7/19/2018

SINOPSIS About Time Episode 4 PART 3


Sesampainya di rumah, Do-san lansgung membuka tas nya untuk menunjukkan beberapa oleh-oleh yg dia bawa, salah satunya adalah buku yg sampulnya terbuat dari kotoran gajah..


“Agar kamu bisa menulis jurnal. Dahulu kamu punya jurnal dan menulis, ‘Do Bin memukulku. Do San tidak menghentikannya’, Aku ingat membaca buku harianmu, jadi, aku menghabiskan banyak uang di pasar malam...” jelas Doo-san dihadapan Mi-ka

Lantas dengan kikuknya, Do-ha berujar: “Kapan aku menulis itu? Aku tidak mencatat hal itu saat kecil. Aku anak yang cermat!!”

Mi-ka pamit pulang, tapi Do-san melarangnya dan mengajaknya untuk sekedar mengobrol dambil menikmati cemilan yg dibawanya..


Mereka duduk dan tertawa, mendengar cerita Do-san tentang kisah Do-ha semasa kecil yg tingkahnya sangat menggemaskan. Do-ha terus mengelak dan tak mau mengakui kisah itu, (mungkin) karena dia gengsi.. di depannya ada Mi-ka..


Sebotol wine telah habis, maka Do-sah menyuruh Do-ha untuk mengambil sebotol wine yg baru..


Selama Do-ha pergi, Do-san berbincang dengan Mi-ka, “Sudah lebih dari lima tahun sejak dia melihat seseorang dengan gugup. Aku tahu perasaan adikku kepadamu. Bagaimana denganmu, Mi Ka?  Aku akan merahasiakannya. Katakan kepadaku. Kamu menyukai adikku?”

“Entahlah. Aku hanya bersyukur. Aku juga merasa bersalah...”


“Kamu masih bingung. Kamu mau mendengar rahasia? Aku dan Do Ha punya ibu yang berbeda. Aku hidup sebagai Yoon Do San, sesuai nama keluarga ibuku. Aku tinggal bersama ayahku saat berusia tujuh tahun. Tidak ada yang menyambutku. Hanya Do Ha yang menerimaku sebagai keluarganya. Dia memang seperti anak manja. Terkadang dia kejam, tapi sebenarnya tidak begitu. Dia pria yang berhati lembut dan baik hati. Semoga kamu juga menganggapnya sebagai pria baik...”


Ketika Do-ha kembali dengan membawa wine di tangannya.. Do-san malah mengatakan kalau dia mengantuk dan ingin beristirahat saja...


Ditinggal berduaan saja.. mereka pun duduk untuk membicarakan insiden kemarin. Do-ha meminta maaf dengan tulus, yg seketika membuat suasana terasa begitu serius..

Tapi kemudian, Mi-ka berkata: “Berbuatlah semaumu. Aku sudah memikirkannya.  Aku tidak berhak lari. Kamu bisa terus bersamaku hingga bosan denganku. Aku tidak keberatan...”


“Kamu sangat tidak terduga. Seharusnya kamu memakiku dahulu. Itulah cara yang masuk akal...”

“Sejak awal, tidak ada yang masuk akal bagi kita...”

“Aku tidak menyukaimu. Aku juga tidak akan menyukaimu. Jadi, kamu harus menjaga perasaanmu agar tidak terluka...”

“Aku tidak akan terluka sekalipun kamu memelukku atau tidur bersamaku..”


Do-ha lantas mendoong tubuh MI-ka mencoba untuk menciumnya.. namun dia tak benar-benar melakukannya dan malah melepasnya, sambil berkata: “Ucapan dan tindakanmu saling bertentangan. Kamu bilang tidak peduli jika aku memelukmu atau tidur bersamamu, tapi kenapa tubuhmu gemetar?”


Keesokan paginya.. ketika Do-ha bersiap mengenakan setelan jas nya, Do-san masuk. Dia bahkan membantunya memasang dasi, “Sekarang kamu tampak seperti presdir perusahaan. Kamu mau ke kantor di hari liburmu?”

“Aku mau ke rumah Ayah, bukan ke kantor”

“Bagaimana kabar Ayah?”

“Kabar kakak sendiri bagaimana? Kakak mencemaskan mereka atau tidak, mereka sehat..”

“Syukurlah...”

“Bisa-bisanya Kakak tersenyum? Ayah dan Kak Do Bin tidak memedulikan keberadaan Kakak...”

“Sampaikan kepada Ayah, kakak akan segera datang...”


Mi-ka mengantar Do-ha menuju kediaman ayahnya.. dan sepanjang perjalanan suasana terasa begitu canggung. Do-h sibuk melihat tab-nya, dan Mi-ka tak berani menagtakan apa pun..


Setibanya di lokasi tujuan, Mi-ka lantas menggerutu pada dirinya sendiri: “Aku memang gila. Kenapa aku menyuruh dia berbuat semaunya kepadaku?”


Masuk kedalam, ternyata seluruh anggota keluarga tengah berkumpul dan ada Soo-bong disana. Ayah menyambutnya dengan ramah.. hingga kemudian, Do-ha menyebut nama Do-san..

“Kak Do San sudah pulang. Dia bilang akan segera mampir untuk menemui Ayah...”


Enggan membahasnya, ayah malah membicarakan bisnis dengan Soo-bong: “Nona Bae, kudengar kamu mendapatkan kesepakatan besar...”

“Sebenarnya itu kinerja Do Ha. Dialah yang mengajak Grup Seongrak kemari untuk berunding....”

“Dia berusaha keras, tapi tanpa proposal investasimu, kesepakatan itu pasti stagnan...”


Do-san mengunjungi kolumbarium, tempat abu mendiung ibunya disemayamkan..

“Ibu makin cantik tiap kali aku melihat Ibu. Aku membawa bunga baby's breath kesukaan Ibu. Ibu tidak merindukanku? Aku sangat merindukan Ibu...” tuturnya


MI-ka masih menunggu diluar, tapi Do-ha belum bisa memastikan acara makan bersama, akan selesai jam berapa..


Tak sengaja, Do-ha berpapasan dengan Do-bin, yg dengan sinis langsung menyidir nya terkait sosok MI-ka: “Dia bersamamu di Hainan, di kantor polisi, dan sekarang dia sopirmu. Kakak hanya cemas. Kamu meraih hati Ayah dengan menyetujui perjodohan itu. Serta investasi dari Tiongkok itu tidak mungkin terjadi jika bukan karena Nona Bae. Sekali sudah lebih dari cukup untuk kehilangan kepercayaan Ayah karena masalah wanita...”

“Kakak kehilangan kepercayaan Ayah karena wanita, bahkan menghancurkan hidup wanita itu. Jadi, saran dari Kakak tidak bisa dipercaya...”

“Jaga ucapanmu. Jika kamu berselingkuh dari Nona Bae, kakak akan berterima kasih. Ayah akan segera tahu. Namun, jika Ayah butuh waktu lama, kakak akan menyingkat waktunya dengan senang hati...”


“Itu tidak akan terjadi! Sejak kehilangan kepercayaan Ayah, Kakak berusaha menebusnya dengan menginjak adik Kakak sendiri. Menyedihkan!”
Comments


EmoticonEmoticon