7/21/2018

SINOPSIS About Time Episode 5 PART 5

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 5 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 5 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 6 Part 1

Sesaat kemudian.. mereka berada di sebuah taman perkemahan. Dua pasangan.. menghabiskan waktu bersama, biasa kita sebut ‘double date‘


Semuanya duduk bersantai, sementa Do-ha bertugas memanggang daging. Dia pun mengeluh: “Ini menyenangkan bagi semua orang kecuali aku...”

“Hei, dagingnya akan keras jika terlalu sering membaliknya...” teriak Bu Oh, lantas Pak Park lansgung berdiri dan bilang: “Aku tidak bisa membiarkan Bu Oh tersayang makan daging keras. Aku harus memanggangnya sendiri..”


Mi-ka melihat sisa waktu Pak Park (51 hari, 16 jam, 48 menit, 37 detik) yg membuatnya agak bersedih. Kepada Bu Oh, Mi-ka berkata: “Anda pasti sangat menyukainya...”


“Bukannya aku sangat menyukainya, tapi itu sangat berharga bagiku...”

“Anda membahas Pak Park?”

“Semuanya. Waktu berlalu begitu cepat dan saat kubuka mataku, aku sudah begitu tua. Melihat, tertawa, dan bicara... Jika kamu menganggap hari indah seperti ini akan berlalu, setiap momen terasa berharga dan penting...”


Dagingnya telah masak dan saatnya mereka untuk menikmatinya bersama-sama.. tapi tiba-tiba, Pak Park menyalakan musik dan mengajak Bu Oh berdansa dengannya..


Begitu romantis.. maka Bu Oh mengajak Mi-ka untuk bergabung menari dengan mereka. Mi-ka tersenyum, dengan sangat antusias.. dia pun menggandeng Do-ha untuk berdansa dengannya..


Do-ha sangat kaku.. lantas Mi-ka mengajarinya cara berdansa dan tak terasa, langit yg terang pun, kini berubah menjadi gelap.

“Aku sangat andal bagi orang yang baru belajar hari ini. Haruskah aku juga menjadi aktor musikal?” ujar Do-ha

“Tidak kusangka kamu bisa begitu percaya diri mengatakan itu setelah menginjak kakiku lebih dari tiga kali...” tutur Mi-ka


“Itu karena kakimu sangat lincah dan aku tidak bisa melihat posisinya...” ujar Do-ha, “Mungkin karena cintaku... Karena itulah jammu berhenti..” tambahnya

Mi-ka terdiam heran, lantas Do-ha melanjutkan kalimatnya: “Kamu sangat cantik. Kamu lebih cantik saat tersenyum. Aku harus bagaimana denganmu? Saat melihatmu tersenyum, aku ingin waktu berhenti di momen ini...”


“Seperti inilah rasanya kebahagiaan...” sahut Mi-ka

“Kuharap aku punya sisa 100 tahun di jam hidupku agar Mi Ka hidup bahagia dalam waktu lama...” ucap Do-ha


Malam semakin larut, Pak Park telah tertidur lelap dalam tenda.. sementara yg lainnya, masih asyik bermain games.


Do-ha selalu kalah, maka dia harus minum bir berulang kali.. Sejenak dia pamit kebelakang karena harus menelpon Woo-jin..


Hanya berduaan.. Bu Oh lantas berkata pada Mi-ka: “Kamu bertanya apakah aku sungguh menyukai kekasihku, tapi kamu lebih menyukai kekasihmu. Harga dirinya cukup tinggi dan dia mengagumi kekasihnya. Sepertinya dia baik. Apa yang sangat kamu sukai darinya hingga tatapanmu penuh cinta?” 

“Benarkah.. aku seperti itu?”

“Ya, aku bisa tahu kamu sungguh jatuh cinta kepadanya..”


“Dia luar biasa. Karena begitu kesulitan, aku memendam kebahagiaanku jauh di lubuk hatiku dan melupakannya. Tapi dia terus menemukannya dan memberikannya kepadaku. Anda tahu, banyak hal berubah sejak nenekku wafat saat aku berusia 7 tahun..” papar Mi-ka

“Nenekmu begitu cepat meninggalkan cucu cantiknya yang baru berusia 7 tahun...” ujar Bu Oh

“Benar. Saat aku masih kecil, nenekku mengagumiku seperti Anda, Bu Oh..” ucap Mi-ka yg kemudian bercerita tentang kisah hidupnya..


Kala itu, neneknya meninggal secara mendadak tepat di hadapan Mi-ka, karena tertabrak setelah berusaha untuk menyelamatkannya.


Pada momen itu, untuk pertama kalinya Mi-ka bisa melihat sisia waktu seseorang.. dan itu adalah sisa waktu neneknya yg tinggal hitungan detik.


Hari demi hari berlalu.. seiring dengan usianya yg bertambah, Mi-ka berusaha keras untuk beradaptasi dengan ‘dunia baru’-nya.. 


Lantas Bu Ob berkoemntar: “Nenekmu pasti memberimu hadiah itu..”

“Hadiah?”


Do-ha kembali, dia tersenyum dan mengatakan bahwa Woo-jin tak mengangkat telponnya, 


Ternyata.. Bu Oh juga bisa melihat sisa waktu seseorang. Dia melihat jam waktu di leher Do-ha [61 Tahun, 21 Jam, 5 Menit dan 18 Detik]. Kemudian melihat sisa waktu Mi-ka [86 Hari, 1 Jam, 11 Menit dan 21 detik]


Matanya perlahan mulai berkaca-kaca dan dalam benaknya dia berkata: “Hadiah usia 61 tahun. Itu akan sangat membahagiakan, tapi juga bisa menyedihkan... Aku cemas karena harus menjagamu..”

Advertisement

1 comments:

Wow.makin penasaran
Di tunggu sinopsis selanjutnya min
Jngan lama2 yah hehe


EmoticonEmoticon