7/19/2018

SINOPSIS About Time Episode 4 PART 1

Advertisement

Setelah dimaki dengan kalimat yg begitu kasar, lantas Mi-ka menegaskan: “Kuakui, memang akulah yang memulai semua ini, tapi kamu tidak bisa mengatakan akan memelukku dan tidur bersamaku. Keji sekali!”


Benci akan situasi ini, Mi-ka pun bergegas pergi bahkan tanpa mengucap kata pamit...


Sesaat kemudian, Soo-bong datang menghampiri Do-ha.. entah dia melihat atau mendengar kejadian barusan, tetapi sikapnya normal seakan dia tak mengetahui apa pun. Bahkan, ketika Do-ha mengabaikannya.. dia tetap menunjukkan senyumannya seperti biasa..


Sepanjang perjalanan pulang.. Mi-ka terus teringat perkataan Do-ha yg membuatnya kesal dan marah, “Dasar bajing*an!!!” umpatnya


Do-ha pun terus melamun, tak mengatakan apa pun. Sementara Soo-bong menelpon Woo-jin, minta bantuannya untuk menyetir mobil Do-ha,

“Maaf meneleponmu selarut ini.. Do Ha sangat protektif terhadap sopir wanita barunya. Karena sudah larut, dia menyuruhnya pulang...” jelasnya


Insiden di depan restoran tadi.. nampaknya Soo-bong melihat apa yg terjadi dari dalam. Sayangnya, tak ada penjelasan.. apakah dia mendengar apa yg mereka bicarakan atau tidak.. 


Dan ketika berada di samping Do-ha seperti sekarang, dia pun memilih untuk tak menyinggung hal itu sedikit pun..


Pulang kerumah.. ibu dan adiknay Mi-ka sedang berkumpul nonton drama di ruang tengah. Mereka bertanya: “Sudah larut.. kamu sudah makan malam??”

“Sudah..” jawabnya singkat, kemudian berjalan mengambil bir di kulkas dan lasgsung masuk ke kamar


Mengingat kejadian romatis dalam bioskop, Mi-ka lantas mengeluh: “Menerima perintah di kantor sudah biasa bagiku, tapi ucapannya masih mengusikku. Apa pun yang dia katakan memberiku kegembiraan, kesedihan, dan penderitaan. Aku terus memikirkannya...”


Keesokan paginya.. MI-ka pergi bekerja seperti biasa. Cukup lama dia menunggu Do-ha hingga membuatnya terus teringat perkataannya semalam yg membuatnya bergumam: “Sadarlah, Mi Ka. Dia hanya penyelamat hidupmu...”


Tiba-tiba ponselnya berdering, ada sms masuk dari Woo-jin yg isinya: ‘Hari ini Presdir Lee berangkat ke kantor lebih awal. Tunggulah di kantor’


Padahal ternyata... Do-ha masih berada di dalam rumahnya, dan tengah memeriksa beberapa berkas terkait pekerjaannya. Dia yg menyuruh Woo-jin untuk berbohong pada Mi-ka, dan dia kecewa karena Mi-ka hanya mengirim sms balasan berisi: ‘baiklah‘


Do-ha lantas mendumel kesal: “Hanya itu? Dia tidak menanyakan alasanku ke kantor lebih awal atau siapa yang mengantarku? Kenapa seseorang bisa begitu tidak tertarik pada hidup seseorang? Seseorang berangkat ke kantor pagi-pagi sekali. Seharusnya dia bertanya apakah ada keadaan darurat. Setiap orang yang sopan akan menanyakan alasannya. Kenapa dia diam saja?!”


“Sejujurnya Anda tidak perlu menanyakan kesopanan orang karena hal semacam ini...” komen Woo-jin

“Aku mau beristirahat. Tetaplah siaga!” ujar Do-ha

“Tapi Pak... Anda ada rapat nanti sore..” ucap Woo-jin


Tetapi Do-ha tak mempedulikannya, dia malah tiduran sambil terus bergumam heran: “Kenapa dia tidak menelepon padahal aku pergi pagi-pagi sekali? Aku tahu dia marah. Tapi tetap sulit kupercaya... Dia pasti geram. Seperti orang gila, aku berkata akan memeluk dan tidur bersamanya. Bahkan aku pun akan marah kepadaku. Karena itu seharusnya dia pulang saja. Kenapa mengantarnya ke restoran?”


Dokter Park tengah sibuk mendengar keluhan seorang pasien yg stress berat karena tekanan dari istri dan anaknya.. dia tak bisa tidur dan minta dosisi obaatnya ditambah. Tetapi dr. Park menolak, dengan alasan bahwa obat yg kemarain dia berikan adalah dosis maskimal..

“Lantas aku harus bagaimana? Aku membayar Anda mahal, tapi bicara dengan Anda seperti ini sama sekali tidak membantuku!!!” bentak si pasien 

“Aku tahu ini sulit, tapi kamu harus melalui ini. Jika konsultasi tidak berhasil, kita akan diskusi bersama istrimu soal pengobatan rumah sakit...” tutur dr. Park 
Advertisement


EmoticonEmoticon