7/20/2018

SINOPSIS About Time Episode 5 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 5 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 5 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 5 Part 4

Dokter mengganti balutan luka Do-ha, dan setelahnya dia boleh pulang. Kondisinya sangat baiik, maka tak ada yg perlu dikhawatirkan terkait kesehatannya, kecuali masalah psikologisnya..


Karena insiden tempo hari, maka Do-ha beserta yg lainnya harus datang ke kantor polisi untuk memberikan kesaksian. 

Si pasien mengakui segala perbuatannya, dan Mi-ka berusah membelanya dengan mengatakan bahwa semuanya adalah kejadian yg tak disengaja,


Tapi si pasien menyanggahnya dan malah bilang: “Tidak, aku ingin mereka semua mati. Aku ingin membunuh mereka kemudian bunuh diri. Hanya itu keinginanku. Aku tidak ingin hidup...”

Mi-ka masih terus membelanya, meminta dokter Park memaklumi fakta bahwa pasien ini mentalnya tidak stabil.


Dan lagi-lagi, si pasien menolak bantuan dari Mi-ka: “Aku tidak peduli jika dipenjara. Cepat masukkan aku ke penjara. Sekarang, aku hanya benalu bagi keluargaku!” tukasnya

“Tidak ada hal seperti itu dalam keluarga...” ujar Mi-ka


Dan sesaat kemudian, datanglah istri si pasien.. yg langusng menghampirinya dan berkata: “Sayang... Teganya kamu melakukan itu? Teganya kamu berpikir seperti itu padahal kamu punya aku dan Yu Ri? Kami tidak bisa hidup tanpamu. Aku dan Yu Ri tidak bisa hidup tanpamu...”

Barulah si pasien tersadar, “Maafkan aku...” ucapnya. Kemudian dokter Park juga membelanya, “Sebenarnya dia tidak seperti ini, tapi dia sedang kesulitan. Aku bersalah karena bersikap kasar kepadanya tanpa menyadari dia sedang kesulitan...”


Si pasien yg awalnya bersikeras ingin penjara, kini berubah pikiran. Berulangkali dia meminta maaf dan menegaskan bahwa dirinya akan berusaha lebih keras  jika diizinkan hidup dengan benar sekali saja..


Sebagai korban utama, Do-ha yg sedari tadi hanya diam.. akhirnya berkomentar, mengatakan bahwa dia setuju dengan Mi-ka, “Silahkan tangani kasus ini seperti seharusnya..” pintanya pada pihak polisi


Dokter Park memberikan catatan medis pasien, kemudian minta polisi untuk memberinya keringanan terkait hukumannya.


Sambil jalan keluar, Woo-jin memberitahu Do-ha kabar si kakek yg dia tanyakan malam kemarin. Ternyata.. tadi pagi, si kakek diberitakan telah meninggal..

“Apa dia kenalan Anda? Haruskah aku mengirim uang duka?” ujar Woo-jin


Tak lama kemudian, Mi-ka berjalan menghampirinya. Maka Do-ha lansgung bertanya: “Bagaimana kamu bisa tahu kakek itu akan wafat?”

“Sudah kubilang. Aku bisa melihatnya...”

“Kamu juga melihat sisa waktu Park Jung Jae (pasien yg nusuk Do-ha)? Serta ucapanmu soal akan segera mati. Itu juga benar? Kamu bilang bisa melihat jam di tubuh orang. Bagaimana denganku? Berapa sisa waktuku?”

“Aku tidak bisa melihat jammu...”

“Kamu bisa melihat jam semua orang kecuali jamku?”

“Mungkin aku terkesan berbohong...”


“Aku memercayaimu! Aku akan memercayaimu! Terkadang aku bisa melihat kecemasan yang tidak bisa dilihat orang lain. Jadi, kupikir itu bisa terjadi. Jam yang hanya terlihat olehmu... Aku memercayainya. Jadi, jammu menunjukkan sisa waktumu hanya 80 hari. Kamu akan baik-baik saja asalkan bersamaku?”

“Sepertinya begitu. Setidaknya untuk saat ini...”

“Bagaimana jika aku tidak ada bersamamu? Apa yang terjadi?”

“Begitu waktuku habis, aku akan mati...”


“Aku akan bertanya satu hal lagi. Waktumu berhenti karena aku. Hanya itu alasanmu saat berusaha untuk bersamaku?” tanya Do-ha, tapi Mi-ka diam saja, maka Do-ha berkata: “Rupanya bukan hanya itu alasannya...”

“Maksudmu?”

“Kamu tidak menyedarinya? Bahkan.. aku saja menegathuinya meski kamu tak mengatakannya... Aku bisa melihat perasaanmu!” tutur Do-ha, “Cepat pulang dan kemasi barangmu. Kamu bilang akan baik-baik saja asalkan bersamaku. Selama siang hari, kita di kantor. Saat malam, kamu akan di rumahku. Masalah itu akan teratasi jika kita tinggal bersama. Karena kamu belum tahu bagaimana perasaanmu, kamu butuh waktu untuk memahaminya di sampingku...” jelasnya


Mi-ka terkejut, “Apa? Tinggal bersama?”

“Iya.. Itu solusi agar waktumu tidak berkurang dan satu-satunya cara agar kamu berumur panjang. Akulah solusi itu...”

“Tetap saja, kamu pikir aku wanita yang mau tinggal bersama sebarang pria? Kamu pikir aku wanita gampangan?”


Sesaat kemudian, Mi-ka berada di kamarnya dalam kondisi telah mengemasi seluruh barnag-barangnya. Dia bimbang, dalam benaknya dia berkata: “Astaga... Aku tidak boleh melakukan ini walau situasiku genting...”


Tapi dia melihat jam waktunya, lalu menegaskan: “Kelangsungan hidupku bergantung pada ini. Tempat tinggalku tidak penting!”


Mi-ka menemui Sung-hee di taman bermain untuk menceritakan semuanya. Sung-hee menanggapinya positif, “Pokoknya kamu harus pindah. Dia bersedia bersamamu seharian dan menjadi pengisi daya hidupmu...”

“Tetap saja, pindah ke rumahnya bukan hal yang benar!”


“Dengar. Dia tidak menyuruhmu untuk tidur seranjang bersamanya. Kalian hanya menjadi teman serumah. Dan sebenarnya, kalian berdua sudah dewasa. Jika kalian saling jatuh cinta, pasti menyenangkan...”

“Kamu gila, ya?”

“Ayolah, kamu bukan dari Dinasti Joseon. Itu bukan masalah besar. Kenapa wajahmu tersipu? Karena kamu terus membahas hal tidak penting seperti jatuh cinta. Kamu wanita yang merepotkan. Berhentilah mencemaskan hal yang tidak penting  dan pindahlah. Hanya itu caramu bertahan. Jadi, kamu harus melakukannya. Pokoknya, lakukan saja...”


Untuk menyambut kepindahan Mi-ka, Do-ha sengaja meminta Woo-jin untuk membelikan begitu banyak barang-barang yg akan dibutuhkan Mi-ka selema tinggal dengannya.. dimulai dari peralatan mandi, pakaian hingga bonek bebek persis seperti punyanya Bu Oh yg dibeli di bioskop kala itu..


Kelluar dari kamarnya, Do-san menghampiri Do-ha dan sedikit berbincang dengannya..


Meski tak punya banyak pengalaman tenetang cinta, tapi Do-san memberikan sedikit nasihat: “Lupakan soal reputasi dan ambisi. Sebagai pria, pertaruhkan semua yang kamu miliki demi cinta...”

“Siapa bilang aku akan meninggalkan hal yang berharga? Aku harus melindunginya. Aku harus melindungi kekasihku, reputasiku, dan ambisiku...” ujar Do-ha 


Di kantornya, Jae-yoo tengah menonton rekaman saat audisi Musikal dan satu-satunay penampilan yg brehasil menarik perhatiannya.. adalah penampilan Mi-ka..
Advertisement


EmoticonEmoticon