7/21/2018

SINOPSIS About Time Episode 5 PART 4

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 5 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 5 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 5 Part 5

Malam semain larut.. Do-ha tak bisa tidur, dia malah sibuk menggeser kasurnya mendekat dan menjauhi tembok, “Apa aku terlalu dekat? Tapi dia bilang aku tidak boleh terlalu jauh...”


Mi-ka berada di kamar sebelah.. dia pun tak bisa tidur, dan malah berbcara dengan boneka bebeknya. Hingga kemudian, ada sms masuk dari Seong-hee: ‘Kamu tiba di sana dengan selamat? Kamu tiba di sana dengan selamat? Untuk saat ini, beri tahu ibumu, kamu menginap bersamaku...’

‘Pasti..’ balas Mi-ka


Tiba-tiba ponselnya berdering, ada telpon masuk dari Do-ha. Maka dengan gugup Mi-ka mengangkatnya..

“Kamu sudah tidur?”

“Aku baru akan tidur... Sebenarnya, aku sudah tertidur...”

“Secepat itu? Kamu tidak butuh waktu untuk menyesuaikan diri?”

“Ini tidak begitu sulit karena ranjangnya nyaman...”

“Sementara di sini aku berdiri di depan dinding, bahkan duudk pun tak bisa...”

“Kenapa?”

“Kita terlalu dekat. Aku mendorong ranjangku ke dinding. Kita harus berdekatan agar jammu berhenti...”


Mi-ka tertawa, membuat Do-ha bertanya: “Apaan? Kenapa reaksimu biasa saja? Apa jangan-jangan kamu memang tak mempedulikan perasaanku sedikit pun?”

Lanjutnya, Do-ha berkata: “Kuakui, aku memang menyukaimu. Tapi tidak sampai pada titik kamu bisa menolakku begitu saja...”

“Kalau begitu, sebesar apa rasa sukamu kepadaku?”


“Cukup besar. Agak cukup besar. Pokoknya, aku tidak suka kamu menolakku...”

“Terima kasih karena memercayai ceritaku dan mengizinkanku tinggal bersamamu. Selamat malam. Semoga mimpimu indah...” ucap Mi-ka


Merkea pun tertidur di ranjangnya masing-masing.. berdekatan, hanay terhadalang dinsing saja.. dan bisa kita lihat, jam waktu MI-ka terus bertamnbah detik demi detik..


Esok harinya, seperti biasa Mi-ka mengantar Do-ha yg duduk di depan, sementara Woo-jin duduk di belakang. Sambil jalan, mereka mendengarkan radio dimana si penyiar mengatakan:

... Kita bisa makin akrab dengan saling bersikap sederhana dan tulus. Jangan memendam perasaanmu, tapi nyatakanlah: Maafkan aku, terima kasih, dan aku mencintaimu ..


Do-ha mengangguk sambil tersenyum, “Benar.. Biasanya ‘Aku mencintaimu’ diucapkan setelah ‘Terima kasih’ ....” komennya


Jae-yoo mengajak Mi-ka bertemu di sebuah kafe.. tak mau basa-basi, dia langsung menawarkan posisi pemeran cadangan untuk karakter utama wanita dalam teater musikalnya yg berjudul ‘The Curious Case of Yeon Hee’


“Kamu terus membuatku marah setiap kali aku melihatmu dan itu membuatku penasaran. Tapi setelah melihat rekaman audisimu, kamu makin seperti pemeran utama pertunjukanku. Pemeran utama wanita yang asli akan membebanimu. Sepertinya cadangan cocok untukmu...” jelasnya

“Baiklah. Aku mau melakukannya!” ujar Mika dengan begitu antusias

“Kamu masih harus mengikuti audisi. Aku tidak suka memberi perlakuan khusus kepada orang. Aku juga ingin kamu membuktikan bahwa aku tidak salah soal apa yang kulihat di rekaman audisimu...” tutur Jae-yoo yg kemudian pamit pergi


Lalu.. Sung-hee menghampirinya. Dia bertanya penasaran: “Apa yang dia inginkan? Dia bertengkar lagi denganmu?”

“Dia memberiku kesempatan mengikuti audisi untuk pemeran cadangan untuk pemeran utama wanita!!!!”

“Apa? Sulit kupercaya!  Kamu menemukan cinta dan sekarang impianmu terwujud. Belakangan ini kamu sangat beruntung!!!”


Soo-bong terus memantau aktifitas Do-ha yg kebanyakan bersama dengan Mi-ka. Jelas, hal itu membuatnya kesal.. tapi dia tak pernah meluapkan kekeselannya secara meledak-ledak..


Bukannya marah.. dia memiih melampiaskannya dengan cara berbelanja segala hal yg sebenarnya tak perlu dia beli.. 


Berikutnya, Soo-bong menelpon Do-bin yakni kakaknya Do-ha untuk mengajaknya bertemu dan memperbincangkan sesuatu...


Tanpa menderitakan apa yg terjadi secara detail, Do-bin bisa menebak tujuan Soo-bong ingin bertemu dengannya dan dia menegaskan bahwa dirinya tak ingin ikut campur dalam hubungan orang lain..

“Aku minta bantuanmu, tidak secara Cuma-Cuma..” ujar Soo-bong

“Kenapa kamu meminta bantuanku padahal bisa melakukannya sendiri?” tanya Do-bin

“Aku tidak mau Do Ha membenciku... tapi Dia sudah cukup membencimu...” jawabnya


“Benar. Tapi terasa janggal jika aku melakukan ini secara cuma-cuma. Jadi, balaslah jasaku nanti di waktu yang tepat...”

“Pak Lee, aku tidak peduli jika Do Ha mendatangiku dalam keadaan tidak punya apa-apa. Artinya aku bersedia menuruti apa pun keinginanmu..”

“Kalau begitu, mari menghancurkan hidup seseorang dengan perusahaan yang kita miliki...”

“Buatlah dia agak terguncang. Maka kita akan tahu hal yang bersedia dia pertahankan atau relakan...”


Bersama Woo-jin, Do-ha memeriksa daftar perusahaan yg bisa diajak kerajsama selain perusahaan milik Grup MJBC, punyanya keluarga Soo-bong.

Sayangnya.. tak ada perusahan lain yg memberi penawaran serupa, padahal dalam waktu dekat Presdir Zhang dari Grup Seongrak akan kembali daang ke Korea untuk memperjelas kontrak mereka.


Do-ha tersenyum, ada sms masuk dari Mi-ka yg bertanya: ‘Kamu sibuk?’


Tak membalasnya, Do-ha malah berjalan keluar dan segera mengajak Mi-ka bicara langsung dengannya...


“Aku tidak sibuk...” ucap Do-ha, “Tadi, Kamu bertanya apakah aku sibuk. Sekarang.. Mau menyantap hidangan enak dan berkendara? Apa yang ingin kamu lakukan bersama pria yang tidak sibuk?” tuturnya 

“Aku harus ke suatu tempat setelah selesai bekerja. Karena itu aku mengirimimu pesan...” ungkap Mi-ka

“Ke mana?” tanya Do-ha, yg kemudian mengeluh: “Padahal.. biasanya orang mengirim sms ‘Kamu sibuk?’, ‘Kamu tidur’, atau ‘kamu sedang apa’.. saat mereka ingin mengajak jalan..”

“Aku ditawari audisi pemeran cadangan untuk pemeran utama wanita..”

“Audisi untuk pemeran cadangan? Cho Jae Yu pasti menyadari potensimu..”


“Untuk sementara waktu, aku akan sangat sibuk bersiap untuk audisi dan menjadi sopirmu. Jadi, aku ingin menjenguk Bu Oh”

“Benarkah kamu harus menemuinya? Jika kamu sangat memedulikan nenek yang kamu temui dalam pekerjaan paruh waktumu, kenapa sikapmu seperti ini?”

“Apa maksudmu?”

“Kamu harus bertanggung jawab karena bertanya apakah aku sibuk. Kamu membuatku berharap. Kamu sadar sikapmu tidak masuk akal?!”


Mi-ka tertawa, maka Do-ha langsung bertanya kesal: “Kenapa kamu tertawa? Jujurlah. Kamu lebih memilih aku atau nenek itu?!”
Advertisement


EmoticonEmoticon