7/22/2018

SINOPSIS About Time Episode 6 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 6 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 5 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 6 Part 2

Mi-ka menyetir mobil, mengantar Bu Oh kembali ke Rumah Sakit, sementara Do-ha yg mabuk terlelap tidur, meski sesekali dia ‘mengingau’ mengatakan dia tidak mabuk..


Sesampainya disana, Mi-ka sengaja turun meninggalkan Do-ha untuk mengantar Bu Oh menuju ruang rawatnya. Mi-ka sempat bertanya, mengapa Bu Oh tak pulang ke rumahnya saja?

“Bagaimana, ya? Di rumah sakit ada perawat dan teman di kamar sebelah. Orang akan lebih sering menjengukku jika aku menginap di rumah sakit. Di sini lebih baik...” jawabnya, lantas Mi-ka mendumel: “Teganya putra Anda meninggalkan Anda sendiri setelah mempekerjakanku. Dia tidak pernah menjenguk...”


Sebelum berpisah, Bu Oh menggenggam tangan Mi-ka dan berkata: “Hal-hal menakjubkan dan mimpi buruk yang mengejutkan keduanya sering terjadi di hidupmu. Tapi semua hal itu terjadi karena orang lain. Doa yang tekun, cinta yang tulus kepada seseorang... Hal-hal inilah yang menciptakan keajaiban dan mimpi buruk...”

“Kenapa Anda mengatakan ini?” tanya Mi-ka

“Aku hanya... Aku hanya asal bicara. Karena aku sudah tua. Terkadang aku ingin bicara melantur seperti ini” ujarnya canggung


Dalam perjalanan menuju kamarnya, Bu Oh tak sengaja melewati seorang pasein yg tengah menangis seorang diri dan di tangannya.. terlihat dia memiliki sisa waktu untuk hidup yg tinggal beberapa bulan lagi.


Awalnya.. dia berjalan melewatinya begitu saja.. namun kemudian, dia berbalik dan memeluknya sambil menepuk pundaknya. Dalam benaknya, Bu Oh berkata: “Sekalipun bisa melihatnya, kamu tidak bisa bertindak. Kamu harus mengabaikannya dan berpura-pura tidak melihatnya. Kamu harus hidup seperti orang lain. Hanya itu yang bisa kamu lakukan...”

Dan di tangannya, pasien itu memgang berkas laporan cek kesehatan yg menjelaskan bahwa dia terkena kanker pankreas..


Bangun dari tidurnya, Mi-ka langsung terperanjat kaget.. menyadari bahwa sisa waktunya, bertambah ‘7 jam’. Dia pun bertanya-tanya.. sebenarnya, apa yg menjadi penyebab hal ini bisa terjadi?


Di kamar sebelah, Do-ha terbangun sambil tersenyum bahagia. Dia melirik samping, seakan berharap ada seseorang disana..


MI-ka terus tersneyum, melihat jam waktunya. Do-ha memerhatikannya, dan langsung bertnaya kenapa dia tersenyum seperti itu???

Dengan pedenya, Do-ha bertanya apakah malam tadi Mi-ka mampir ke kamarnya dan memeluknya semalaman? Karena Do-ha merasakan ada sesuatu yg hangat dan agak berat di punggungnya..

Mi-ka mengernyit heran, dalam benarnya dia bertanya-tanya: “Benarkah aku ke sana saat tidur? Itu alasan waktuku bertambah?”


Tapi kepada Do-ha, dia menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tak mungkin melakukan hal seperti itu, “Aku tidak ingat punya kebiasaan tidur sambil berjalan! Aku tidak pernah masuk ke kamarmu. Sekalipun itu mimpi, kamu pikir aku akan masuk ke kamarmu tanpa izin dan memelukmu?!”  

“Aku tidak bilang kamu memelukku. Rasanya seolah-olah kamu memelukku. Rasanya sangat nyata..” jelas Do-ha, lalu Mi-ka berkata: “Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus memasang kunci di pintu kita. Kita harus menghindari kecurigaan dan kecemasan!”

“Tidak boleh. Ini rumahku!” tukas Do-ha


Pak Choi, dari tim perencanaan Grup MK, mengunjungi kediaman Mi-ka untuk bertemu dan berbincang lansgung dengan ibu dan adiknya Mi-ka. Dia memberikan sebuah koper, berisi begitu banyak uang.. dia pun mempersilahkan ibunya Mi-ka meminta apa pun yg dia inginkan.


Seperti yg telah kita ketahui sebelumnya, Soo-bong bekerjasama dengan Do-bin.. dan Do-bin lah yg menyuruh Pak Choi ‘menyogok’ keluarga Mi-ka.


Siang ini, Soo-bong sengaja meminta Presdir Zhang bertemu di kantornya. Sementara di pihak lain, Do-ha kebingungan.. mencari cara untuk mempertahankan kerjasama dengan Grup Seongrak, tanpa melibatkan Soo-bong.


Yg jadi masalah besar, Presdir Zhang bersikeras menginginkan Soo-bong bergabung dalam projek ini. Dan Do-ha sangat menyadari, bahwa sebenarnya.. ini semua adalah permainannya Soo-bong.


Maka atas inisiatifnya sendiri, Do-ha menemui Presdir Zhang.. yg kebetulan tengah berada di Hotel milik Grup M.K


Advertisement


EmoticonEmoticon