7/25/2018

SINOPSIS About Time Episode 7 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 7 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 6 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 7 Part 2

Wanita elegan itu, namanya Kim Joo-na. Soo-bong menyapanya dengan hangat, akan tetapi Do-ha memilih untuk berjalan pergi begitu saja.


Joo-na merupakan aktris musikal yg telah berhasil merintis karir-nya di broadway. Ketika menghadiri sesi pekernalan di pembacaan naskan perdana, dia menyatakan bahwa dirinya tak membutuhkan pemeran pengganti, dengan alasan dia mampu untuk tampil dalam seluruh pertunjukkannya.

Namun dengan tegas, Jae-yoo mengatakan bahhwa hanya dirinya yg bisa menentukkan, apakah Joo-na butuh pemeran pengganti atau  tidak.

“Jika menurutmu begitu, kurasa aku membutuhkannya...” sahut Joona.


Selama sesi pembacaan naskah berlangsung, Joo-na melakukanya dengan sangat lancar. Sementara MI-ka, lebih banyak melamun.. memikirkan momen ketika jam waktunya kembali berjalan.

Do-ha juga tengah merenungkan, apa yg terjadi di masa lalu.. ternyata, Joo-na dalah pacarnya semasa kuliash.


Suatu hari.. Joo-na dalam kondisi emosi yg kacau, karena dia dipecat dari teater musikal yg dibintanginya.. padahal dia telah lolos audisi dan ikut berlatih dengan susah payah.


Dab secara tiba-tiba.. Do-ha menerima panggilan darurat. Dia bergegas mendatani Rumah Sakit.. dan disalah dia melihat Joo-na tengah terbaring lemah, setelah melakukan percobaan bunuh diri dengancc ara menyayat pergelangan tangannya.


Kembali ke realita, Soo-bong mengunjungi Do-ha, dan lansgung bertanya: “Bagaimana rasanya bertemu dengan cinta pertamamu setelah sekian lama?”

Dengan kesal, Do-ha balik bertanya: “Permainan apa yang kamu mainkan?!”

“Seperti yang kukatakan, ini hadiahku untukmu. MJBC menawarkan kontrak eksklusif kepadanya untuk menghadirkannya kemari. Joo Na bintang baru di Broadway dan dia pilihan pertama Cho Jae Yoo. Bisakah kamu mendapatkan pemeran yang lebih sempurna?” ujar Soo-bong


“Sempurna?! Produksi ini memiliki produser. Sutradara tidak hanya berhak menentukan. Apa hakmu memilih aktor untuk pertunjukanku?!” tukas Do-ha

“Aku berhak. Zhang Qi Yang tidak akan mendanaimu kecuali aku juga terlibat. Aku hanya perlu meneken kontrak. Maka aku akan menjadi koproduser!” tutur Soo-bong

“Lantas? Kontrak itu belum diteken, tapi kamu tetap lancang!” tegas Do-ha, maka Soo-bong berkata: “Dia aset yang sangat diperlukan dalam pertunjukan ini. Tentu saja, bukan hanya itu alasanku menghubunginya. Hanya dia yang bisa menyadarkan kita!”


“Kim Joo Na. Membuatku sadar?” ujar Do-ha, yg kemudian menambahkan “Sejauh apa kamu akan bertindak? Kamu bersekongkol dengan kakakku dan mengancam Mi Ka. Dan aku tahu itu!”

“Tentu saja kamu tahu! Tentu saja kamu tahu!” tegas Soo-bong, lantas Do-ha mengatakan: “Aku diam saja karena merasa bersalah telah menyakitimu..”

Namun dengan sinisnya, Soo-bong bilang: “Pada akhirnya kita akan tahu apa yang berakhir dan apa yang tersisa. Bersenang-senanglah bersama cinta pertamamu atau Mi Ka...”


Sesi pembacaan naskah selesai.. Dengan ramah, Jae-yoo sempat berbincang dengan Mi-ka, awalnya dia bertanya: “Bagaimana pembacaan naskahnya?”

“Mereka semua sangat andal...” jawab Mi-ka yg merasa rendah diri, maka Jae-yoo berkata: “Kamu melupakan ucapanku tadi.  Sutradara yang menentukan pemeran butuh pemeran pengganti atau tidak. Secara teknis kamu juga terpilih sebagai Yeon Hee, jadi, hanya mengagumi kinerja orang lain agak menjadi masalah...”


Lalu tiba-tiba, Joo-na menyela brolan mereka dengan berkata: “Bukankah seharusnya kamu memikirkan tindakanmu untuk merebut posisi Joo Na? Sikapmu terlalu lembut...”

“Maafkan aku...” ucap Mi-ka, lantas Joo-na tersenyum dan bilang: “Jangan menyesal, jadi lebih baik. Berhentilah jika mau mempermalukanku dengan membiarkan orang berkata aku melibatkan pemeran pengganti yang tidak diperlukan...”


Berjalan di lobby.. tak sengaja Joo-na berpapasan dengan Do-ha. sejenak langkah mereka terhenti untuk saling menatapp satu sama lain.. Joo-na mencoba untuk menyapa duluan, tapi Do-ha mengabaikannya dan memilih untuk berlalu pergi begitu saja...


Dalam perjalan pulang.. Mi-ka melihat jam waktunya yg kembali terhenti. Tetapi sikap Do-ha sangat dingin.. dia terus diam, tak menagtakan apa pun.

Berusaha membuka obrolan, Mi-ka bercerita tentang Joo-na, “Dia sangat cantik. Aku ingat membaca artikel soal dia. Melihat orangnya secara langsung membuatku kagum dan terpesona...”

“Benar..” jawab Do-ha singkat, membuat Mi-ka kesal, “Hanya itu komentarmu saat aku merasa takut kepadanya?” dumelnya


Dr. Park tengah berada di drumah Do-ha dan berbincang dengan Do-san, yg setelah diperhatikan sepertinya sangat kurus, maka dr. Park memintanya untuk diperiksa ke RS.

“Iya.. Nanti aku akan melakukannya setleah mengatur janji temu dengan dokter..” jawab Do-san


Tak lama kemudian, Do-ha datang sendirian, karena Mi-ka pulang ke rumahnya untuk mengambil pakaian. Dia lansgung terduduk lunglai, sambil cerita kepalanya pusing, karena hari ini dia bertemu dengan Joo-na.. dan itu semua ulahnya Soo-bong.

Dr. Park bertanya: “Bagaimana perasaanmu?”, dan Do-ha menjawabnya hanya dengan helaan nafas yg panjang.


Mi-ka mengepak barangnya, sambil terus memikirkan sosok Joo-na. Tiba-tiba ibu datang menghampirinya.. dan tanpa perlu mendengar cerita apa pun, ibu memahami bahwa Mi-ka tengah memendam sesuatu..


“Bicaralah dengan ibu jika masalahmu terlalu sulit bagimu. Kamu tidak boleh memendamnya sendiri. Jika kamu cemas, ibu akan sedih. Mengerti?” tuutr  Ibu, sambil menggenggam tangannya dnegan hangat.
Advertisement


EmoticonEmoticon