7/25/2018

SINOPSIS About Time Episode 7 PART 3

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 7 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 7 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 7 Part 4

Mi-ka masih terus bersikap dingin kepada Do-ha. Sepanjang perjalanan.. mereka saling diam, tak ada yg membuka obrolan..


Sesampainya di depan kantor, Mi-ka sempat berkata ingin menanyakan seuatu.. tapi ketika Do-ha menanggapinya dengan serius, Mi-ka malah mengurungkan niatanya itu.


Mi-ka berlatih bersama dengan Joo-na yg mendapat giliran untuk bernyanyi lebih dulu. Tapi nampaknya, Jae-yoo kurang pusa dengan penampilannya, hingga dia bertanya: “Kamu ini kenapa?”


“Maaf.. kondisiku belum pulih sepenuhnya..” jawab Joo-na, lantas Jae-yoo berkomentar: “Itu masalah pribadimu. Penonton tidak akan mempertimbangkan kondisimu...”


Berikutnya, Jae-yoo meminta Mi-ka untuk bernyanyi tapa iringan musik. Dia mendengarnya dengan saksama, namun ditengah-tengah dia mengehntikannay dan meminta mereka untuk rehat sejenak..


“Dia kesal kepadaku. Tapi arahannya tidak hanya untukku. Seharusnya kamu mendengarkan dan bernyanyi dengan benar...” tutur Joo-na yg kemudian berjalan pergi.


Sung-hee menghampiri Mi-ka, berusaha untuk menghiburnya dengan mendumel, “Dia pikir kamu mesin bernyanyi otomatis? Kamu tidak bisa bernyanyi begitu ditekan tombolnya. Dia malah membuatmu bingung...”


Diluar, Jae-yoo berbincang empat mata dengan Joo-na. Dia bertanya: “Kamu memeriksa kondisi suaramu saat kembali ke Korea?”

“Kondisi suara?”

“Suaramu agak bergoyang. Nadanya tidak terdengar tepat...”

“Rupanya aku tidak bisa menipu telingamu. Mungkin karena aku lelah, tapi tenggorokanku memang kurang sehat...”

“Menurutmu ada apa? Seburuk apa kondisinya?”

“Ini bukan masalah serius. Aku hanya perlu berhati-hati selama latihan, tidak terlalu stres...”

“Hal itu bisa menyebabkan masalah besar. Kamu harus beristirahat jika tenggorokanmu tidak sehat”


“Tidak semudah ucapanmu. Tidak biasanya aku ambisius. Itulah sebabnya beristirahat terasa menakutkan.”

“Lantas kenapa kamu memilih untuk memainkan karya ini? Seharusnya kamu tetap di Broadway”

“Aku juga harus mengamankan posisiku di negeri ini. Selain itu, jika karya ini mencapai pasar Tiongkok, aku akan berkesempatan memperluas karier ke tahap baru. Karena itulah aku menerima tawaran Nona Bae”

“Apa hanya firasatku saja atau sepertinya kamu punya alasan lain?” tanya Jae-yoo, yg seketika membuat Joo-na tersenyum dan menjelaskan: “Kamu cerdas... Lee Do Ha adalah pria yang kuhindari. Jadi, aku ingin tampil maksimal, tapi tenggorokanku tidak mendukung.  Untuk sementara waktu, beri aku keringanan selama latihan...” 

“Semoga kamu meraih sesuatu untuk alasan pribadimu. Itu dukunganku sebagai temanmu. Serta beri aku surat dokter. Aku harus tahu benar kondisimu agar bisa mengendalikan ini. Itu perintahku sebagai sutradaramu...” tutur Jae-yoo


Saat kembali ke kantor.. Joo-na berpapasan dengan Woo-jin dan Do-ha. karena saling kenal, maka dia pun menyapanya..


Joo-na bertanya, apakah Do-ha punya waktu senggang untuk makan bersamanya? Namun fokus Do-ha, tertuju pada pergelangan tangan Joo-na, yg kini tertutup oleh sebuah gelang...


Mereka pun berjalan keluar menuju tempat makan, dan bersamaan dengan itu... Mi-ka melihat mereka dengan tatapan resah..


Hanya berduaan saja, pertanyaan pertama yg diajukan Do-ha adalah: “Apa alasanmu?”

“Aku kembali untuk menemuimu. Aku ingin bekerja bersama Cho Jae Yoo dan kupikir sudah saatnya aku tampil di Korea. Tapi saat mendengar kamulah produsernya, aku berhenti cemas dan mengemasi barangku...” jelas Joo-na

“Tidak! Aku tidak menanyakan alasanmu kembali. Bukankah seharusnya kamu menjelaskan alasanmu pergi mendadak waktu itu?” ujar Do-ha, namun Joo-na enggan menjawabnya dan malah mengajaknya jalan-jalan diluar


Di kantor.. Woo-jin menyuruh Mi-ka untuk pulang duluan, tanpa menunggu Do-ha yg dia bilang sedang pergi keluar untuk urusan bisnis... Mendengarnya, membuat MI-ka kecewa, karena dia menegtahui fakta yg sebenarnya, namun tak ada yg berkata jujur padanya.


Melihat sepasangan kekasih yg sedang bermesraan, membuat Do-ha teringat pada momen manisnya bersama dengan Joo-na, semasa kuliah dulu.


Kemudian Joo-na datang untuk memberinya teh mint, yg dulu sangat disukai Do-ha. pada momen ini, Joo-na bercerita: “Dahulu, aku tidak berani untuk melanjutkan. Aku sangat miskin dan tidak punya apa-apa. Keinginanku untuk sukses membuatku terus berusaha, tapi ayahmu mengancamku dengan mengatakan bagaimana dia akan menghancurkan mimpiku. Aku takut. Aku masih muda. Sebenarnya, kita berdua memang masih muda... Aku sudah menjawab pertanyaanmu. Jadi, sekarang aku bisa bertanya. Kamu merindukanku?”


Do-ha enggan menjawabnya.. dan suasana sekarang, terasa begitu persis dengan suasana semasa mereka kuliah dulu..


Mi-ka kesal menunggu Do-ha yg tak juga pulang, “Dia pergi ke mana bersamanya?” keluhnya yg akhirnya memutuskan untuk tidur saja.


Do-ha yg baru sampai, berjalan menuju kamar Mi-ka.dia hendak mengetuk pintu.. tapi entah mengapa, dia terlihat agu dan akhirnya memutuskan untuk tak melakukannya. 
Advertisement


EmoticonEmoticon