7/22/2018

SINOPSIS About Time Episode 6 PART 3

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 6 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 6 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 6 Part 4

Setelah berdandan.. Mi-ka masuk ruang audisi, dimana dia bersaing dengan 4 orang pemain teater lainnya. Mereka bernyanyi berbarengan.. Jae-yoo mendengarnya dengan saksama, dan jika ada kesalahan dia langsung memintanya untuk berhenti.


Hingga pada akhirnya, tersisa Mi-ka dan Nona Park.. para kru, mengakui bahwa keduanya memiliki bakat yg sangat luar biasa hebat dan sangat sulit untuk memilih pemenangnya.

Ketika biasanya Jae-yoo mengambil keputusan sepihak, kali ini.. dia malah meminta Produser Choi yg menentukan hasil akhirnya.


Sung-hee pergi keluar untuk membelikan kopi... tapi dia dikejutkan oleh Wi-jin, hinga membuat kopinya tumpah. Sunghee sangat marah, dia pun memukuli Wi-jin dan menyeretnya ke halaman..


“Aku melakukannya hanya karena senang bertemu denganmu!” ujar Wi-jin, lantas, Sung-hee berkata: “Senang bertemu denganku, katamu? Kamu pikir aku percaya?!”

Kemudian, Sung-hee bertanya mengapa Wi-jin ada disini? Woo-jin menjawab: “Ibuku ingin menemui seseorang, jadi, dia menyuruhku mengantarnya kemari...”

“Siapa yang ingin dia temui di sini selain Mi Ka?” ujar Sung-hee


Ternyata.. Ibunya Mi-ka datang untuk menemui Do-ha. tak basa-basi, dia langsung memberikan bebrapa lembar uang, sambil berkata: “Hari ini aku menemuimu untuk melarangmu berhenti menemui putriku. Terima uang ini dan jauhi dia...”

“Aku tidak mengerti maksud Anda...”


“Sekalipun kamu pria terkaya di Bumi, aku tidak akan membiarkan putriku berkencan dengan putra dari keluarga yang bodoh dan tidak sopan. Ada yang menemuiku membawa koper berisi uang. Dia ingin Mi Ka berhenti menemuimu. Aku melempar koper itu kepadanya dan melarangnya mendekati kami lagi, tapi aku masih terlalu geram untuk tidur tadi malam...”

“Aku sungguh menyesal...”


“Jangan menyesal dan ingatlah ini! Jauhi putriku! Aku sudah melihat banyak sekali orang kaya dan berkuasa hingga bisa bersikap bijaksana. Orang kaya yang kejam dan jahat menunjukkan sisi buruknya dengan meremehkan orang lain. Sekalipun keluargamu menyambut putriku, aku tidak akan menyetujuinya. Mungkin aku hanya membebaninya, tapi aku tetap ibunya. Tidak akan kubiarkan siapa pun meremehkannya....” papar Ibu, yg kemudian berjalan pergi


Ibu berpapasan dengan Soo-bong yg tengah mengenakan sebuah tas ber-merk yg disukai olehnya. Merkea berbincang sejenak, saling memuji penampilan satu sama lain..


Soo-bong pergi, ibu lantas bergumam: “Dia sangat cantik dan elegan. Mungkin seharusnya aku menerima uang itu, lalu berbelanja... Tidak. Jin Ra Hee, kamu seorang ibu. Kamu tidak boleh menjual putrimu karena tas...”


Setelah didiskusikan dengan seluruh kru, akhirnya mereka sepakat memilih Mi-ka sebagai pemeran cadangan utama dengan selisih satu suara saja.


Mi-ka sangat gembira, dan saingannya Hye-ran.. ikut berbahagia untuknya, bahkan mengucapkan selamat kepadanya. Sung-hee hendak cerita tentang kedatangan Wi-jin..


Tapi tiba-tiba.. Soo-bong menghampirinya dan mengajaknya berbincang empat mata sambil minum-minum di kafe.


Do-ha menemui Do-bin.. dia marah, karena menduga Do-bin adalah orang yg mengirim Pak Choi ke ruamhnya Mi-ka, “Permainan kekanak-kanakan macam apa ini?!”

“Melihatmu emosi membuktikan cara itu berhasil. Zaman sekarang, jarang ada orang yang akan menerima uang yang ditawarkan kepadanya untuk putus dengan seseorang. Pada akhirnya, kakak tidak mau kamu putus dengannya. Bagi kakak, lebih baik kamu menikah dengannya daripada dengan Nona Bae. Tapi kakak harus memberi tahu Nona Bae bahwa kakak memihaknya dan bagus bagi kakak jika tersebar berita seseorang di keluarganya mencari bantuan. Serta bagus jika Ayah mengetahui semua ini. Ada banyak hal yang menguntungkan kakak. Jadi, kakak tidak bisa menolak tawarannya. Kakak tahu kamu punya kelemahan, melihat kamu kemari untuk menemui kakak...” jelas Do-bin, yg kemudian bertanya: “Apa lagi? Apa yang ingin kamu ketahui?”


“Aku kemari bukan karena penasaran, tapi untuk memperingatkan. Jangan mendesakku. Sekalipun Kakak bergeming, tidak akan kubiarkan Kakak tetap di sana!”

“Bagaimana, ya? Tidak akan mudah dengan segala tindakan bodohmu belakangan ini...”

“Kakak benar. Tidak akan mudah. Kakak harus mempekerjakan orang untuk menyelidiki latar belakang orang lain dan membantu tunangan adik Kakak. Tidak mudah bagi orang yang berpikiran sempit. Jadi, aku tidak mau melakukannya dengan cara Kakak. Tunggu saja. Aku akan membuktikan kemampuanku sekalipun artinya aku harus bersusah payah agar bisa melihat Kakak jatuh...”

“Kamu sangat bertekad!”

“Kakak tahu kelemahanku, bukan? Cobalah mencari masalah denganku jika yakin bisa mengatasi akibatnya...”


Berbicara empat mata dengan Mi-ka Soo-bong yg arogan lansgung berkata: “Sikap angkuhmu lebih baik daripada dugaanku. Do Ha menyukaimu dan kamu menyukai Do Ha. Kamu akan mengatakan itu? Sekalipun kamu mengatakannya, bukankah terlalu awal bagimu mengumumkan bahwa permainanku berakhir? Atau kamu akan menyombong soal tinggal di rumahnya dan aku harus membiarkanmu? Sudah kubilang, aku sangat tidak suka sinetron yang beradegan saling menyiram air dan menampar. Tapi kamu terus membuatku melakukannya...”

Mi-ka mencoba menjealskan: “Aku ke rumahnya karena...”


Namun Soo-bong menyela, “Jangan bersikap seperti pelacur yang tidur dengan sebarang orang. Cepat pindah dari rumah itu. Kamu tinggal di rumah pria yang baru kamu temui dan bergantung kepadanya seakan-akan punya tujuan lain!”

“Ucapan Anda terlalu kasar...”


“Kasar? Sungguh? Jika kamu tidak mau tahu seperti apa bersikap kasar, tinggalkan rumahnya sekarang juga! Aku benar soal perasaanmu tumbuh bersama hujan dan angin. Aku akan memprediksi sekali lagi. Perasaanmu akan pupus karena topan dan ombak. Aku akan menunjukkan betapa rapuhnya perasaanmu. Serta aku yakin, Do Ha tidak akan bisa melindungimu. Aku memintamu dengan sopan agar tidak perlu menyiram atau menamparmu. Kamu harus membantuku. Apa pun alasanmu, aku tidak peduli!!!”
Advertisement


EmoticonEmoticon