7/19/2018

SINOPSIS About Time Episode 4 PART 4

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 4 BAGIAN 4


Di meja makan.. dengan antusias Soo-bong sengaja menunjukkan koin dari Do-ha. maka Hye-young berkomentar: “Begitulah pria saat mereka berkencan. Dahulu saat kami berkencan, Do Bin juga memberiku hadiah manis...”

Namun Do-bin menanggapinya dengan keuts, menyebut sang istri berbicara neglantur karena kebanyakan minum wine.

“Bertukar hadiah manis pasti berarti hubungan kalian baik-baik saja..” ujar Ayah

“Ayah akan segera mendapat kabar yang sudah Ayah nantikan. Itu akan terjadi secepatnya...” ucap Soo-bong


Diluar.. langit telah gelap, Do-ha mengantar Soo-bong hingga ke depan mobilnya, namun sebelum pergi, Soo-bong sempat mengatakan hal yg ambigu: “Kamu suka sinetron? Kamu tahu, tempat orang saling menyiram air, menampar, dan memberi amplop berisi uang. Sinetron murahan...”

“Kenapa tiba-tiba membahas ini?”

“Aku suka sinetron. Begitu tiba di rumah nanti, aku ingin menontonnya...”


Dalam perjalanan pulang.. lagi-lagi suasananya begitu canggung. Do-ha bertanya: “Sudah makan malam?”

“Sudah..” jawab Mi-ka


Esok paginya.. di kantor, Woo-jin memberitahu Mi-ka jadwalnya Do-ha seharian ini. Salah satunya adalah konsultasi dengan dr. Park.. dan MI-ka harus mengantarnya kesana.


Tiba-tiba datanglah Soo-bong.. dia menyapa mereka lalu minta bantuan Woo-jin untuk membawakan tas belanjaannya di mobil,


Sambil menunggu, Soo-bong mengajak MI-ka mium teh dengannya. Tak seperti sebelumnya, kali ini dia bersikap sangat ramah.. bahkan sampai menyeduhkan teh untuknya..

Sikap itu membuat Mi-ka canggung, dia pun pamit pergi tapi Soo-bong melarangnya: “Ini tidak akan lama. Kamu tidak perlu merasa canggung. Aku kemari bukan untuk menanyakan semua hal kepadamu. Aku tahu cukup banyak hingga tidak perlu bertanya. Aku tahu tempat tinggalmu, bagaimana kehidupanmu, bagaimana kehidupanmu kelak, apa merek baju yang kamu kenakan, dan apa makanan kesukaanmu. Zaman sekarang, teknologi investigasi meningkat pesat...”


Mi-ka kebingungan, “Maksuda anda apa?”

“Maaf jika itu keterlaluan. Tapi bagiku, aku perlu tahu tentang orang yang bekerja bersama Presdir Lee...” jawab Soo-bong


Woo-jin datang dengan membawa banyak tas belanjaan. Lantas kemudian, Soo-bong mengeluarkan seluruh isinya sambil menjelaskan: “Ini dari merek kesukaan ibumu. Manajernya tahu pakaian apa yang dia sukai. Dia menyarankan ini berdasarkan pilihannya, jadi, dia akan suka. Sepatu ini sama seperti yang sedang kupakai. Sepatu ini dari Milan. Temanku yang merupakan desainer terkenal hanya membuat sepatu buatan tangan dan cukup terkenal karenanya...”


Soo-bong jongkok di hadapan Mi-ka untuk memasangkan heels berwarna merah, yg sama seprti miliknya. Tapi ternyata ukurannya kekecilan.. maka sengaja, Soo-bong melepas miliknya untuk diberikan pada Mi-ka..

Mi-ka makin kebingungan dengan situasi ini: “Apa yang Anda lakukan?” tanyanya berulang kali


“Jika kamu mau, aku akan memberimu semua hal yang lebih indah, bagus, dan berharga, Mi Ka. Jangan berusaha menggoda Do Ha. Aku suka menonton sinetron, tapi kurasa tokoh yang menjambak rambut orang lain dan menyiram air terlihat kasar dan tidak cantik. Itu hanya akan membuat kekasihku makin menginginkan wanita lain. Jadi, aku meminta kepadamu dengan sopan. Aku tahu kamu tidak menyukai Do Ha. Kupikir Do Ha bercanda, tapi aku melihat sesuatu yang lebih berbahaya dari tatapannya...” papar Soo-bong

“Apa maksud Anda?” tanya Mi-ka


“Aku tahu ini agak berlebihan, tapi kurasa pikiran orang sama seperti rumput liar. Karena ada angin dan hujan, rumput itu tumbuh dengan cepat tanpa ada yang tahu. Aku memastikan kemalangan semacam itu tidak menimpa kita. Jika kamu tidak bisa mendapat pekerjaan, akan kucarikan untukmu. Berhentilah dari pekerjaan ini. Aku lebih suka kamu menurutiku saat aku meminta dengan baik...” papar Soo-bong yg masih bisa tersenyum saat mengatakannya


Kemudian Soo-bong berjalan pergi, bahkan tanpa mengenakan alas kaki...


Di lobby dia berpapasan dengan Do-ha, yg tentu langsung bertanya: “Kenapa kamu kemari?”

“Aku kemari karena merindukanmu. Aku senang bertemu denganmu...”

“Di mana sepatumu? Kenapa kamu bertelanjang kaki?”

“Ini baik bagi kesehatan dan sedang tren. Kamu sedang menjalani terapi psikologis? Sepertinya ini terlalu serius untuk dianggap aneh...”


“Kamu mau mentraktirku makan? Aku lapar...”

“Aku ada janji temu dengan Seong Bin”

“Baiklah. Aku akan bersikap baik dan membiarkanmu pergi. Sebagai gantinya, kamu harus memberi seluruh akhir pekanmu untukku. Ayo menyantap makanan lezat dan berkencan...”


Do-ha menemui dr. Park, dia mengeluh: “Kamu dokter yang tidak tepercaya. Saat pasien menelepon untuk meminta tolong, harusnya kamu segera datang dengan ambulans...”

“Saat itu aku menangani pasien gawat...”

“Siapa yang lebih gawat daripada putra konglomerat?”

“Keadaannya lebih parah daripada orang yang jatuh cinta...”

“Apa? Jatuh cinta?”


“Kamu gelisah dan selalu memikirkan dia. Kamu jatuh cinta. Ini tidak berkaitan dengan gangguan kecemasan!”

“Bukankah kamu keterlaluan? Aku melihat ada masalah, tapi seperti yang kukatakan, aku akan segera menyingkirkan dia..”

“Sebagai dokter, sepertinya itu mekanisme pertahanan dari orang yang tidak mau mengakui perasaannya...”

“Jelaskan dengan sederhana!”

“Sudah kukatakan. Memperlakukan dia seperti lukisan sepertinya bukan cara yang bagus. Melihat perlakuanmu kepadaku tempo hari, kamu tidak bisa mengendalikan emosimu. Do Ha, pikirkan ini dengan saksama. Menurutmu apa cara tersehat untuk menghadapi emosi barumu?”
Advertisement


EmoticonEmoticon