7/25/2018

SINOPSIS About Time Episode 7 PART 5

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 7 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 7 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 1

Do-ha bangun lebih awal, karena Do-san mengajaknya makan siang bersma di rumah ayah mereka. Dia akan menyetir sendiri, jadi Mi-ka libur hari ini.

Beralih topik, Do-ha tiba-tiba bertanya: “Sampai kapan aku harus dihukum?”, membuat Mi-ka bingung, “Apa maksudmu?”


“Kamu tidak menatap mataku dan masuk ke kamarmu setiap kali melihatku. Belakangan ini kamu menghindariku. Akan menyenangkan jika kamu memberitahuku alasannya...” jelas Do-ha

Lantas, Mi-ka balik bertanya: “Bagaimana denganmu? Ada yang ingin kamu katakan?”

“Ada. Memang ada,  tapi aku tidak akan melakukan hal yang membuatmu malu atau menyesal, jadi, jangan cemas. Aku akan memberitahumu saat semuanya agak beres...” jelas Do-ha


Kedatangan Do-san, mendapat sambutan yg dingin. Tapi hal itu tak menjadi masalha, karena Do-san tetap menunjukkan sikap yg ramah..


Saat jamuan makan, dia bahkan meminta Hye-young untuk berhenti membawakan makanan dan duduk bersama mereka untuk makan bersama, karena telah ada pembantu yg melakukan pekerjaan rumah.

Ayah lantas bertanya: “Sampai kapan kamu akan mengembara di luar? Kamu sudah cukup bersenang-senang. Pulang dan mulailah memikirkan untuk mencari nafkah...”


Do-san memberikan jawaban yg amat mengejutkan, dia mengiyakannya dengan syarat ayah memberinya uang lebih dulu, “Aku butuh latar belakang keuangan untuk mencari nafkah. Jika Ayah bersedia, beri aku banyak uang. Aku juga putra Ayah. Beri aku sebanyak saudaraku...”

“Jika kamu akan melantur, berhenti membuang makanan dan keluarlah!” bentak ayah yg kemudian berjalan pergi


Mi-ka mengunjungi Bu Oh, yg pagi ini sedang berolahraga ringan di halaman Rumah Sakit. Mereka lantas duduk di bangku taman, sambil menikmati sarapan susu dan roti.

“Ini paling enak diminum saat kamu sedang banyak pikiran..” ujar Bu Oh, yg membuat Mi-ka bertanya: “Bagaimana Anda tahu aku sedang banyak pikiran?”


“Itu sangat jelas.  Kamu biasa tersenyum seperti orang bodoh saat bekerja, tapi hari ini kamu tampak murung. Ada apa? Cinta? Pekerjaan? Uang?  Apa masalahnya?”

“Temanku sakit keras. Dia pasti ketakutan, kesulitan, dan menderita. Sepertinya dia menanggungnya sendiri. Sisa waktunya tidak banyak. Dia harus memberi tahu keluarganya, tapi dia memintaku merahasiakannya...”


“Beri tahu mereka. Keluarganya harus tahu agar bisa menyiapkan diri”

“Pasti sulit mengatasinya. Aku tidak tahu harus bagaimana”


“Jangan melakukan apa-apa dan temani saja dia. Musim berganti dan daun berganti warna, tapi kamu tidak bisa menggugurkan satu pun daunmu sendiri. Kamu tidak bisa bertindak tentang masalah hidup dan mati. Semua itu keputusan para dewa. Sekalipun sakit atau kesulitan, kamu harus menerimanya dan melanjutkan hidup. Itu keputusan manusia seperti kita. Biarkan situasinya mengalir dan temani dia agar dia bisa menanggungnya. Lakukan yang bisa kamu lakukan”


“Anda benar soal semuanya, tapi ini sulit bagiku karena aku bukan orang dewasa...”

“Bukan karena kamu masih muda, tapi karena kamu hebat. Karena kamu terlalu hebat...”


Dalam perjalan pulang, Do-ha bertanya penarasan: “Ada apa dengan Kakak? Kenapa Kakak bersikap seperti itu? Kenapa meminta uang kepada Ayah padahal tahu dia tidak akan memberi?”

“Do Ha... Kamu ingat kapan pertemuan pertama kita? Yoon Do San, Lee Do Ha. Pertama kakak merasa aneh karena nama keluarga kita berbeda saat kita masih sekolah...”

“Katakan kepadaku. Kakak pasti mengalami sesuatu!”

“Tidak terjadi apa-apa. Bertemu dengan Ayah lagi memunculkan perasaan yang belum terselesaikan. Itulah sebabnya hari ini kakak nakal...”


Tiba-tiba, Do-san minta diturunkan ditengah jalan. Alasannya.. karena dia ada urusan dan ingin minum-minum sendirian.


Sesampainya di depan rumah, telah ada Mi-ka yg berdiri menunggunay di depan rumah. Do-ha turun dari mobil dan bertanya: “Sedang apa kamu di luar?”

“Aku ingin bicara...” jawab Mi-ka, maka Do-ha bertanya: “Soal apa?”

“Kakakmu... Dia sakit...” ungkapnya, maka Do-ha lanjut bertanya: “Kakakku? Siapa? Kak Do San? Kak Do San sakit? Sakit apa?”


“Aku tak tahu pastinya, yg jelas dia sakit keras. Kupikir kamu harus tahu. Sisa waktunya  tidak banyak...” ungkpa Mi-ka, yg seketika membaut Do-ha emosi: “Apa maksudmu? Siapa bilang dia sakit?”

“Aku melihatnya...” ujar Mi-ka, maka Do-ha bertanya: “Maksudmu kamu melihat jam itu? Kamu melihat jam kakakku?”


Mi-ka berkata: “Waktunya kurang dari sebulan...”, lantas Do-ha semakin gusar, tapi dia menegaskan bahwa dirinya tak bsia menerima omong kosong ini, “Kamu tidak tahu penyakitnya, tapi bilang sebulan lagi dia akan mati. Kamu sadar perkataanmu ini? Kamu berbohong! Kamu menganggapku orang bodoh hanya karena aku bilang memercayai jam itu? Siapa kamu bisa mengatakan hal ini? Sebulan? Kenapa harus kakakku? Siapa kamu bisa bicara melantur seperti itu?..”

“Kuharap aku salah. Aku juga berharap ucapanku tadi melantur...” tutur Mi-ka yg tak kausa menahan tangisnya


Advertisement

2 comments

Lanjuttttt Ep 8 nyaaa ;) makasih :) di tunggu sinopsis2 selanjutttt nyaaa :)

@Aninda Makasih juga udah jadi readers dan komentator setiap di tiap postingan. Hehehehehe :)))))


EmoticonEmoticon