asal kamu tahu saja...” ujarnya sambil melepas cincin perikahannya


“Kenapa kamu memberitahuku...” tanya Sae-woo

“Aku hanya ingin memberitahumu...” jawab Poong


Sejenak.. suasana menjadi hening. Kemudian Poong memasangkan headset-nya di telinga Sae-woo, “Ini lagu yang kusukai. Kita boleh melakukan ini, bukan? Antara wajan dan sudip...”


Berpindah ke kedai pinggir jalan, ternyata pada akhirnya Seol-ja memilih untuk tidak bertemu dengan Master Wang. Dia pun menaydari kalau Maeng-dal mengikutinya.. 


Lantas, dia mengajak Maeng-dal untuk menemaninya makan disana. Semetnara pada Master Wang, dia hanya mengirimkan sebuah pesan, isinya: ‘Jantungku berdebar untuk uang, bukan untuk laki-laki. Aku tidak akan jatuh cinta lagi. Aku tidak bisa memercayaimu. Aku tidak bisa memercayai cinta’


Advertisement


EmoticonEmoticon