6/12/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 8 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA  || SINOPSIS Wok of Love Episode 7 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 8 Part 2

a_2

Seol-ja bersiap menunjukkan keahliannya memasak dihadapan Poong. Dia menyiapkan 6 piring bahan, meski hanya 4 menu yg akan dimasak. Poong bertanya kenapa, maka dia menjwabnya denga detail dan sangat jelas.. bahwa ada beberapa bahan yg mesti dipisah, karena cara memasaknya yg berbeda. Ada yg hanya perlu ditumis bentar dan ada yg benar-benar harus digoreng seluruhnya dalam minyak yg panas,

a_3

a_4

Para ajusshi gangster, serius memerhatikan cara mereka memasak yg sangatlah hebat.. namun disela-sela itu, mereka tersadar, kalau Maeng-dal menghilang..

a_5

Seol-ja menyelesaikan keempat masakannya, dia lalu bertanya apakah dia telah diterima bekerja disini?

Poong tak menjawab, dia malah bertanya hal lain dengan bahan makanan. Dan dengan mudah, Seol-ja menajwab semuanay dengan jelas dan tepat. Hingga akhirnya Poong berkata, “Kamu diterima! Mulai bekerja besok..”

a_6
a_7

Hidangan yg telah matang, diberikan untuk ajusshi gengster serta Chil-seong. Mereka sangat menikmatinya, hingga berkomentar takjub: “Ini enak sekali. Astaga. Kukira kita akan menggunakan satu piring panas per hidangan. Kita tidak bisa asal memasukkan bahan-bahan ke panggangan. kita harus mengetahui segalanya..”
“Itu sebabnya Poong bilang bagian memotong bagaikan ibu dapur. Poong menaruh bahan-bahan pada piring panas yang benar, lalu memasaknya dengan urutan yang benar. Jadi, makanannya akan meleleh di mulut kita..”
“Butuh belajar berapa tahun untuk bisa langsung memasak setelah pesanan masuk?”

a_8 
a_9

Poong memuji kemampuan Seol-ja, “Kamu bagian memotong terbaik yang pernah kulihat” ucapnya
“Ada bagian mi yang hebat yang pernah bekerja bersamaku” ujar Seol-ja
“Kami tidak punya orang di bagian mi” balas Poong
“Kamu akan menerima rekomendasiku?” tanya Seol-ja
“Tentu saja. Lebih cepat lebih baik..” jawab Poong tanpa ragu sedikit pun

a_10
a_11


Chil-seong dan yg lainnya, masuk ke ruang pendingin... dan menemukan Maeng-dal yg tengah terduduk sendirian di pojokan dalam kondisi menggingil kedinginan.
Tak ada percakapan apa pun.. Chil-seong tak memarahinya atau pun menyuruhnya keluar. Dia hanya datang untuk menyuapinya, hidangan yg barusan dibuat Seol-ja.. lalu kemudian mengajak yg lainnya untuk pergi meninggalkan Maeng-dal sendirian..

a_12


Seol-ja menelpon seorang temannya, untuk memberitahunya kalau dia bisa melamar kerja di kedai ini. Kemudian, dia kembali menemui Poong untuk laporan. Namun datanglah Chil-seong yg lagi-lagi, mengingatkan Poong kalau dia tak bisa merekrut pekerja, tanpa izin darinya..

a_13

a_14


Sesuai perintah Chil-seong, yg menyuruhnya masuk setelah 5 menit.. Sae-woo akhirnya benar-benar masuk dan melamar kerja dihadapan Poong,
“Kudengar kamu membutuhkan pegawai. Aku---”
“Kamu bisa memasak?”
“Tidak”
“Kamu pernah menjadi pelayan?”
“Belum”
“Haruskah aku membayarmu 15.000 dolar per bulan?”
“Tidak”

a_15

a_16

“Baiklah, kamu diterima” ucap Chil-seong dengan entengnya

Poong tak terima akan keputusan sepihak itu, dia pun marah: “Apa?! Aku tahu kamu punya hak untuk menerima pegawai, tapi untuk apa kamu menerima orang yang tidak berpengalaman dalam memasak atau melayani? Dia bahkan bilang dia gila. Aku tidak akan menerimanya meski dia cantik. Lalu kamu akan menerimanya karena penampilannya?!”
“Dia menyukai jajangmyeon. Itu sudah cukup” ujar Chil-seong
“Semua orang Korea menyukai jajangmyeon!” tegas Poong
a_17

a_18

Dengan angkuhnya, Poong berkata pada Sae-woo: “Siapa yang butuh bantuanmu? Tampaknya kamu tidak bisa berkontribusi apa pun dalam bisnis ini. Kenapa aku harus berbisnis dengan orang yang membedakan langit dan bumi pun tidak bisa?!” Kemudian, dia bertanya pada Chil-seong: “Kenapa kamu selalu memanggil dia? Kamu menyukai dia? Itu alasannya?”

Chil-seong tak menjawabnya, karena Sae-woo langsung menyela pembicaraannya dengan meegaskan: “Hey! Aku juga pandai melakukan segala hal. Aku bisa mencuci piring. Aku bisa membuat orang-orang memesan hidangan mahal selain jajangmyeon untuk membantu penjualan. Kamu bisa menyuruhku menyiapkan bahan-bahan dan bersih-bersih. Aku akan melakukan semuanya!!!!”

a_19

a_21

Maka secara tiba-tiba, Chil-seong menegaskan: “Kamu bisa menjadi manajer umum. Dia akan menjadi manajer umum dan gajinya lebih besar darimu! Jadi, jangan sentuh dia. Kamu tidak boleh memecatnya. Paham?!”
“Kenapa kamu mempekerjakanku sebagai manajer umum?” tanya Sae-woo pada Chil-seong, membuat Poong berkomentar sinis: “Dia bahkan tidak memahaminya. Kenapa kamu melakukan ini?”

a_22

a_23

a_24


“Kamu bisa lihat kontraknya dengan baik. Aku boleh melakukannya!” tegas Chil-seong
“Tidak boleh!” sanggah Poong
“Boleh!” ujar Chil-seong
Lalu dengan cara bicara yg sama-sama ngotot dan keras, mereka membentak satu sama-lain, hingga membuatnya yg mendengarnya jadi kesan bukan main.

a_25


a_26


a_27

Tak bisa tinggal diam, akhirnya Seol-ja berteriak lebih keras untuk menghentikan mereka, kemudian mengatakan: “Aku sungguh tidak tahan menyaksikan perkelahian kekanak-kanakan ini. Kenapa tidak adu fisik saja? Kenapa kalian berkelahi dengan mulut? Kalian tidak malu? Kalian hanya bisa bersilat lidah. Keluar dan berkelahilah! Kalian membuatku terkena serangan jantung! Aku bodoh, tapi kamu lebih bodoh daripada aku. Pergilah ke persimpangan. Ada firma hukum di sana. Daripada berteriak, pergilah ke sana dan bertanya!”
Advertisement

1 comments:

Updatenya kok lama sih


EmoticonEmoticon