6/12/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 8 PART 2

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 8 BAGIAN 2



a_2

Berjalan keluar, Chil-seong bertemu dengan si nenek gelandangan, “Kenapa Anda menjual permen karet malam-malam begini?” tanyanya

Si nenek malah bertanya balik: “Kamu membuka bisnis lagi?”

Chil-seong tak ingin menjawabnya dan langsung bertanya, “Berikan permen karet yang Anda punya. Berapa harganya?”

“1.000 dolar!” jawab si nenek, yg tentunya membuat Chil-seong mengernyit heran, karena harganya terllau mahal.

a_3

a_4

Meski Poong bersikap keras padanya, Sae-woo masih bsia tersenyum, lalu bertanya: “Omong-omong, apa katanya (dalam kertas ramalan)?”

Poong tak memahami maksud pertanyaan itu, maka dia hanya diam saja. Lalu, Sae-woo bertanya lagi: “Sebenci itukah kamu padaku?”

“Andai kamu menjadi aku, apa kamu senang memiliki bos manajer umum hanya karena punya koneksi dengan pemilik bangunan? Aku tidak suka proses semacam ini dan aku juga tidak menyukaimu... Menjijikkan. Aku sangat membencinya. Sangat amat membencinya!!!” jelas Poong dengan sinisnya

a_5

Poong lalu berjalan keluar, meninggalkan Sae-woo yg matanya langsung berkaca-kaca setelah mendengar perkataannya barusan.

a_6

a_7

Melihat sikap Poong dan Chil-seong, membuat si nenek berkomentar: “Kalian berdua akrab? Kenapa kalian selalu bertengkar? Kalian akan saling menyayangi loh, nantinya.. Kamu jengkel karena situasi tidak berpihak padamu. Saat merasa cemas, sebaiknya kamu mengunyah permen karet. Ayahmu juga seperti itu!”

a_8

Kemudian, dia menyuapi mereka permen karet, sambil berkata: “Ini dari wanita yang akan mati besok, jadi, kunyahlah. Ini karena kalian kuanggap putraku...”

Lanjutnya, dia menyuruh mereka membuat decakan, api keduanya bilang tak bisa.. si nenek terus memaksanya, hingga akhirnya mereka pun berhasil melakukannyan

a_9

“Lihatlah itu. Kalian langsung berbaikan. Berhentilah bertengkar. Jangan buang-buang waktu. Kunyahlah permen karet saat kalian hendak bertengkar...” gerutunya

a_10

a_11

Dong-sik menghampiri Maeng-dal yg masih berdiam diri dalam ruang pendingin hingga membuatnya hampir membeku,

“Keluar, jangan seperti ini....” ajak Dong-sik

“Bos menyuruhku membeku sampai mati di sini..” ujar Maeng-dal

“Wanita itu (Sae-woo) akan menjadi manajer umum. Cepat keluar!”  pintanya namun Namun Maeng-dal bersikukuh untuk tetap diam disana

a_12

a_13

Tak lama setelah Dong-sik keluar, masuklah Seol-ja. Sambil minum secangkir kopi panas, dia mencecarnya dengan beberapa pertanyaan: “Kamu jatuh cinta kepadaku? Kamu sengaja tidak keluar, bukan? Sepertinya kamu akan cukup andal memainkan pisau. Kenapa tidak mau keluar? Untuk membantuku mendapatkan pekerjaan ini? Bibirmu membeku? Mau kubantu lelehkan es itu?”

a_14

a_15

Maeng-dal tak mengatakan apa pun, dia hanya bisa menatapnya, membuat Seol-ja kembali bertanya: “Bagaimana? Pikiran kita sama, bukan?”

a_16

Mereka pun berciuman....

a_17

a_18

Para ajusshi gengster, berkerumun memerhatikan gerak-gerik Sae-woo yg terekam CCTV, sambil mendiskuiskan sikap Chil-seong..

“Bukankah sikap bos kita aneh? Bos baru mengenalnya saat dia memberi kita undangan pernikahan. Bagaimana mungkin kita membiarkannya menjadi manajer? Terlebih lagi, kita semua dipecat...”

“Dia telah mengkhianati kita...”

“Tidak mungkin. Dia wanita. Dia sudah menikah. Meski selera wanitanya rendah, bos tidak menyukai wanita yang sudah menikah.”

“Memang, wanita yang sudah menikah pandai melakukan ‘itu’...”

“Melakukan apa?”

a_19

a_20

“Membuat nasi!”

“Konyol sekali!”

“Aku juga menyukai wanita yang pandai membuat nasi!”

“Menikah saja dengan penanak nasi!”

a_21

Setelah medengar cerita mereka, Pengacara menjelaskan: “Poong, posisi kamu adalah seorang Penyewa. Kamu memecat anak buahnya tanpa berdiskusi dahulu. Dengan begitu, kepercayaannya pada Penyewa telah hancur. Itu sebabnya Pemilik Lahan tidak bisa memercayaimu atas laporan profitmu. Itu tertulis di sini. Maka Pak Doo Chil-seong berhak mempekerjakan seseorang sebagai manajer umum untuk mengawasi dan mengurus penjualan..”

a_22

a_23

Poong tak bisa mengelak penjelasan itu.. maka dengan berat hari, dia pun hanya bisa diam mendengarkannya.

a_24

Tak lansung pulang.. Sae-woo diam dan menunggu di depan kedai hingga larut malam. Tapi ketika Poong kembali, Sae-woo sudah tak ada.

a_25

a_26

Geok-jeong mengunjungi kedai untuk bertemu dengan Poong, “Anda membutuhkan pegawai? Kudengar anda membutuhkan orang untuk Bagian Mi”

“Benar. Bu Chae sudah memberitahuku soal kamu. Kamu Pak Im Ggeok Jeong?”

“Bukan Ggeok Jeong, tapi Geok Jeong. Im Geok Jeong. Tapi seperti yang kamu lihat, kakiku pincang. Apa itu tidak masalah bagimu?”

a_27

a_28

“Memang, kamu membuat adonan dengan kaki?”

“Tidak...”

“Maka kamu diterima...”

“Sungguh?”

“Aku berharap bisa bekerja denganmu. Kamu bisa mulai bekerja besok”

“Baiklah. Terima kasih banyak...”

Advertisement

1 comments:

Kok kosong?? Sinopsisnya mana sista?


EmoticonEmoticon